Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Memancing ikan agar keluar ke permukaan


__ADS_3

Mansion utama Jefrey Van Efron


Justin terlihat menatap ke arah layar proyektor dihadapan nya untuk beberapa waktu, bola matanya terus fokus memperhatikan apa yang ada didepan sana.


Di depan layar proyektor tersebut Jefrey tampak duduk di atas sebuah kursi kerja mendominasi berwarna hitam dengan gaya santai seperti biasa, laki-laki itu mengetuk-ngetukkan jari-jarinya ke atas meja membiarkan sang adiknya untuk fokus menatap layar proyektor yang ada di depannya.


Disisi kanan terlihat Raisa duduk sambil sesekali memperhatikan beberapa foto dan juga kertas-kertas yang ada di atas meja.


Sedangkan disisi kirinya terlihat Isabella menarik beberapa lembar kertas yang ada di hadapannya dan memperhatikan kertas-kertas tersebut dengan seksama.


"Yakin jika pelaku nya adalah dia?"


Isabella bertanya kearah semua orang, menatap satu-persatu dari semua orang yang ada dihadapan nya itu.


"Dari segala kemungkinan bisa dipastikan dia pelaku nya"


Jawab Justin sambil mengeratkan rahangnya.


Dia hanya bisa menahan kemarahannya selama bertahun-tahun ini atas tragedi kematian yang menimpa Amora, dia menahan segala sesuatu karena tidak bisa mengungkapkan sedikit pun kasus pembunuhan sang kekasihnya.


Saat tiba di lokasi kejadian, realita nya semua bukti telah di hilangkan, semua kesalahan kala itu tertuju kepada Isabella tanpa hati.


Dia tahu bagaimana Amora mencoba menghubungi Dirinya malam itu, bagaimana Amora berusaha untuk mengirim kode SOS kepada dirinya, tapi tidak tahu kenapa semua histori panggilan dan pesan yang dikirim Amora seketika hilang tanpa bekas.


Karena itu kemarahan jelas menghantam dirinya, kecurigaan besar kala itu datang dari beberapa aspek, dia mencoba menguak kasus tersebut, mencari bukti yang hilang dan membiarkan Raisa masuk ke penjara melalui jalur belakang dan mencari tahu kebenaran soal Isabella.


Tapi seorang pengacara menekan keadaan dengan berbagai macam cara agar isabella menjadi tersangka utama kasus pembunuhan Amora.


Justin jelas marah besar.


Semakin banyak dia menggelontorkan uang, semakin sulit dia masuk ke dalam membuka kebenaran karena dia tahu pasti ada seseorang yang telah menyuap semua orang dan membiarkan orang-orang itu menerima uang dari Justin.


Hingga akhirnya Justin lebih memilih menghentikan aksinya, dia pada akhirnya mencoba bermain lembut bersama Aldi dibelakang semua orang.


Yah Aldi Terlihat begitu buruk didepan, realita nya laki-laki itu banyak membantu untuk menguak dan mengurangi informasi soal kematian Amora selama beberapa waktu.

__ADS_1


Mencoba memperingati tuan Santoso, Papa Isabella agar tidak bergerak gegabah, mengarahkan laki-laki itu agar pura-pura membuang Isabella dan tidak mempedulikan nya.


Dengan alasan agar tuan Santoso bisa mengorek informasi dari Meri secara perlahan.


Tapi sayang nya kesialan menghampiri laki-laki paruh baya tersebut.


Satu insiden mengerikan terjadi hingga membuat laki-laki itu mengalami hal yang cukup tragis.


"Setidaknya untuk melancarkan rencana, kita benar-benar harus mencari satu kandidat terbaik untuk membuat mereka masuk dan mampu membuka mulut mereka"


Ucap Isabella lagi.


Raisa terlihat mengembangkan senyuman nya.


"Karena itu untuk lebih menyakinkan semuanya, kita harus membuat dia mengakui sendiri perbuatan nya"


Jawab gadis itu sambil meraih sesuatu dari dalam sebuah map berwarna hitam.


"Aku cukup terkejut saat melihat dia, tapi ini bisa di jadikan umpan untuk memancing ikan agar keluar kepermukaan"


Justin awalnya tidak begitu peduli, dia menaikkan ujung alisnya Karena dia fikir ini ada di luar rencana nya.


"Kau memasukkan seseorang lagi ke dalam tim kita?"


Tanya nya sedikit keberatan.


"Aku dan Jefrey sudah memutuskan nya, dan dia akan menjadi kandidat sempurna untuk menjebak musuh agar buka mulut"


"Tapi memasukkan seseorang yang baru kedalam jelas beresiko tinggi"


Protes Justin lagi.


Raisa baru akan menjawab, tapi Jefrey dengan cepat memotong kata-kata nya.


"Tidak ingin melihat dulu siapa kandidat yang kami maksud?"

__ADS_1


Tanya laki-laki itu sambil menoleh kearah Justin.


Sang adik masih ingin bicara, tapi Jefrey kembali berkata.


"Kau tidak akan menyesal saat melihat siapa dia"


Setelah berkata begitu, Jefrey langsung membuang pandangannya.


"Aku jamin mata mu akan cukup terkejut melihat nya"


lanjut Jefrey lagi.


Justin terlihat diam, dia kemudian secara perlahan menarik lembaran kertas dan foto yang diberikan Raisa.


Seperti yang bisa semua orang duga, ekspresi awal Justin pasti biasa-biasa saja.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Berikut nya bisa dilihat bagaimana ekspresi wajah Justin mulai berubah drastis tanpa disangka-sangka.


Seketika bola mata Justin membulat tidak percaya, dia mencoba memperhatikan dengan seksama atas apa yang dilihat nya, mencoba menyakinkan diri soal penglihatan nya.


laki-laki itu langsung menatap ke arah Raisa lantas berpindah ke arah Jefrey.


"Apa kalian sedang mengerjai ku?"


Tanya Justin tiba-tiba.


"Ada apa ini?"


Dia tercekat setengah mati.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?"


__ADS_2