
Jessy menarik tubuhnya, “Namaku, Jessyana Estimo. Kau, bisa memanggilku, Jess atau Jessy atau apapun. Senang berjumpa dengan lelaki bertanggung jawab sepertimu!” ucapnya. Memperkenalkan diri. Albertho mengecup kening Jessy dengan bahagia.
Mobil Albertho berhenti di apatemen sewaannya, “Kau tinggal disini?” tanyanya. Jessy mengangguk. Matanya berkeliling dan langsung menangkap satu mobil yang sudah bertengger. Dan dia melihat laki-laki itu ada disana.
“Aku ikut!” dia yang tak ingin melepaskannya bersama dengan gadis itu.
“Ta-tapi,” wajah Jess berubah. Dia tahu, Josh sudah menunggunya dengan sangat gelisah.
“Kenapa? Apa aku tidak boleh berkenalan dengan teman—mu itu?” wajahnya ketus. Tak suka dengan penolakan yang gadis itu lontarkan.
“Bukan begitu, hanya saja, aku belum—,” ucapanya terpotong saat Josh mengetuk kaca mobilnya. Josh yang menyadari kehadiran mobil lain pun curiga, dia yakin Jessy ada di daalm mobil itu. Malang tak bisa Jess hindari. Mau tak mau dia membuka pintu mobil dan turun.
“Jess, kau tidak apa-apa?” Josh yang langsung menarik tubuh gadis itu saat melihatnya turun dan mendekap tubuh gadis itu dengan sangat eret. Josh benar-banar khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya.
“Aku tidak apa-apa, Josh. Lihatlah, aku pulang dengan selamat!” ucapnya. Sedetik kemudian Josh melepaskan pelukannya karena dia melihat ada seorang laki-laki dibelakang gadis itu yang ikut turun dengannya. Laki-laki yang sempat bertemu dengan mereka siang tadi. Dan menumpahkan ice kopi di baju Jessy.
Albertho menatap geram. Kedua tangannya mengepal dengan sangat erat. Hatinya bergelut, rasanya sudah tak sabar dia ingin meninju habis-habisan Josh. Dia marah. Karena barang yang dia sukai dan sudah resmi menjadi miliknya di sentuh orang lain. Josh melihat keadaan Jessy. Dia hanya mengenakan kemeja kebesaran.
“Dimana bajumu? Kenapa kau mengenakan baju seperti ini!” spontan dia melepaskan jaket dan segera menutupi kemeja Jessy. Dia tak bisa menghindari debarannya, saat Jessy mengenakan kemeja seperti itu. Dia sangat terlihat sexy dan menggairahkan di mata kaum laki-laki.
“Ah, aku kan tercebur di kolam renang Angelica. Bajuku basah dan dia menolongku!” Jessy melirik Albertho yang terlihat suram. Bahkan kesuramannya langsung tesengat di tengkuk Jessy.
“Oh, terima kasih kau sudah menolongnya. Dan, maaf berikan nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer uang untuk menggantikan kemeja yang dipakainya,” tanpa ragu Josh mengeluarkan ponsel. Menatapnya. Seolah memberitahu dalam bahasa laki-laki yang tidak dimengerti oleh Jessy, ini terakhir kalinya dia bertemu dengan Jessy.
__ADS_1
“Tidak perlu. Sudah kewajibanku, dia, sekara—“ Jessy langsung membekap mulutnya. Mendelik tajam padanya.
“Kau sebaiknya pulang saja dan terima kasih!” Jessy mendorong kasar tubuh Albertho agar segera masuk ke dalam mobilnya.
“Aku pastikan kau membayar dua kali lipat atas perlakuanmu ini!” tangannya menarik tubuh Jessy dan berbisik di telinganya.
“Iya, iya. Oke. Kau pulanglah sekarang!” Jessy menutup pintu dan mengetuk kaca sopir agar dia menjalankan mobilnya.
Huh, hampir saja dia kelepasan. Sangat berbahaya kalau Josh sampai tahu! Jessy berkata dalam hati, Namun, dia merasakan tubuhnya melayang di udara. Josh mengangkat tubuhnya seperti ala pengantin baru. Membuka pintu mobilnya dan menyuruh Jess mengambil clouth yang ada di mobilnya.
