JESSYANA LOVE STORY

JESSYANA LOVE STORY
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Jessy memaafkan semua kesalahan yang telah di perbuat Alan. Dia tak ingin ada dendam atau apapun lagi. Dia benar-benar sudah ikhlas.


“Pergilah, aku mohon. Dan aku putuskan hari ini aku berhenti magang. Aku ingin semuanya tenang dan tak ada masalah apapun!” tegas dan jelas dia mengambil semua keputusan. Alan hanya bisa pasrah menerima semua putusan yang diberikan Jessy. Sudah sangat bersyukur baginya dia tidak di laporkan kepada pihak yang berwajib.


“Kau sungguh memaafakannya?”


“Uhm, aku tidak ingin hatiku di selimuti oleh kebencian. Bagaimanapun dia tidak bersalah. Dia hanya jadi kaki tangan ibunya untuk membalas dendam!’ Jessy tersenyum setelah melepaskan semua keresahan dalam hatinya. Dia sudah tak penasaran lagi.


“Apa ini?” Josh kembali mempertanyakan baju yang dikenakaan kekasihnya berbeda.


“Ah, itu!” mati kutu sudah Jessy dengan pertanyaan pacarnya itu.


“Katakan!” tanpa ragu dia membuka baju kekasihnya itu.


“Apa ini? Dia melakukan ini padamu. Benar-benar mau kuhajar sampai mati dia, seenaknnya mengganggu milik orang lain!" Josh akan menghampiri pintu, berniat memberi pelajaran kembali pada Alan.


“Sudah, Josh. Jangan marah lagi! Lebih baik, kau temani aku mandi!” bisik Jessy.


“Mandi?” kesempatan langka yang tak mungkin dia lewatkan begitu saja. Apalagi gadis itu yang memberikan tawaran. Dia tak mungkin menolaknya.


“Bolehkah, sekarang aku meminta lebih?” Josh meminta izin untuk hal lainnya.


“Tidak! Aku tidak akan mengizinkannya. Tidak boleh!” tetap tegas Jessy dengan keputusannya.


Dia tetap mempertahankan mahkota miliknya hanya untuk seseorang yang sudah benar-benar dia yakini akan menjadikannya sebagai pasangan selamanya. Dia tak ingin Josh sampai mengetahui kalau hatinya masih belum utuh miliknya.

__ADS_1


***


Waktu berlalu begitu cepat. Jessy kembali ke rumahnya. Dia tak ingin lagi menjalankan misi mandirinya. Bukan berarti dia takut, melainkan untuk saat ini dia membutuhkan sedikit waktu untuk menenangkan hatinya.


“Wah, kau sudah benar-benar pulang sayang?” Haiden yang menyambut kedatangan putri kesayangannya di depan pintu.


“Aku kangen!” Jessy memeluk orangtuanya secara bergantian.


“Makan malam kita akan ramai lagi, sayang!” Willy menyela berbicara.


“Uhm, ayo kita masuk!" Dominique mengandeng masuk anaknya ke dalam rumah. Suasana makan malam sangat  ramai dengan Dominique, Haiden, Willy, Jessy dan Jonathan berkumpul bersama.


“Pah, Pih, Mah, apa kalian tahu?” Jonathan tiba-tiba bersuara saat mereka sudah berkumpul di ruang keluarga. Jessy mendelikkan mata. Dia sedang bermanja dalam pelukan papa-nya.


"Adikku ini sekarang sudah punya pacar loh!" Dia melirik Jessy yang terlihat kalang kabut. Dia sebenarnya belum ingin menceritakan soal hubungannya dengan Josh.


"Pa-pacar? Siapa dia? Berani sekali dia merebut putri kesayanganku!" Haiden menghempaskan pelukan anaknya. Berdiri sambil berkacak pinggang. Mendelikkan matanya pada Jessy yang sudah terlihat pucat dengan sekali tatapan yang diberikan oleh ayahnya itu.


