
Kembali ke masa kini
Isabella tampak diam tidak bergeming setelah dia mendengar kan cerita Justin soal masa lalu.
Dia jelas butuh kejelasan, karena itu Isabella menghubungi Justin, dan rupanya laki-laki itu ada di Palembang juga bersama Jefrey.
Laki-laki itu pada akhirnya mau tidak mau bercerita.
Alasan Dimana Aldi menikung nya karena alasan Papa nya, dimana kesalahpahaman Raisa terus berkembang, dimana Amora tiba-tiba meninggal dan dia menjadi tersangka pembunuhan nya,dimana Jefrey tidak bisa bergerak karena permintaan kakak nya dan tekanan kiri kanan harus menikahi Raisa.
Kini dia tahu kenapa Setelah pernikahan mereka Aldi langsung memilih untuk meninggalkan nya di tempat yang berbeda dan tidak menyentuh nya tapi sayangnya dia tidak bisa bergerak dengan baik setelah perceraian mereka, sebab Mayang dan Meri Bergerak cepat mengeluarkan dirinya dari kehidupan Aldi dan dari keluarga Santoso.
"Aldi cukup gelagapan mencari keberadaan kamu yang disembunyikan oleh mayang dan Meri, dia terpaksa mengikuti permainan Mayang untuk bisa mempertahankan kehidupan kamu"
Ucap Justin pelan.
"Dia telah berjanji pada Papa nya untuk tidak menyentuh milik Paman nya dan mengembalikan kamu pada tempat yang seharusnya, tapi rencana nya semakin bertambah kacau saat tiba-tiba malam tragedi berdarah itu terjadi"
Sejenak justin terdiam, dia membalik kan tubuhnya ke arah dinding.
Laki-laki itu mencoba menahan air matanya.
"Kematian Amora menjadi pukulan berat untuk kami, dan kasus pembunuhan nya naik ke permukaan kemudian kamu menjadi tersangka utama nya"
Justin kembali bicara sambil berusaha menarik nafasnya pelan.
"Kecurigaan jelas juga mengarah kepada Aldi kala itu, tapi keluarga Van Efron menjamin diri nya"
__ADS_1
"Di sanalah kesalahpahaman antara Justin, Jefrey dan Raisa semakin menjadi dan memuncak"
Jefrey benar-benar marah saat tahu kamu menjadi tersangka pembunuhan, Raisa tidak lagi mempercayai Aldi, dimulai dari malam de..Sahan di kamar Aldi hingga kematian adik perempuan nya yang menyeret nama Aldi, mereka bertiga benar-benar berada pada puncak konflik yang besar"
"Aku terpaksa berdiri di tengah-tengah hingga semua kasus bisa terbuka, mengajak mereka bekerja sama dari sisi yang berbeda tanpa diketahui oleh mereka masing-masing"
"Kamu mengerti maksud aku bukan?"
Tanya Justin kepada dirinya.
Isabella mengangguk kan kepala nya.
Dia paham maksud ucapan Justin.
Laki-laki itu membuat kesepakatan dengan masing-masing orang, membuat sebuah kerjasama untuk memecahkan kasus kematian Amora dan menyelamatkan dirinya juga membalaskan dendam pada Mayang dan Meri.
Bekerja sama pada ketiga orang itu tapi tanpa diketahui oleh masing-masing pihak.
"Lalu kamu yakin mayang dan Meri pelaku pembunuh Amora?"
Tanya Isabella pelan.
Justin terlihat diam.
"Aku masih belum berani menyimpulkan, yang Menjebak mu jelas Mayang dan Meri, tapi yang membunuh Amora aku belum menemukan bukti konkret nya"
Saat Justin berkata begitu, Isabella terlihat diam untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Dia mencoba mengingat-ingat pertemuan dia dengan gadis itu di masa lalu.
Amora?!.
Begitu dia melihat foto nya isabella mulai ingat dengan gadis tersebut, benar itu adalah gadis yang tubuhnya bersimbah darah, tergeletak tepat di samping nya.
Dan... Seperti nya mereka pernah bertemu di acara fashion show topeng saat itu.
"Apa kamu yakin Meri dan mayang membawa mu tanpa ada orang dibelakang mereka?"
Tiba-tiba pertanyaan Justin mengejutkan Dirinya.
"Bagaimana?"
Tanya isabella cepat.
"Bukankah aneh jika Meri dan mayang bisa menyusun Segala sesuatu dengan baik untuk mendepak mu dari keluarga Santoso? tidak kah kamu berfikir kematian Mama mu cukup aneh dimasa lalu? tidakkah kamu merasa jika ada orang lain yang bekerja di balik layar mereka?"
Mendengar ucapan Justin Seketika isabella membulatkan bola matanya, dia menatap Justin sambil mengerutkan keningnya.
Seseorang dibalik layar? kematian Mama nya?.
Isabella mencoba menatap ke arah meja di mana beberapa foto terlihat berceceran dimana-mana.
Tiba-tiba dia ingat ucapan seseorang dimalam kematian sang Mama.
"Aku fikir, aku melihat seseorang masuk ke kamar nyonya sebelum nyonya menghembuskan nafas terakhirnya"
__ADS_1
Seketika Isabella tercekat, dia kembali menatap Justin dengan jutaan pemikiran.
Mungkinkah?!.