JODOH ATAU TIDAK

JODOH ATAU TIDAK
BAB 27


__ADS_3

"mama... papa...Viona minta izin, besok Viona ikut tuan Cikoza dan asisten pribadinya pergi ke Korea menghadiri undangan tuan Lee Kwang-soo, tapi bisa saja sore ini kami pergi kesana!"


"kamu hebat! baiklah hati-hati, jaga dirimu baik-baik, ingat! keluarkan jurusan mk jika ada yang menggangu" Ucap papanya tertawa bercanda pada Viona.


"papa.. sekarang anak kita sudah besar yah? sekarang sudah menjadi tamu penting tuan Lee Kwang-soo"


"yah... Viona kamu sama seperti Reza..."


"Reza arap kan maksud papa, YouTube yang tajir dan pintar itu?"


"ya mama benar banget" jawab papanya.


"terserah kalian lah, Viona pergi dulu takut terlambat" ucap viona yang bersiap-siap merapikan pakaiannya.


***************


sampai di kantor Viona bertemu Nara dengan tatapan sinis padanya.


"hai wanita penggoda! ajarin aku bagaimana cara?" ucap Nara memojokkan Viona.


Viona berjalan tidak memperdulikan yang di ucapkan oleh Nara.


"yah... gitu kalu orang yang takut jati dirinya terbongkar" pekik Nara.


kaki Viona berhenti melangkah, kini berbalik arah menghampiri Nara yang semangkin terang-terangan menghina dirinya.


"cantik, berpendidikan! tapi mulut dan akhlaknya nggak secantik orangnya!! satu lagi, jangan pernah bermimpi terlalu tinggi ingin miliki pak Erik jika sifat loh masih seperti ini" ucap viona yanh sudah kesal pada Nara.


"awas kamu! lihatlah aku akan memberi kamu pelajaran"


"pelajaran apa? bahasa Indonesia, agama, atau matematika? nggak perlu, seharusnya loh belajar Budi pekerti biar bisa berakhlak yang baik!"


"kamu..." ucap nara yang sudah angkat tangan ingin menampar Viona.


"Viona, apa yang kamu lakukan di sana! ayo cepat keruangan, banyak hal yang akan kita lakukan!" ucap Cikoza


"iya pak, dengan senang hati" jawab viona.


Nara yang kesal, melihat viona anak magang dapat perhatian lebih dari bos.


****************


Micel dan Caca datang mereka manggil Viona yang sudah masuk lip.


"Apa sesibuk itu viona sekarang? kasihan juga lihatnya!" ucap Caca.

__ADS_1


"Loh pikir gue nggak gitu? capek! ditambah lagi semalam lembur, masih pegel badan gue apa lagi mata pegel lihat layar, mana pak Erik nggak masuk!" jawab Micel.


"Cie yang kangen paka Erik!" ledek Caca.


"Apaan sih" jawab Micel.


Tiba-tiba Erik sudah masuk kerja kekantor, dengan gayanya yang bikin wanita meleleh.


Micel terburu-buru menyusul Erik ingin masuk satu lip, dia menyapa Erik namun masih sama seperti biasa tidak ada suara yang keluar dari mulut Erik. Keluar dari lip masuk keruangan masing-masing.


****************


"Viona, jam 10 kita cari baju sekalian ajak temanmu pergi cari baju untuk pergi ke pesta tuan lee! biar kamu ada temannya" jelas Cikoza.


"Baik pak, terima kasih sudah memberiku teman!" ucap Viona sembari memberi senyum pada Cikoza.


Viona mengambil ponselnya, untuk mengirimkan pesan pada Micel.


Ting... pesan WhatsApp dari Viona.


"bestie loh dia ajak bos terbang ke Korea sore ini! jam 10 nanti kita beli baju untuk ketemu klien."


"oke, bestie...😍" balas Micel.


Kira-kira kak Erik ikut nggak yah? Emmm... udahlah nggak penting! batin Micel.


****************


"baik pak"


Viona merasa kesal mengapa selalu bersamanya, terlintas di pikirannya "apa mungkin pertanda jodoh? ah... tidak mungkin, aku berjodoh sama om-om mesum! Emmmm ini adalah sebuah kebetulan saja."