"Papa, Papi, dan Mama mengenalnya kok! Kalian benar-banar tidak akan menyangka siapa orangnya!" Jonathan terlihat mengompori keluarganya. Jessy sudah merah padam di buat tak menentu oleh kakaknya itu.


"Jo, awas kau ya!" delik Jess, dia ingin sekali mengamuk. Namun, setelah dia melihat ayahnya masih mendelikkan mata dengan tajam, dia mengurungkannya.


"Katakan siapa dia, Jo? Papa akan memberikan dia pelajaran lebih dulu sebelum dia masuk ke keluarga besar kita!" Willy pun tak kuasa menahan amarah. Dia berpikir, Jessy masih sangatlah kecil di mata mereka.


"Dia, anak sahabatmu sendiri kok!" cetus Jonathan membocorkannya.

__ADS_1


"Siapa? Jangan pakai kode-kodean tidak jelas!" Haiden terlihat benar-benar tak sabar. Dia penasaran dengan pacar anaknya.


"Jadi, misi sebenarnya kau keluar dari rumah itu bukan mau belajar mandiri, tapi mau belajar pacaran?" Kini ibunya yang bersuara lantang. Dia meradang. Sedikit  kesal karena merasa di bohongi oleh anak perempuan satu-satunya itu.


Tuduhan dari ibunya langsung menusuk jantung Jessy. Seolah ribuan anak panah berbarengan menancap di jantungnya.


"Mama, tidak seperti itu. Semua tidak seperti yang kalian pikirkan! Aku benar-benar menjalankan misiku kok. Aku benar-benar magang di hotel. Lihatlah, Ma, tanganku kasar nih!" Dia yang menunjukkan tangannya yang sedikit pecah-pecah karena terkena sabun saat mencuci piring. Dominique menyentuh tangan anaknya yang terasa sangat kasar.


"Memangnya kau berkerja seperti apa di sana?" selak Willy yang penasaran anaknya melakukan misi pekerjaan terselubung seperti apa.


"Aku di sana mencuci piring, menyapu, mengepel, pokoknya berbagai macam pekerjaan aku lakukan di sana!" cetus Jessy bersemangat saat menceritakan soal pekerjaannya.


"Apa kau bilang??" Haiden menggebrak meja dengan sangat keras. Matanya mendelik menahan amarah yang lebih besar dari sekedar tahu anaknya berpacaran.


Jessy memukuli mulutnya yang serampangan berbicara. Dia shock saat melihat ayahnya benar-benar emosi. Aduh, Jessy mulut besarmu itu, habislah kau!


"Dan kau, Jo. Apa saja yang kau lakukan sampai kau tak tahu adikmu mengerjakan pekerjaan serendah itu! Kemana saja kau?" amuk  Haiden berkata seolah pekerjaan yang dilakukan anaknya adalah pekerjaan yang kotor.


"Hah, kau gila, Jess. Kenapa kau tidak pernah cerita padaku!"  kini  Jonathan kesal dan marah karena merasa telah dikhianati mentah-mentah oleh adik dan sahabatnya. Dia sudah di bodohi oleh keduanya.


"Kau tahu di mana adikmu bekerja kan, Jo? Bawa beberapa pengawal dan traktor untuk menghancurkan tempat itu. Aku mau tempat itu rata dengan tanah. Berani sekali dia menjadikan anak dari Aramgyan Corporate sebagai pembantu. Mereka benar-benar sudah bosan bekerja di bidangnya!" Jessy panik. Dia tak ingin  orang yang tak bersalah terkena imbas darinya.


***


Halo, terima kasih sudah mampir di novel terbaruku. Jangan lupa tinggalkan like, komentar terbaikmu, love dan rate 5-nya ya. Dukungan dari kalian sangatlah berharga untukku. Ada novel lain yang berjudul, "Mr. Arrogant's Baby" jangan lupa mampir ya, di jamin sama serunya loh...

__ADS_1


__ADS_2