JESSYANA LOVE STORY

JESSYANA LOVE STORY
TIDAK AKAN PERNAH MEMAKSA


__ADS_3

"Argghhh! Jangan dong, Pah. Iya, maafkan aku, Pah. Aku memang salah!" Jessy melompat ke lengan ayahnya. Mencoba membujuk dan meluluhkan hatinya.


"Tidak! Bisa-bisa kau mempermalukan nama keluarga. Aku kan sudah bilang, kalau kau ingin magang pilihlah anak cabang dari perusahaan papa atau papimu itu." Sangat susah membujuk hati Haiden.


"Mama, tolong aku. Tolong katakan pada papa, aku di sana baik-baik saja kok. Mereka semua banyak mengajarkanku hal-hal baik. Aku tidak bisa merasakan kebersamaan dan mereka tak membedakan kami. Mah, tolonglah. Tolong bicara sama Papa. Jangan melakukan hal buruk!" Dominique tersenyum bangga mendengar ucapan dari putrinya yang selalu saja dia di anggap seperti anak kecil.


"Iden, sudahlah. Aku rasa itu tak seburuk pemikiran kita. Lihatlah juga putri kecil kita sudah tumbuh menjadi dewasa!" Dominique berkata sambil berjalan mendekati suaminya. Mengusap lengannya.


"Dia tumbuh menjadi putri kita yang cantik dan berbakti, sayang!" tambah Dominique.


"Hah, mau kau atau dia. Keduanya sama saja. Selalu bersikap seperti ini. Anggaplah aku tidak bicara tadi!" Haiden


mengalah untuk kebahagiaan putrinya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, apapun keinginan putrinya akan dia turuti tanpa syarat. Dia hanya menginginkan kebahagiaan putrinya.


"Duh, duh, yang naik tingkat menjadi dewasa!" Goda Jonathan.


"Argghhh. Jo, awas kau ya! Semua ini gara-gara mulut embermu itu!" Jessy berteriak keras.


"Sssttt, sudah, sudah. Tidak usah di bahas lagi," Willy pun ikut berbicara.


"Terima kasih banyak ya, Pah!" Jessy  menggosokkan kepala di lengan ayahnya.


"Jadi, siapa orang yang sedang dekat dengan-mu, Jessy?" kembali dia menanyakan orang yang sedang dekat dengan Jessy. Obrolan tadi sempat terputus karena masalah pekerjaan yang di bahas oleh putrinya.


"Ah, itu, itu!" Jessy menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Dia, Josh, Pah!" kembali Jonathan menyelak bicara.


"Jooo!" Deliknya.


"Maksudnya, Josh, putra dari John dan Sophie?" Kini will yang menyambar bicara.


"Benar sekali, Papi! Sepertinya, adikku  yang cantik ini akan segera menikah!" Jonathan kembali menjadi kompor gas untuk adiknya itu.


"Jo. Diam kau!" Jessy berkerucut bibirnya.


"Loh, loh. Memang itu kenyataan, kenapa kau harus menutupinya sih?" Jonathan yang tak mau kalah berbicara dengan adik kembarnya itu.


"Kau serius dengannya, Jess?" Kini Haiden berkata, dia ingin mengetahui isi hati anaknya.


"Uhm, itu ... kami sedang mencobanya, Pah, tapi jika suatu hari hasilnya berbeda. Kami tidak akan saling memaksakan. Ini sudah menjadi perjanjian di antara kami!" Jessy memberikan penegasan hubungannya pada keluarga.


Mereka sudah pernah merasakan derita cinta. Baik itu senang, sedih, ditinggalkan atau di lupakan sementara waktu oleh orang terkasih mereka. Bagi mereka, cukup rasa sakit dan kecewa itu hanya berada dalam lingkaran mereka, tidak perlu sampai menjalar pada anak-anaknya. Mereka benar-benar anaknya berbahagia.


