JESSYANA LOVE STORY

JESSYANA LOVE STORY
BUAYA DARAT


__ADS_3

Josh menarik tangan gadis itu masuk ke dalam pub. Sebagai perayaan keberhasilan dirinya telah di terima oleh gadis itu. Dia mengajaknya menemui Jonathan.


“Aku tidak mau ikut  masuk, Josh!” renggeknya terus bergelayut di lengan kekar Josh. Dia terus menghentikan langkahnya saat akan masuk ke dalam pub itu.


“Ayolah, sebentar saja. Aku janji tidak akan lama kucing imutku,” Josh berkata sambil menarik lagi hidungnya. Namun, langkah kakinya makin besar melangkah masuk dalam pub tersebut. Mau tak mau Jessy ikut.


Tangannya masih saja terus bergelayut di lengan Josh. Membuat Josh terus memandanginya dengan berdebar bahagia. Selama ini jika gadis itu sedang bermanja dengannya, dia harus menekan dalam-dalam perasaannya. Sekarang dia sudah merasa bebas, karena gadisnya sudah resmi menjadi kekasihnya.


Josh membuka salah satu ruangan yang memang sudah pasti di sewa oleh Jonathan. Jessy membekap mulutnya saat melihat kelakuan kakaknya yang sedang asik memaju mundurkan tubuhnya di atas tubuh  salah seorang pelayan. Jonathan tampak begitu menikmati permainannya. Membuat Jessy sesaat merasakan desiran dalam tubuhnya. Josh yang menyadari datang disaat tak tepat dia memeluk tubuh gadis itu.


“Jangan dilihat lagi, kita kesana sebentar ya!” dia membawa Jessy ke sudut ruangan yang agak sedikit berjauhan dari kakaknya itu.


“Ihhh, kau ya! Jangan-jangan kau selama ini juga sama seperti kakak bejatku itu. Kau sering bermain-main seperti itu!” kesal hatinya. Dia curiga kalau Josh pun sering berbuat. Apalagi dia sering sekali datang bersama kakaknya ke tempat seperti itu.


“Aku tidak seperti itu, kucing!” dia mencoba merayu Jessy yang sedang merajuk sambil menarik hidungnya lagi.


“Sakit tahu. Kau pasti sedang berbohong. Kau pasti bersekongkol dengan kakakku. Tidak mungkinlah kau menolah paha dan dada mulus dari kucing pelayan itu!” dengusnya. Membalikkan  badan sambil melipat kedua tangannya.


“Oooww,  jangan bilang kau sedang cemburu padaku!” goda Josh.


“Cih, siapa juga yang cemburu!” Josh menarik tangannya dan membawa Jessy duduk. Dia menark tubuh Jessy ke pangkuannya.


“Kau menginginkannya? Kalau kau ingin mencobanya, aku bersedia menjadi test drive untukmu!” dia berkata lembut mengoda gadis itu. Tangannya sudah menyusup masuk ke area dua sensitif milik Jessy.


“Josh, kau!” deliknya. Mengentikan kedua tangan Josh yang mulai aktif membelai di area itu.


“Kenapa? Kau kan sudah resmi jadi pacarku, boleh dong sedikit aku minta!” ucapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Jessy.


“Oh, jadi ini alasanmu!” dia mengempas kasar kedua tangan Josh.


Dia marah. Merasa dilecehkan olehnya. Selama ini dia tahu, Josh tak pernah sedikitpun berpikir untuk melakukan hal-hal tabu seperti kakaknya itu.


Jonathan memang sudah terkenal dengan sebutan buaya darat, playboy cap ikan asin atau laki-laki yang tak pernah puas dengan satu wanita. Jonathan brengsek, tapi dia tak pernah sekalipun berpikir kalau Josh pun ketularannya sifat menyebalkan dari kakaknya itu. Josh tersenyum  geli setelah berhasil membuat marah dan menggoda gadis itu.

__ADS_1


“Hah, aku gagal. Ternyata aku tak cocok bersikap seperti Jonathan!” dia menghela nafasnya panjang dan menjatuhkan kepalanya di pundak gadis itu. Jessy hanya bisa menatapnya.


