JODOH ATAU TIDAK

JODOH ATAU TIDAK
10. DUNIA TERASA SEMPIT


__ADS_3

"tidak percaya! Sini saya ingin melihat dari dekat" ucap Cikoza yang mulai tidak bisa mengontrol emosi.


"Apa sih! sudah ku bilang dia tidak suka dengan bibir Om" ucap Viona dengan lantang.


Cikoza masih tidak percaya, didalam mobil Viona ada air minum, dia bukan pria bodoh! Ambil air minum Viona dalam botol, ditariknya tengkuk Viona hingga terbaring di pahanya.


Dia memegang leher Viona, untuk di basuh dengan air, ternyata benar dugaannya Viona pakai krim.


"Dari mana kamu mendapatkan krim ini? Atau, kamu memang sering memakainya? Krim ini tidak sembarangan orang punya, harus memesan terlebih dahulu, tidak semudah itu mendapatkannya" ucap Cikoza dengan pikirannya yang sudah bercabang, memikirkan tentang Viona memang benar wanita liar.


"Tidak penting gue dapat darimana, terserah Om mau anggap gue kek gimana? yang penting krim itu penyelamat, Saat gue hampir di jadi bahan omongan, semua itu Karena loh Om, lebih baik Om jangan pernah lagi muncul di hidup gue!!" ucap viona tegas, sudah risih dengan sikap Cikoza yaang selalu mengusik hidupnya.


"Baiklah, ingat! Ku pastikan suatu saat kaulah yang datang ke padaku!" tegas Cikoza, keluar dari mobil dengan rasa marah yang memburu.


Baiklah, sekarang aku membencimu Viona alied! Kita lihat saja nanti. Batin viona.


Cikoza pulang kerumahnya, mamanya masih saja duduk di sofa.


"Baru pulang? Ini ada berkas dari Erik, dia bilang kamu nggak bisa dihubungi satu lagi, besok ada pertemuan para pegang saham ke SMK Tunas Bangsa" ucap mama Ciko, yang mulai menyusun rencana.


Cikoza berlalu tampa menjawab pertanyaan dari mamanya, hanya berkas saja yang di ambil.


"Dasar bukan lapuk! Masih saja tingkah seperti anak-anak, makanya menikah biar tidak seperti ini terus" pekik mamanya dengan kelakuan anak ya, jika ada Masalah selalu seperti itu.


Berbaring di atas kasur menatapi ke atas, dia juga heran dengan sikapnya jika Viona tidak menurut pasti bawaannya kesal. Dia terlelap dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Pagi-pagi mama sudah teriak Cikoza, yang belum juga turun, untuk mendatangi SMK Tunas Bangsa.


Baru saja mamanya ingin teriak panggil namanya, Ciko sudah turun dengan Style kekinian.


"Waw... anak mama ganteng banget, tumben kece banget pakai celana jeans?" Seru mamanya melihat penampilan anaknya yang sangat tampan, dengan wajah tidak kelihatan dewasa seperti anak kuliahan.


"Ya dong ma, dari lahir sampai sekarang memang ganteng, apa lagi wajah Cikoza yang selalu awet muda, banyak wanita tergila-gila dengan ketampanan anakmu ini!" Seru Cikoza yang membanggakan dirinya.


"Tampan dong, tidak menjadi segala-galanya! sampai sekarang masih jadi bujang lapuk, apa yang harus di sombongkan?" tegas mamanya, tak ingin menjadikan kelebihan anaknya, untuk sombong.


Cikoza paling tidak suka mendengarkan kata bujang lapuk, dia pasti pergi meninggalkan mamanya, malas kalo sudah bahas itu, pasti ujung-ujungnya minta cepat nikah dan minta cucu.


Dia menuju mobilnya, kali ini dia pakai Lamborghini warna merah, mobil ini jarang dipakai, karena berkesan terlalu mewah, polesan terakhir pakai kacamata hitam biar nanti terlihat keren ketika di SMK, entah mengapa dia juga bersemangat untuk kesana dengan ikuti hatinya.


Vino dan perangkat OSIS lainnya, sibuk menyiapkan pertemuan seluruh pemegang saham SMK Tunas Bangsa, disana juga ada Viona juga bergerak cepat, bagaimana tidak sibuk ini acara yang di adakan secara mendadak.


