
Masih di masa lalu
Rumah sakit xxxxxxx
Jefrey terlihat menatap laki-laki yang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit mendominasi berwarna putih dihadapan nya itu.
Beberapa selang terlihat menancap di tubuh laki-laki yang usia nya sama dengan papa nya itu.
Meskipun seusia papa nya, Realita nya laki-laki itu bukan paman nya atau orang yang harus dia panggil om dan lain sebagainya.
Dia adalah kakak laki-laki nya.
Kelahiran Jefrey yang cukup tidak terencana membuat jarak usia dia dan kakak nya terpaut Begitu jauh.
Ketika sang kakak nya masuk ke bangku kuliah Jefrey baru dilahirkan, beberapa tahun kemudian sang kakak nya menikah dan melahirkan putra pertamanya yang tidak lain adalah Aldi.
Jefrey terlihat memejamkan bola matanya, dia membiarkan kedua punggung tangan nya bertumpu ke keningnya, keputusan berat jelas telah diambil nya.
Sang kakak berkata di tengah nafas tersengal-sengal nya.
"Putra ku akan menikahi putri keluarga Santoso, terdengar begitu kejam, tapi Santoso telah mengambil banyak hal di perusahaan Mulyono, keluarga kakak ipar mu benar-benar berada didalam kondisi terpuruk"
"Mereka butuh mendapat kan kembali saham dan semua hal yang pernah di curi Santoso dari Mulyono group"
"Aku bisa membantu kakak dari saham ku"
Bisik Jefrey pelan.
"Di dunia bisnis jangan percaya begitu mudah memberikan hak mu meskipun kepada saudara kandung mu sendiri"
__ADS_1
"Dan itu tidak cukup untuk mengganti kerugian yang Santoso buat"
Jefrey terlihat diam.
Bisakah dia menangis dan Berteriak saat ini?!.
Dia mencintai gadis yang akan di nikahi oleh Aldi.
"Aku akan memberikan izin tapi dengan sebuah syarat"
"Sebutkan lah"
Jefrey kembali menghela nafasnya panjang, Secara perlahan laki-laki itu mulai berdiri dan Bergerak pergi menjauh dari sana.
********
Masih kembali ke masa lalu
Mulyono company
"Tidakkah kamu merasa aneh?"
Tanya gadis itu kepada saudara perempuan nya.
Raisa terlihat membiarkan seorang perempuan membenahi gaunnya, sedangkan dia mulai memasangkan aksesoris telinga nya.
"Kenapa?"
Raisa bertanya tanpa menoleh ke arah saudara perempuan nya itu.
__ADS_1
"Diperagakan busana Mayang, ketika dia menggunakan topeng, aku fikir itu bukan dia"
Ucap Amora sambil menghentikan kegiatan tangan nya yang memperbaiki lipstik nya.
Entahlah dia merasa ada yang aneh, dia tahu betul siapa dan bagaimana Mayang, tapi ketika dia bertemu tadi dan menatap bola matanya, itu jelas bukan Mayang.
Seolah-olah yang di lihat sosok orang Yang berbeda.
Mayang lebih bersikap congkak dan sombong, gaya nya jelas tidak bisa di anggap biasa-biasa saja, bahkan hubungan dia dan Mayang jelas tidak baik-baik saja.
Dalam peran utama film layar lebar kemarin, saat dia naik menjadi aktris pemeran utama nya sedangkan Mayang mendapatkan peran antagonis nya, gadis itu jelas marah besar dan menatap nya dengan penuh kebencian.
Bahkan sejak hari itu hubungan mereka jelas tidak baik-baik saja, mereka saling mengejar antara satu dengan yang lainnya.
Kecemburuan Mayang pada dirinya bahkan telah di mulai sejak masa SMP mereka, karena mereka berada di satu sekolah dan kelas yang sama.
Kemudian mereka tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya bertemu lagi disaat mereka tampil di peragaan busana yang sama.
Tapi kemarin Amora fikir dia benar-benar yakin itu bukan Mayang, di balik topeng dan gaun itu tersembunyi sosok berbeda yang tidak pernah di ketahui semua orang termasuk dirinya.
"Jangan bercanda, mana mungkin Mayang menggunakan pemeran pengganti untuk menaikkan popularitas nya"
Saat Raisa berkata soal pemeran pengganti, seolah-olah Dejavu Amora ingat soal sesuatu.
"Aku pikir bisa jadi, sebab saat di sekolah dia pernah memanfaatkan aku untuk menjadi pemeran pengganti dirinya"
Amora bicara sambil menatap ke arah Raisa.
"Apa?"
__ADS_1
Raisa jelas mengerut kan keningnya.