“Apa ini? Sedang apa kau? Kalian sunguh-sungguh berpacaran?” amukan suara dari Jonathan membuat mereka mengalihkan pandangannya


“Huh, langsung ketahuan! Tidak seru!” gerutu Josh. Tak sungkan dia membenarkan posisinya dan tetap membiarkan Jessy tetap berada dalam pangkuannya walaupun gadis itu berusaha keras untuk turun. Josh tetap tak mengizinkannya.


“Jadi, ini alasanmu keluar dari rumah? Supaya kau bebas berpacaran dan tidak ketahuan oleh mama, papi dan papa!” tuding Jonathan pada adik kecil kesayangannya itu.


“Heh, jangan asal bicara ya. Awas kau, akan kulaporkan sikapmu itu. Kau suka bermain-main dengan pelayan seperti tadi!” Jessy balik mengancam kakaknya.


“Hohoho, laporkan saja aku tidak takut. Lagipula hal seperti itu wajar, aku ini laki-laki. Papa dan papi juga pasti paham maksudku,” Jonathan tak takut dengan ancaman yang di layangkan adiknya  itu.


“Cih, pintar  sekali kau mencari alasan!” dengus Jessy kesal. Merasa kalah strategi dengan kakaknya.


“Memangnya aku perduli! Yang penting, aku bisa laporan sama mereka kalau kau keluar hanya untuk mendapatkan kebebasan!" Jo balik mengancam adiknya.


"Sudah, jangan ribut lagi. Dan kau, Jo jangan asal mengancamnya. Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu!" Josh jadi temeng secara rela untuk pacarnya.


"Hahaha, rasakan! Kena mental kau!" ledek Jessy.


"Arghhh, Josh!" seraya meminta perlindungan, dia melompat kedalam pelukan pacar barunya itu. Alhasil, Jonathan yang gemas hanya menggelitik tubuh adiknya dalam pelukan sahabatnya itu.


"Jaga baik-baik adikku, Josh. Sampai kutahu kau membuatnya menangis, habis kau!" Jonathan menunjukkan tinju besarnya kehadapan Josh.


"Iya, iya. Tenang saja. Dia ini kucing yang sangat imut, aku akan menjaganya dengan sangat baik, agar tak ada seorangpun yang mengambil dariku!" Josh mengacak rambut Jessy. Dia tengah meminum minuman dinginnya.


"Tentu saja, dia kan salah satu bibit unggul kami!" Jonathan membanggakan adik kembar semata wayangnya itu. Josh tersenyum bangga mendapatkan pujian seperti itu dari sahabatnya.


"Lalu, kau berencana membuka segel-nya kapan?" Jessy tersedak. Dia batuk-batuk saat mendengar ucapan absurd kakaknya. Dia bahkan berbicara tanpa dosa mengatakan hal yang masih Jessy anggap tabu.


"Aku sih tergantung kucingku ini, kalau dia memang mau. Sekarang pun aku bersedia, akan lebih cepat aku memberikan hak milikku. Supaya dia tak di ganggu gugat oleh orang lain!" ucapannya terdengar serius. Selintas memang Josh membayangkan wajah Albertho.


"Josh!" tangan Jessy mencubit pinggang Josh.

__ADS_1


"Aw, iya, iya. Maaf, aku tidak akan mengulangi!" ucapnya.


"Sudah, aku mau ke toilet dulu!" Jessy mencuri kesempatan, dia sudah tak bisa menahan buang air kecilnya lagi.


"Aku temani!" Josh angkat suara.


"Tidak usah. Aku tidak akan lama.” Jessy melenggang keluar dari ruangan VVIP yang di sewa kakaknya. Dia sedikit setengah berlari dan menutupi telinga ketika masuk toilet. Jessy melihat ponselnya. Dia melihat beberapa kali Albertho menghubunginya. Lalu dia membuka satu pesan masuk dari Albertho.


