
Meri menatap berkas-berkas yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, dia mulai meraih semua berkas tersebut dan membacanya satu persatu.
Meneliti dokumen dan berkas-berkas tersebut untuk waktu yang cukup lama.
"Jadi dia minta untuk ikut terjun langsung dalam mengurus proyek kerjasama nya?"
Tanya Meri sambil menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"Iya, nyonya"
Jawab laki-laki itu cepat.
Sejenak Perempuan itu terlihat diam, dia menatap angka besar yang tertera di dalam salah satu lembaran kertas yang ada di tangan nya Tersebut.
Seulas senyuman langsung mengembang di balik bibirnya itu.
"Baik, itu bukan masalah"
Ucap perempuan itu cepat sambil meraih pulpen yang ada di Atas meja nya, Meri seketika langsung menandatangani satu persatu kertas yang ada di hadapannya itu.
"Selama tuan mu menyukainya, aku tidak begitu keberatan dengan semuanya"
Meri bicara sambil tangannya masih terus sibuk Bergerak di atas lembar demi lembar kertas kerja sama proyek terbaru nya itu.
Mereka membutuhkan investor untuk proyek terbaru miliknya, cukup sulit mendapatkan investor dimasa pandemi dan krisis seperti saat ini, begitu dia mendapat kan Kamar Seseorang bersedia menjadi investor dan menanamkan saham cukup besar ke perusahaan mereka, Meri jelas saja kegirangan.
__ADS_1
Bagi nya satu keberuntungan besar saat dia mendapat kan apa yang dia inginkan,apalagi dia memang membutuhkan seseorang yang bisa membuat perusahaan Santoso berkembang lebih jauh lagi.
"Dia bisa masuk ke perusahaan kapan sesuai dengan apa yang dia inginkan"
Setelah berkata begitu, Meri mengembangkan senyuman liciknya, dia menatap senang kearah laki-laki di hadapannya itu.
Dia menyerahkan berkas-berkas yang telah ditandatangani oleh nya ke pada laki-laki tersebut.
"Baik, nyonya"
Jawab laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.
*********
Bola mata Isabella terus fokus memperhatikan gerakan perempuan dan laki-laki dihadapan nya.
Meri, sang Mama tiri kejam nya terlihat sedang berdiskusi dan mencoba untuk menyepakati kerja sama yang dibuat wanita itu demi bisa mendapatkan investor sesuai dengan keinginan nya.
Di samping Isabella, Jefrey terlihat duduk begitu Santai di atas kursi sofa dimana Isabella yang terus memantau layar dihadapan nya itu.
Sejenak Isabella memejamkan bola matanya, dia mencoba mendengarkan kan percakapan yang ada di seberang sana.
"Katakan pada nya jika aku ingin kau ikut terjun langsung kedalam proyek nya"
Isabella bicara cepat ke balik headset bluetooth nya, dia membiarkan laki-laki didalam layar laptop tersebut untuk mewakili dirinya berkata atas apa yang dia ingin kan.
__ADS_1
Begitu perintah di suarakan, sang laki-laki tersebut langsung menyampaikan permintaan Isabella kepada Meri.
Cukup lama dia menunggu jawaban nya hingga akhirnya Meri.Menyetujui syarat yang di ajukan oleh laki-laki tersebut.
Seulas senyuman jelas langsung mengembang di balik bibir Meri kala itu.
Isabella terlihat melirik ke arah Jefrey.
"Kau mendapat nya baby"
Ucap Jefrey sambil mengembangkan senyuman nya.
"Begitu masuk ke Santoso, itu adalah kesempatan kamu untuk mengubah segalanya, kamu bisa memanfaatkan situasi ketika aku nanti melakukan hal mengerikan untuk wanita itu, akan aku pastikan Para pemegang meninggalkan dia dan Meri mau tidak mau terus bergantung kepada Kamu"
Setelah berkata begitu, Jefrey kembali menatap wajah Isabella yang terlihat begitu puas dengan apa yang dia lakukan.
Jefrey langsung menyentuh lembut ujung kepala Isabella.
"Ini waktu nya membalaskan semua rasa sakit hati mu kepada mereka"
Bisik laki-laki itu kemudian langsung meraih tubuh Isabella agar masuk kedalam pelukan nya.
"Terimakasih, sayang"
Ucap Isabella kemudian membiarkan tubuhnya masuk kedalam dekapan hangat sang suami nya.
__ADS_1