"Oh, ya sayang apa kau mendengar kabar terbaru dari, Terry? Sepertinya anak itu sudah benar-benar melupakan kita. Bahkan kabar atau pesan pun tak pernah sampai sejak dua tahun dia tinggal di sana sampai sekarang. Anak itu baik-baik saja kan sayang?" Haiden kepikiran soal Terry.


Terry tiba-tiba memutuskan komunikasi dengan mereka. Dia ingin lebih focus membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Jadi soal kabar dan bagaimana rupanya sekarang mereka bahkan tidak tahu.


"Mama Marina bilang, dia memang sangat sibuk, tapi sepertinya mama Marina bilang, Terry akan kembali ke sini. Mereka bilang, Terry akan menetap karena suatu hal yang tak bisa lepaskan," jelas Dominique.


"Rupanya anak kita itu sudah benar-benar membangun kerajaan sendiri. Bahkan dia tak sedikit pun membiarkan sedikit kesempatan menghilang begitu saja dari tangannya. Dia mewarisi darah-darah kita. Pebisnis sejati!" Willy yang berbangga menyombongkan dirinya.

__ADS_1


"Itu anakku, Bunarco!" cetus Haiden yang tak mau kalah bersaing dengan mantan rivalnya itu.


"Haduduh, kalian mulai lagi deh. Sudah jangan berdebat. Terry itu anak kalian berdua!" tegas istri mereka yang matanya sudah akan keluar ketika mendengar pertengkaran.


Jonathan dan Jessy hanya mencuri dengar saja. Mereka memang tahu soal Terry. Namun, bayangan soal wajah Terry seperti apa tidak dapat di ingat mereka. Mereka masih terlampau bayi yang sangat kecil untuk mengingat kejadian itu.


"Tepatnya kapan sayang? Aku ingin  menyambut kedatangannya. Jangan sampai kita kehilangan momen keluarga untuk berkumpul bersama," Haiden berkata. Dia memang sekarang lebih mementingkan hubungan keluarga. Lebih sering di rumah dan mengurus semua pekerjaannya di ruang kerjanya. Dia tak ingin sekali pun kehilangan momen-momen berharga untuk mereka.


"Dia akan mengabari kita sayang. Kau tidak perlu khawatir. Memangnya kau ingin menjemputnya di bandara?" Dominique menanyakan hal kepada suaminya.


"Kalau aku bisa jemput, aku pasti bisa menjemputnya, tapi kalau tidak bisa masih ada Jonathan atau Jessy. Mereka pasti bisa meluangkan waktunya. Benarkan Jo, Jess?" Haiden melayangkan pandangan matanya kepada anaknya yang Jo sedang asik dengan ponselnya, sedangkan Jessy matanya tak beralih dari drama korea yang sedang di tontonnya.


"Selama aku tidak ada kuliah atau urusan, aku oke, Pah!" sahut Jonathan.


"Kalau aku tergantung mood ya, Pah," kekeh Jessy menunjukkan sederet gigi putihnya. Getaran di ponsel Jessy membuatnya beranjak dari duduknya. Dia tahu pasti Josh yang menelpon dan tak ingin siapa pun dari mereka menguping obrolannya.


"Aku ke kamar dulu, ya, Pah, Pih, Ma!" pamit Jess malu-malu.


"Dududu, yang pacarnya telpon!" goda Jonathan. Namun, gadis itu tak menghiraukannya. Dia segera berlari ke tangga menuju kamarnya.


Dia membuka layar ponselnya sambil tersenyum. Namun, sedetik kemudian senyumannya sirna saat dia membaca pesan chat dari seseorang yang tak pernah dia harapkan.


[Sayang, aku kembali. Tunggulah, kita pasti akan segera bertemu.]


 ***

__ADS_1


Halo, terima kasih sudah mampir di novel terbaruku. Jangan lupa tinggalkan like, komentar terbaikmu, love dan rate 5-nya ya. Dukungan dari kalian sangatlah berharga untukku. Ada novel lain yang berjudul, "Mr. Arrogant's Baby" jangan lupa mampir ya, di jamin sama serunya loh...


__ADS_2