Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
The Realita


__ADS_3

"Berani sekali kau ...."


Ibnu bicara sambil berusaha menyentuh dadanya, menatap tajam ke arah Amora untuk beberapa waktu.


Begitu darah segar mengalir, Bill Secara refleks terkejut saat dia sadar Papa nya tumbang ke lantai.


Brakkkkkk.


Laki-laki itu tercekat.


Dia langsung melepaskan cengkraman nya dari Amora dan menurunkan senjata nya dengan cepat.


Laki-laki itu langsung berteriak memecah keadaan.


"Pa..."


Bill menyambar tubuh laki-laki itu yang telah bersimbah darah.


Dia tidak bisa mendengar kan apa yang terjadi berikutnya, cukup terkejut dengan keadaan saat ini.


Siapa? siapa yang menarik pelatuk pistol di antara mereka?


dimana Sepersekian detik kemudian seketika cahaya lampu menyilaukan mata semua orang, beberapa anggota polisi terlihat berhamburan datang mendekati Mereka.


Klatakkkkk


Sebuah pistol mengarah tepat kebelakang kepala laki-laki tersebut.


"Bagaimana kau...?"


Ibnu Bertanya sambil menatap datar ke arah sekitar nya.


Tubuh tua ringkih itu tumbang dilantai Begitu saja, bola mata laki-laki itu terlihat mengeluarkan air matanya.


Pada akhirnya dia fikir dia sampai pada titik ini.


Satu ingatan Menghantam diri nya soal masa lalu bersama Amora.


"Aku tahu Bill adalah anak haram yang paman rawat dari hasil paman memperkosa adik perempuan paman sendiri, sang bungsu Santoso"


Malam itu Amora bicara terlihat begitu gemetaran, gadis itu menangis sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Tubuh gadis itu terikat pada sebuah kursi kayu, setelah membungkam mulutnya.


"Aku bersumpah tidak akan membuka mulut ku pada siapapun, aku mohon jangan lakukan ini paman, aku tidak sengaja mendengar nya, aku tidak sengaja, aku akan menutup telinga dan mulut ku hingga akhir"


Gadis itu terus bicara dengan nada gemetaran, menatap laki-laki itu yang mengacung kan pistol ke arah diri nya.


Ibnu tampak terkekeh, dia tidak peduli dengan tangisan dan rengekan gadis tersebut.


Bagi nya Amora jelas menjadi ancaman untuk dirinya.


"Aku akan menikah dengan bill, aku akan menikah dengan nya"


"No... aku tidak bisa menghancurkan hubungan putra ku dengan keluarga Hillatop, kau tidak lagi punya tempat untuk melarikan diri bagaimana pun caranya"


Kesalahan putra nya memperkosa gadis itu karena mencintai nya, menghancurkan Amora hingga mau tidak mau mereka harus memilih untuk melepas kan putri Hillatop demi bill bisa menikahi Amora.


Tapi Realita nya bill marah besar saat tahu dia bukan menjadi yang pertama, Amora telah melepaskan hak nya pada Justin menjelang pernikahan mereka.


Bill mencoba menghancurkan pernikahan itu dan berharap menjadi laki-laki pertama yang menyentuh nya, tapi semua rupanya tidak sesuai ekspektasi nya.


Beda kemarahan bill maka beda kemarahan Ibnu.


Yah selain perbuatan putra nya bisa mendatangkan bencana di keluarga Van Efron, persoalan Amora yang tahu siapa dirinya dan rencana nya jelas akan semakin membuat dia kesulitan dalam mencapai tujuan nya.


Untuk bisa masuk ke sana dia menggunakan berbagai macam cara dan jelas akan menghabisi Santoso dan putri nya melalui tangan Meri dan mayang.


Tapi siapa tahu Amora tanpa sengaja mendengar pembicaraan dirinya dan orang-orang nya, membuat dia tidak memiliki pilihan lain selain memusnahkan nya.


"No..."


Ketika Amora terus menggelengkan kepalanya untuk minta diselamatkan, Ibnu muali menaikkan ujung pistol nya.


Dia tidak peduli tangan nya membunuh siapa pun asalkan semua rencana nya berhasil.


Doorrrrrr


1 tembakan melesat tepat di jantung gadis itu.


Darah segar mengalir begitu saja.


Dan Ibnu fikir dia harus mengkambinghitamkan seseorang atas kematian Amora.

__ADS_1


Siapa?!.


Kandidat terbaik nya jelas adalah Lira, putri Santoso sendiri.


Hingga dia bisa memuluskan semua kejahatan nya tanpa harus bersusah payah.


Laki-laki itu merogoh kantung celananya, mencari handphone nya dan berusaha menghubungi seseorang.


"Masuk ke rencana B, buat seolah-olah Mayang pelakunya, biarkan dia membàwa Lira masuk agar jadi tersangka utama nya"


Yah dia harus membuat sebuah drama dimana dia harus menekan Meri dan putri nya agar bisa terus mengikuti permainan nya.


"Perbuatan anda benar-benar begitu mengerikan"


Amora bicara sambil mendengus pelan.


Bill seketika memundurkan tubuhnya saat mendengar ucapan Amora, laki-laki itu terlihat pasrah saat dua orang meraih tangan nya dengan kasar.


Sebuah borgol tertancap di tangan nya.


"Aku merasa kasihan pada putra mu yang kamu bohongi, tuan Ibnu Santoso"


Lanjut Amora kemudian.


Dan beberapa waktu kemudian semua orang berkumpul di antara mereka, Jefrey Van Efron terlihat mengulurkan tangannya pada Amora sambil berkata.


"Kau luar biasa, Miss Havana"


"Seorang agen harus selalu terlihat luar biasa meskipun dia seorang perempuan bukan? Mr. Jefrey"


Jawab gadis itu sambil menyambut uluran tangan Jefrey.


"Terima kasih atas kerja sama kalian"


Setelah berkata begitu beberapa orang mendekati gadis itu sambil menaikkan tangan kanan mereka tanda memberikan penghormatan.


"Kapten"


Gadis itu balik menaikkan tangan kanan nya kemudian secara perlahan berjalan menjauhi Jefrey Van Efron.


Di kejauhan sana Justin menatap nanar gadis yang baru saja pergi berlalu tersebut, dia membuang pandangannya dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu.

__ADS_1


Dia sadar gadis itu bukan Amora nya.


__ADS_2