Dia membuat kopi sangat hati-hati takarannya! dia males akan membuat ngulang terus. selesai membuatnya dia berjalan ke arah Cikoza untuk memberikan kopi yang sangat spesial.


"Terlalu manis, ganti yang lain" ucap Cikoza.


Viona menganti lagi membuatkan kopi yang baru! terus sudah yang sekian selalu kurang dan kelebihan rasanya padahal dengan resep yang sama sudah tertulis.


"Ini yang terakhir kalinya! kalo nggak suka buat sendiri saja, biar saya yang mencobanya!" ucap viona dengan nada yang kesal.


Saat Cikoza mencium aroma kopinya langsung membuat hatinya tenang, di cobanya ternyata kali ini rasanya pas sesuai yang dia inginkan.


"Emmm rumayan... bertahanlah untuk sementara rasanya!" ucap Cikoza.


Viona kembali lagi ke mejanya, tanpa memperdulikan yang di ucapkan oleh Cikoza.

__ADS_1


Ya ampun sampai kapan gue kerja seperti ini! capek semua, sabar... batin Viona.


"Hei, siap yang suruh duduk? sini pijet punggungku!" suruh Cikoza.


Viona kembali lagi mendekat Cikoza, memijat bahunya terlebih dahulu, namun Cikoza berubah pikiran ingin di pijat di kening mereka beralih ke sofa.


Cikoza sudah berbaring di sofa, Viona ingat betul saat adegan mesra si mesum ini bersama Rahel.


"ayo cepat sini! apa yang kamu pikirkan? jangan pikir yang aneh-aneh" seru Cikoza.


"yah, maaf saya salah" ucap Viona yang tidak ingin memperpanjang masalah.


Sudah satu jam Viona pijet kening dan kepala Cikoza, jari-jarinya sudah pegel banget! serasa sudah ingin patah.


"Maaf Sepertinya saya sudah tidak kuat lagi memijat! tangan saya sudah Keram" ucap viona pada Cikoza.


"Baiklah, ayo sekarang kita cari baju!" ajak Cikoza.


Micel dan Erik keluar ruangan mereka barengan, saling tatapan dan menghampiri bos mereka.


"Erik kita pergi mencari baju untuk besok malam, kita satu mobil saja!" ucap Cikoza.


Mereka turun kelantai dasar, banyak yang memuji kecocokan mereka, banyak yang membicarakan anak magang itu biasa aja, tapi kok bisa cepat banget dekat dengan bos.


Cikoza yang suruh Viona untuk duduk sampingnya sedangkan Micel duduk didepan bersebelahan dengan Erik.


Mereka sudah sampai didepan butik Beautiful Boutique, keluar dari mobil mencari baju yang mereka tujuh.


Semua pegawai Beautiful Boutique memberi hormat, Cikoza pun heran apa yang terjadi! selama dia masuk butik tidak pernah karyawan memberi hormat pada rama.


Viona menghampiri pegawai, ingin mencari baju pria yang mahal, dan kualitas terbaik.


Mereka dibawah keruangan VIP mencari baju kalas terbaik, saat tiba di rungan itu sungguh menakjubkan ruangannya sangatlah bagus.


"silahkan di lihat! sebelah kanan semua untuk pria, sebelah sini pakaian wanita ini adalah pakaian terbaik kami" ucap pegawai.


"Viona carikan saya baju yang kualitas super oke biar mecing dengan wajah saya yang tampan ini" ucap Cikoza.


Dua pasang baju untuk Cikoza, dia pun menyukai yang di pilihkan oleh Viona. Sekarang mereka berdua menuju gaun dan dress **** wanita.


Cikoza mengambil empat baju formal kerja dan satu dress merah untukmu di pakai Viona. Selesai dari belanjanya mereka langsung saja menunju jet pribadi Cikoza.


Erik dan Micel tidak saling bicara, mereka sama-sama buang muka padahal duduk bersebelahan.


Viona yang sudah capek seharian, Dia terlelap tertidur, kepalanya tertidur di bahu Cikoza, setiap Viona ada di sisinya dia merasa hati dan pikirannya tenang.

__ADS_1


Sesekali dia membelai dan memegang wajah Viona, tampan sepengetahuan Erik dan Micel.


__ADS_2