"Oke, siap!!" Jawab Viona.


Vino sungguh mengagumi kecantikan Viona, pipinya gemas! Tambah tawa renyah khasnya membuat kecantikannya bertambah Doble.


"Woi... Jangan kek gitu liat gue! Entar loh suka" seru Viona pada vino yang melihatnya tampa berkedip.


"Kalo suka benaran juga nggak apa-apa! Toh orangnya juga cantik, tapi sayangnya dia nggak suka gue" seru vino dengan bercanda, sebenarnya yang di ucapkan memang benaran.


Dekorasi sudah hampir selesai, semua anak yang bertugas siap-siap dengan tugasnya masing-masing.

__ADS_1


Sejumlah mobil mahal sudah terparkir rapi, anak-anak melihat pada waw, yang menjadi perhatian para cewek kedatangan mobil Lamborghini merah, yang keluar cogan, cowok ganteng yang membuat para cewek di sekolah teriak histeris.


Cuman butuh waktu lima gosip sudah tersebar di grup WhatsApp ketampanan Cikoza sungguh memikat kaum hawa. Banyak para cewek mengambil Poto Cikoza secara diam-diam.


Saat Cikoza melihat seragam yang di kenakan para siswa, teringat Viona memakai seragam itu, tapi hatinya berkata mungkin sebuah kebetulan.


Sudah sampai ruang meeting, berjejer para pemenang saham, tapi Cikoza pemegang terbesar.


Semua sudah lengkap, kepala sekolah memulai membahas tujuannya untuk mengumpulkan mereka disini.


Tujuannya, ingin anak magang tahun ini magang di kantor para pemenang saham sekolah! Biar mudah dalam penempatannya, jika kinerjanya bagus nanti setelah lulus mereka bisa langsung bergabung dengan perusahaan kalian.


Semua yang ada dirungan itu setuju, mereka akan mulai magang senin ini, jika setuju maka mereka harus tanda tangan tanda persetujuan.


Meeting selesai, semua para pemenang saham di ajak ke aula, yang sudah di dekor sedemikian rupa bagusnya? Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Kata pembukaan sudah di mulai, mereka merekomendasikan memperkenalkan siswa terbaik di SMK Tunas Bangsa yaitu Viona Alied.


Kata demi kata sudah Viona lontarkan, melihat pria didepan barisan pemegang saham mirip Cikoza Sadewa, tapi mungkin sebuah kemiripan.


Sekilas Cikoza melihat Viona yang berpidato di depannya, terasa sempit dunia! setiap waktu selalu bertemu, dengan keadaan diluar keinginan.


Jika sempat kamu magang di perusahaan ku, habis! Ku pastikan kamu tidak akan tahan. Batin Cikoza yang tidak suka melihat Viona berada di sana.


Sekarang tuan Cikoza Sadewa, memberikan masukan atau motivasi untuk siswa siswi di SMK Tunas Bangsa, semua orang memberikan tepukan tangan untuknya! bukan hanya itu saja! banyak anak cewek bilang gantengnya tingkat dewa, mereka siap sekali mau menjadi simpanannya.

__ADS_1


Berbagai motivasi dan trik-trik menjadi sukses itu muda, jika mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya semua bagus semuanya, semua orang suka! kecuali Viona yang muak melihat Cikoza di atas dengan kata sampahnya.


Kata terakhirnya membuat orang berdecak kagum, "satu lagi! menurut saya, sangat di sayangkan cara pakaian yang dikenakan oleh anak terbaik dan berprestasi disekolah ini, terlalu minim dan terlalu ketat! tapi, bukan dia saja banyak juga yang lainnya! alangkah bagusnya jika pakailah yang sopan! agar tidak memancing kaum Adam untuk tergoda dengan apa yang ada pada kalian sebagai mana mestinya berpakaian yang menutup aurat itu di wajibkan. Saya rasa kalian semua sudah paham apa yang saya maksud tentang berpakaian siswi SMK Tunas Bangsa, semoga bermanfaat untuk kalian semua." ucap Cikoza panjang lebar, isi pidato itu sebenarnya untuk Viona.


__ADS_2