“Ini, Sabrina yang memberikan?”
“Uhm!”
“Dia, hanya bilang, sepertinya Natasya mendorongmu ke kolam dan aku pastikan akan membuat perhitungan dengan mereka!” Josh menurunkan tubuhnya yang bertelanjang kaki ke lantai.
“Ja-jangan. Tidak usah!” dia mencoba menarik lengan Josh. Merayunya dengan wajah sedih.
Astaga, gadis nakal ini bisa-bisa dia menggodak tanpa rasa bersalah. Apa dia tak pernah berfikir kala dia manis, imut dan menggemaskan. Siapapun yang melihat pasti tidak akan tahan! kening Josh berkerut kesal menatap gadis itu. Dia berpikir kalau gadis itu pun dengan sengaja menunjukkan wajah seperti itu dihadapan laki-laki yang baru dikenalnya itu.
“Cepat, ganti baju. Mataku sakit melihatmu memakai itu!” dengusnya mengalihkan pandangan dan mengbah topik pembicaraannya.
“Iya, iya!” gadis itu berlari kecik ke lemari bajunya dan menarik asal salah satu baju tidurnya.
__ADS_1
“Aku sudah memesankan makanan, mungkin sebentar lagi akan data—,” Josh menyemburkan air yang sedang di minumnya saat melihat Jessy keluar mengenakan lingerie berwarna hitam. Josh membekap mulutnya. Dan meremas wajah merahnya dengan kasar. Harusnya jika rencana malam ini tidak gagal. Dia sudah berhasil menyatakan cintanya dan malam ini akan menjadi malam istimewa baginya.
Suara bel berbunyi,”Kau, tunggu di situ!” deliknya. Dia tak akan mungkin membiarkan Jessy keluar hanya dengan mengenakan pakaian begit. Jessy menaikan bahunya. Melompat ke sofa dan menyalahkan tv. Jessy bersikap biasa saja karena dia menganggap Josh seperti kakak laki-lakinya sendiri.
“Hemm, harumnya! Ini pasti ayam goreng itu kan ...” Jessy tak sabar melipat kedua kakinya di sofa dan Josh duduk berhadapan dengannya. Josh paling tahu makanan kesukaan gadis itu. Ayam goreng. Sambil sesekali Josh menelan salivanya saat melihat Jessy yang makan dengan sangat lahap tanpa memperhatikan kedua area sensitifnya terus bergoyang.
“Pelan-pelan makannya. Tidak akan ada yang berebutan makan denganmu!” cetusnya. Mengigil sedotan dan menyedot air soda agar kepalanya tetap terasa dingin.
“Kau mau menginap?” tanyanya membuat Josh kembali tersedak. Kau benar-benar sedang menggodaku, Jess. Kau tidak tahu kan kalau perkataanmu itu sama saja dengan mengajakku untuk menyentuhmu.
“Tidak! Aku akan pulang setelah makananmu habis!” cetusnya. Dia harus segera pulang dan berendam di air dingin. Agar panas dalam tubuhnya bisa di kendalikan.
“Yah, kau pulang sekarang dong!” satu gigitan terakhir dan dia melemparkan tulang ayam sembarangan di meja.
“Oke. Aku pulang dulu. Besok kau ada jadwal kuliah jam berapa?” Josh yang beranjak dari duduknya di ikuti oleh Jessy yang berjalan ke depan pintunya.
“Uhm, besok aku masih libur. Aku kemarin izin tiga hari. Aku pikir akan lama mencari tempat tinggal!” sahut Jessy sambil membukakan pintu untuk Josh.
“Kalau begitu, besok pagi aku kesini lagi!” cetusnya.
“Arrggh. Ayolah malam saja kita keluarnya. Biarkan aku istirahat seharian. Aku benar-benar lelah!” pintanya.
***
__ADS_1
Halo, terima kasih sudah mampir di novel terbaruku. Jangan lupa tinggalkan like, komentar terbaikmu, love dan rate 5-nya ya. Dukungan dari kalian sangatlah berharga untukku. Ada novel lain yang berjudul, "Mr. Arrogant's Baby" jangan lupa mampir ya, di jamin sama serunya loh...