[Aku akan menyelesaikan  pekerjaanku.  Setelah  semua selesai, aku akan kembali mencarimu. Aku harap, saat itu kau sudah berpikir jenih soal hubungan kita. Aku benar-benar mencintaimu, Jess!]


Jessy menatap pesan itu dalam-dalam. Jujur hatinya saja masih bergetar saat membaca pesan singkatnya. Hatinya, sudah benar-benar terjerat oleh cinta satu malam Albertho.


Jangan bodoh Jess, ini hanya gombalan buaya darat. Kau jangan mempercayainya. Siapa dia saja kau tak tahu.


Jessy berjalan sedikit melamun setelah dia menerima pesan singkat tadi, hingga dia tak sadar tubuhnya menabrak dua orang laki-laki. Mereka mencengkram erat tangannya, baru Jessy sadar dari lamunanya.


“Hei, Nona manis kau sendirian saja? Daripada kau melamun seperti tadi, lebih baik kau temani kami saja!” dia di seret paksa oleh kedua orang tadi. Baru saja dia ingin berteriak, mulutnya sudah di bekap. Dia dibawa ke salah satu ruangan di tempat itu.


“Arggh!” Jessy memberikan perlawanan. Dia benar-benar terkejut. Bagaimana keadaaanya sekarang bisa bertemu dengan orang-orang tadi. Dia menyikut salah satu dari mereka. Namun, usahanya masih sia-sia, tubuh mungilnya tak sanggup melawan dua lelaki sekaligus apalagi mereka berbadan besar dan menyeramkan.


“Argh, tolong! Jangan mendekat, pergi sana!” Jessy berteriak dengan suara lantang, tapi sepertinya suaranya itu pun tak memperoleh hasil. Tidak ada seorang pun yang lewat ke ruangan itu atau menolongnya.


“Wah, semakin ganas bro! Membuatku semakin penasaran. dia pasti masih sangat mulus dan baru, sangat sayang untuk dilewatkan!” kata salah seorang. Dia terlihat tak sabar, bahkan sampai mengelap air liurnya yang menetes saat memandangi tubuh Jessy.


“Ti-tidak, aku mohon! Jangan sentuh aku, aku mohon. Kau pasti menginginkan uang kan? Akan aku berikan asal kau melepaskan aku!” pekiknya. Dia benar-benar ketakutan. Tubuhnta bergetar dengan sangat hebat. Bukan jawaban yang Jess dapatakan. Dia malah merasakan pipi terasa terbakar. Panas dan sakit sekali saat salah seorang dari mereka menampar wajah mulus Jessy dengan sangat keras.


“Kau pikir kami kekurangan uang, hah!” lagi dan. Srek! Baju bagian depan Jessy sudah di robek oleh salah seorang dari mereka.


“Daripada uang itu, kami lebih tertarik dengan tubuhmu itu!” satu dorongan keras membuat tubuh Jessy terhempas di lantai. Dan salah satu dari mereka memegangi tubuhnya dan yang satu lagi sudah bersiap membuka celananya, berada di atas tubuh Jessy.


“Ma-mama ... huhuhu, mama, tolong aku!” entah kenapa Jessy malah memanggil nama mamanya. Dan satu keajaiban muncul. Dia melihat sesorang mendobrak pintu. Masuk dan menarik tubuh pria yang berada di atas tubuhnya.


Jessy setengah dalam kesadarannya yang linglung, dia melihat orang itu memukul para laki-laki tadi bertubi-tubi hingga membuat mereka kocar kacir di buatnya. Jessy yang benar-benar sudah kehilangan tenaganya, dia hanya bisa terkulai dengan lemas. Pingsan dalam pelukan laki-laki yang menolongnya.

__ADS_1


***


Halo, terima kasih sudah mampir di novel terbaruku. Jangan lupa tinggalkan like, komentar terbaikmu, love dan rate 5-nya ya. Dukungan dari kalian sangatlah berharga untukku. Ada novel lain yang berjudul, "Mr. Arrogant's Baby" jangan lupa mampir ya, di jamin sama serunya loh...


__ADS_2