Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Skandal yang mulai merebak


__ADS_3

Jelang sore


Santoso company


Meri menatap kearah layar televisi dengan tubuh gemetaran, bola mata nya terasa memerah, dia mencoba membenahi pandangan nya, takut jika-jika dia salah menonton berita.


Namum rupanya berita yang dilihat nya saat ini seketika langsung membuat dia kehilangan kata-kata nya.


"Anak sialan itu, apa yang telah dia lakukan?"


Meri menggeram sambil menggenggam erat telapak tangan nya.


Dia fikir Mayang tidak mungkin melakukan kebodohan luar biasa seperti itu, dia selalu mengajarkan perempuan itu agar menjadi lebih licik dan lincah.


tapi hari ini kenapa bisa-bisanya Mayang melakukan hal seperti itu, tindakan Putri nya jelas membuat malu dirinya, itu sama saja menghancurkan harga dirinya.


Meri secepat kilat berusaha untuk menghubungi Bagas, laki-laki yang terlibat skandal dengan Mayang tersebut.


Dia fikir dia harus menutup mulut laki-laki itu dengan harga yang sesuai, Bagas harus membuat sebuah klarifikasi besar-besaran untuk membersihkan nama baik Mayang.


Tapi sejak tadi dia sama sekali tidak bisa menghubungi laki-laki sialan Tersebut.


Brakkkkkk


"Breng..sek"


Umpat Meri kesal sambil membanting kasar handphone nya ke atas meja.


wanita itu terlihat mulai berjalan mondar-mandir di depan meja kerjanya, kepanikan besar menghantam dirinya.

__ADS_1


dia cemas dan mencoba mencari jalan keluar yang saat ini, sesekali Merry menyentuh keningnya sambil memejamkan bola matanya.


"Come...apa yang harus dilakukan?"


Ucap Meri pelan kepada dirinya sendiri.


Demi apapun itu, Meri saat ini mencoba menahan perasaan nya yang akan meledak-ledak.


Putri nya itu saat ini ada di mansion utama Santoso, tidak berani beranjak keluar dari persembunyiannya setelah peristiwa pagi tadi.


Katakan pada ku apa yang terjadi?"


Meri tiba-tiba bertanya sambil menoleh ke sisi kiri nya.


Seorang laki-laki terlihat berdiri tidak jauh dari posisinya mondar-mandir.


"Ini cukup tidak baik, nyonya"


Mendengar kata tidak baik membuat Meri menekan-nekan kedua pelipisnya.


"Saham perusahaan mulai merosot setelah skandal nona Mayang merebak"


Lanjut laki-laki itu pelan untuk mengingat kan sang nyonya besar nya.


Sejenak Meri kembali ke Arah mejanya, dia menatap beberapa lembar kertas di sana.


Wanita itu meremas kertas yang ada dihadapan nya secara perlahan, giginya jelas mengerat dengan sempurna.


Dia tidak menyangka kebodohan Mayang bisa menghancurkan segalanya Secara perlahan.

__ADS_1


Ingin sekali rasanya dia menghajar Putri nya itu, dia Fikir bagaimana bisa perempuan bodoh itu bertindak dengan gegabah.


Dan pemikiran nya saat ini adalah.


Apa yang telah lakukan Putri nya itu dengan Bagas?.


Dia jelas menjadi tidak enak dengan pengacara Ibnu karena kebodohan putri nya.


Bagaimana bisa Mayang mengganggu kekasih putri dari laki-laki tersebut.


"Seberapa besar Grafik saham nya turun?"


Meri bertanya cepat pada laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Bergerak turun cukup drastis, ini juga mempengaruhi proyek terbaru kita"


Jawab laki-laki itu lagi.


Meri terlihat diam,.dia mencoba memejamkan Perlahan bola matanya.


"Cari seseorang yang mau membantu kita, menanam kan modal ke perusahaan Santoso dan memastikan saham perusahaan kita tetap bergerak stabil hingga skandal nya menghilang"


Ucap wanita itu sambil menatap tajam ke arah laki-laki dihadapan nya itu.


"Yakin kan Nona Bella jika skandal putri ku tidak akan mempengaruhi proyek kerjasama kita, dan jangan takut soal kerugian yang bisa datang secara tiba-tiba"


Lanjut Meri lagi.


"baik nyonya"

__ADS_1


Laki-laki itu menjawab pelan sambil menundukkan kepalanya.


__ADS_2