Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Dua orang yang saling mengenal


__ADS_3

Raisa?.


Isabella jelas menaikkan ujung alisnya.


Bagaimana mungkin Raisa ada disini?!.


itu yang tertanam di dalam kepalanya saat ini.


dia fikir bagaimana bisa Raisa ikut terjun dan ada di perusahaan Mulyono, sampai sejauh ini belum ada yang bercerita soal Raisa yang bisa masuk ke perusahaan Mulyono.


"Senang berkenalan dengan anda juga Miss...?"


Isabella menggantung kalimatnya.


"Raisa"


Mereka jelas harus pura-pura tidak saling mengenal, Isabella langsung menganggukkan perlahan kepalanya.


"jadi kalian akan bekerja sama dalam pemotretan kali ini"


Ujar Aldi kepada isabella.


"aku harap kamu nyaman bekerja sama dengan Raisa"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Bukan isabella yang menjawab tapi Raisa buru-buru berkata.


"Tentu saja, kamu tahu aku cukup pandai berbaur dengan semua orang kecuali perempuan itu"


Setelah berkata begitu, Raisa langsung membuang pandangannya dari laki-laki tersebut.


Kata perempuan itu jelas merujuk pada Mayang.


Isabella fikir melihat dari kedua orang itu sepertinya hubungan Aldi dan Raisa tidak baik-baik saja.


Raisa jelas menampilkan ekspresi wajah tidak begitu suka pada laki-laki tersebut, sedangkan Aldi berusaha menarik nafasnya beberapa kali dan melirik ke arah Raisa beberapa kali dengan pandangan yang sulit untuk di mengerti.

__ADS_1


"aku akan meninggalkan kalian di sini, sisanya sekretarisku ia akan mengatur semuanya. sebab aku harus menghadiri beberapa rapat penting hari ini"


setelah berkata begitu Aldi langsung melirik kearah Raisa.


"Mari bicara Setelah ini"


Ucap Aldi pelan kepada Raisa.


Alih-alih menjawab Raisa lebih suka membuang pandangannya.


Isabella terlihat hanya diam dia enggan menanyakan perihal soal kedua orang tersebut, dia fikir setiap orang punya rahasia dan punya cerita.


Fokusnya saat ini hanya untuk membalaskan dendam kepada ibu tiri dan saudara tirinya hingga kedua orang itu bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi dirinya yang kemarin.


mempermalukan kedua orang tersebut, membuat karir yang dibangun Mayang hancur berantakan serta membuat kedua orang tersebut angkat kaki dari Santoso company.


Juga isabella ingin tahu dimana keberadaan Papa nya saat ini, mengambil kembali Santoso company yang seharusnya memang menjadi miliknya sejak awal.


Dan mereka sepakat untuk mencoba memulai dan membuka kasus lama soal pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya, mencari tahu siapa sebenarnya pembunuh gadis pada malam kelam kala itu.


Tapi setidaknya mereka harus memiliki bukti jelas untuk bisa menjebloskan kedua orang tersebut ke dalam penjara.


Dan masuk keperusahaan Aldi karena dia ingin hubungan mayang dan Aldi hancur berantakan dan serta dia ingin memberikan pelajaran kepada Aldi bagaimana rasanya ketika diselingkuhi juga dibohongi oleh perempuan yang ada bersama dirinya.


"Bersiap dengan pekerjaan pertama kita?."


suara Raisa mengejutkan lamunan Isabella.


Gadis itu bertanya sambil menyentuh lembut bahu nya.


"tidak ada yang lebih membuat ku siap hingga hari ini"


jalan Isabella mantan sambil menatap wajah gadis yang ada di hadapannya itu.


Raisa terlihat mengembangkan senyuman nya.


"Mari bertemu di ruang pemotretan dalam 40 menit ke depan"

__ADS_1


ucap Raisa sambil menundukkan sedikit kepalanya.


Isabella membalas, dia mengembangkan senyuman nya diikuti oleh moma.


setelah itu secara perlahan Raisa mulai bergerak ke arah depan menuju ke satu ruangan di mana Aldi tengah menunggunya.


gadis itu berjalan kearah depan dengan langkah Santai nya, gelombang kemarahan dibalik bola mata yang terlihat begitu jelas.


begitu dia melihat pintu yang diatasnya tertulis CEO Mulyono company, gadis itu langsung melesat masuk kedalam ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu.


Aldi terlihat melipat kedua tangannya dan berdiri tepat didepan meja kerja nya.


Melihat ekspresi Aldi, Raisa menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau begitu membenci ku belakangan ini?"


tiba-tiba sebaris pertanyaan meluncur dari balik bibir laki-laki tersebut.


"Kau fikir aku terlibat pada kematian saudara mu 3 tahun yang lalu? kau salah besar jika memikirkan nya, aku sama sekali tidak pernah bertemu dengan nya malam itu"


Setelah berkata begitu, Aldi langsung melangkah mendekati Raisa.


"Dan kau fikir aku benar-benar akan bertahan dengan Mayang? kau jelas salah besar, kau tahu betul kenapa aku mundur tidak menyentuh Lira? aku melakukan nya untuk memperbaiki masa lalu kita berdua"


Setelah berkata begitu, Aldi berdiri tepat dihadapan Raisa.


"Berhenti memasang wajah masam dengan ku, jika tidak, aku akan semakin menekan Papa mu untuk semakin memajukan tanggal pernikahan kita"


Mendengar ucapan Aldi, seketika Raisa menggenggam erat telapak tangan nya.


"Kau sedang mengancam ku?"


Tanya gadis itu dengan tatapan yang penuh kebencian.


"Hampir 15 tahun saling mengenal, sangat aneh sekali jika kamu masih tidak mengerti bagaimana aku"


Setelah berkata begitu Aldi langsung melangkah melewati gadis itu, membuka pintu ruangan kerjanya kemudian menutup nya dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2