Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Lebih awal dari rencana


__ADS_3

Prancis


Le Meurice Hotel


Winter


20.40 malam


Jefrey terlihat mengembang kan senyuman nya saat melihat Isabella meringkuk dibalik selimut nya, dia tahu datang ke Paris di dalam suasana musim dingin akan sangat menyenangkan tapi tidak untuk seorang Isabella yang cukup tidak suka dengan suasana dingin berlebihan.


Sang istri cukup kesulitan menghadapi cuaca dingin yang berlebihan, sebab tempat terbaik untuk perempuan itu ketika dingin hanya meringkuk di atas kasurnya.


Isabella lebih memilih membersihkan tubuhnya secara extra cepat setelah mereka tiba tadi, kemudian langsung meringkuk dibalik selimut tanpa bicara apa-apa lagi.


Realita nya Jefrey Sengaja membawa Isabella untuk perjalanan ini, Sembari mengambil aktifitas berbulan madu mereka yang tertunda.


Dan mereka memundurkan jadwal seharusnya menjadi 4 hari lebih awal dari jadwal yang telah direncanakan.


Harvey terpaksa tidak bisa ikut karena jadwal sekolah putra nya mulai memadat.


"Apa itu tidak apa-apa tanpa. Harvey? aku fikir itu tidak adil"


Kala itu Isabella mengeluh karena keberatan Harvey terpaksa tinggal di Indonesia.


"Bukan masalah, karena ini untuk perjalanan membuka kasus pembunuhan Amora dan untuk membersihkan nama kamu, membawa Harvey akan cukup membuat kita khawatir"


Jawab Jefrey sambil membujuk sang istri nya.


"Tapi J..."

__ADS_1


Sang istri ingin sekali memperpanjang protesan nya, tapi Jefrey selalu punya cara untuk membujuk perempuan kesayangan nya itu.


Melihat sang istri masih meringkuk didalam selimut hangat nya, Jefrey langsung melesat masuk ke kamar mandi memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Dia fikir perjalanan panjang Indonesia-prancis jelas cukup membuat lelah dan penat dirinya juga tubuh nya.


Dia juga butuh membuat tubuh nya nyaman dan rileks, kemudian baru memikirkan apa hal selanjutnya yang akan dia lakukan.


cukup lama laki-laki itu berada di kamar mandi, membersihkan dan menyegarkan tubuhnya dari sisa-sisa rasa lelah yang menghantam dirinya.


Hingga akhirnya setelah menyelesaikan sesi membersihkan dirinya, Jefrey langsung melesat keluar dari kamar mandi dan memilih mengganti pakaian nya dengan cepat.


Dia mulai menyalakan penghangat ruangan yang telah di sediakan khusus dari hotel tersebut.


Kemudian laki-laki itu secara perlahan mulai naik ke atas kasur mereka secara perlahan, ikut masuk ke dalam Selimut hangat dimana sang istri telah meringkuk lebih dulu disana.


Tidak ada pergerakan sama sekali.


Jefrey mencium lembut bahu milik sang istri nya.


"Kamu tidak ingin mendapatkan makan malam lebih dulu?"


Bisik Jefrey dibalik telinga Isabella.


pada akhirnya sang istri menggeliat pelan, membiarkan Jefrey semakin mempererat pelukannya ketika dia bergerak secara perlahan.


Alih-alih menjawab, Isabella mengeluh pelan.


"Cuaca nya cukup dingin"

__ADS_1


Ucap nya sambil membiarkan Jefrey semakin merapatkan tubuh nya, memeluk erat dirinya hingga rasa hangat mulai menyeruak didalam tubuh nya.


"Penghangat nya baru dinyalakan, sebentar lagi akan terasa hangat"


Bisik Jefrey lagi.


"Hmmm"


Isabella mencoba kembali memejamkan bola matanya.


"Menghadap lah kemari hmmm"


pinta Jefrey pelan.


Sejenak Isabella diam, tidak bergerak dari posisi nya. Kemudian Perempuan itu secara perlahan mulai membalikkan tubuhnya, membiarkan posisi nya dan sang suami Saling berhadapan.


Ketika mereka sudah saling berhadapan, Jefrey menatap dalam bola mata sang istri nya.


"Belum mau mendapatkan makan malam? aku sudah meminta pelayan untuk membawa nya kemari tadi"


Jefrey bicara sambil menyentuh lembut pipi istri nya itu.


"Aku tidak merasa lapar"


Ucap Isabella kemudian kembali mencoba memejamkan bola matanya.


Jefri terlihat tersenyum melihat wajah istrinya itu, secara perlahan dia mendekati wajahnya ke wajah dan istri nya itu.


Kemudian dengan gerakan lembut dia membiarkan bibirnya menyentuh bibir indah sang istri nya dengan gerakan yang begitu Lembut.

__ADS_1


__ADS_2