
Viona mengiringi dari belakang namun, Erik mensejajarkan cara berjalannya, kebetulan Cikoza keluar dari ruangan yang berniat ingin makan di luar bersama Rahel.
Pura-pura jatuh, badannya di tangkap oleh Erik, mereka saling tatap, dengan tangan Erik yang masih merangkul pinggangnya.
Dalam pikiran Viona, dia Mengagumi ketampanan Erik! memang sih lebih keren si Om mesum itu, dia tersadar dan berdiri pelukan Erik.
Erik juga mengagumi kecantikan Viona, sungguh cantik! ada getaran di hatinya!
"em... kalo pacaran jangan disini!" ucap Cikoza berlalu meninggalkan mereka.
Ada senyum di bibir Viona melihat ekspresi Cikoza, entah kenapa hatinya seakan tenang melihat wajah tampannya. Mereka masuk lip bertiga! Viona berada di posisi tengah, Cikoza hanya diam dengan wajah yang sangat dingin, Viona merasa ada aura yang tidak baik-baik saja.
Pintu lip terbuka! Cikoza yang duluan keluar meninggalkan mereka yang masih berada dalam lip, gosip yang sudah tersebar jika Viona adalah wanita penggoda, yang mengunakan wajah sok polos yang cantik alami untuk memikat para bos besar.
mereka berdua berjalan memang kelihatan seperti sepasang kekasih yang serasi! ada Micel yang ingin menyapa, dilihatnya ada Erik di samping Viona rasa cemburu yang menyelimuti hatinya, bahkan sekarang dia juga percaya dengan gosip yang beredar! tapi hatinya menepis disini bukan salah sahabatnya.
Viona menghampiri dua sahabatnya bersama Erik.
"bestie, hari ini suatu kehormatan bagi kita! pak Erik mau makan bareng sama kita" ucap Viona dengan penuh semangat.
Erik menarik kursi memperlakukan Viona dengan sangat romantis menatap Micel, Viona merasa ada yang janggal antar dua orang yang berhadapan di depannya.
mereka makan berempat dengan keheningan, biasanya Micel yang selalu bicara ngelantur kali ini dia diam, makanan yang ada di piringnya hanya dimakan sedikit.
"Loh kenapa? apa mungkin kamu sakit?" ucap Viona.
"nggak kok! gue lagi diet aja, liat cewek disini memiliki tubuh yang ramping dan body gitar spanyol" ucap Micel.
"benar juga apa yang loh bilang, baiklah mulai besok gue juga mau kurangin dikit makannya" seru Viona.
Caca hanya memperhatikan percakapan mereka saja, dan menggambil makan di piring Micel yang ingin diet.
"Viona, kita istirahat di rungan pribadi! tidak boleh terlalu capek!! karena banyak pekerjaan penting nunggu setelah jam istirahat nanti, biar pikirannya fresh" seru Erik menarik tangan Viona, berlalu meninggalkan Caca dan Micel di meja makan kantin.
__ADS_1
Micel melihat Erik memegang tangan membuat hatinya hancur, rasa mau nangis dan menjerit sekuat-kuatnya! dia tau jika Erik sengaja membuat hatinya panas.
sampai di ruangan Viona, Erik menunjukan ruang pribadi miliknya! tersedia semua pasilitas seperti di kamar dan juga ada suara bel otomatis tanda istirahat siang selesai.
Erik pergi meninggalkan Viona, kembali keruangan miliknya! di pikirannya masih terus kepikiran dengan Micel, masih ada rasa tidak tega membuat orang yang pernah bersamanya terluka.
Ting...
suara pesan masuk dari Cikoza jam 2 suruh Viona ke ruangan gue.
"cie yang rindu! atau cemburu" balas Erik.
Cikoza hanya membaca, tidak berniat ingin membalas pesan dari Erik, dia lagi bersama Rahel. selesai makan! Cikoza ajak Rahel ke kantornya ingin melakukan rutinitas bercinta.
sampai di kantor mereka bergandengan tangan menuju ruangannya, dia sengaja tidak kunci pintu hanya di tutup saja.
mereka langsung beradu sentuhan kenyal bibir basah, saling melumuti mereka melakukannya terus hingga bibir sudah Jontor Karen nikmat yang mereka lakukan.
Rahel yang agresif membuat Cikoza terbaring di bawah, sehingga dia yang memimpin dan tangannya pun memegang benda pusaka milik Cikoza yang sangat besar! dari dulu dia selalu ingin menikmati merasakan pisang jumbo milik Cikoza.
Viona menggetok pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam, dia langsung masuk membuka pintu, Mata Viona terbelalak saat melihat adegan memadu kasih Cikoza dan Rahel.
"Viona??" ucap Rahel yang sigab mengancingkan bajunya.
"maaf, saya tidak tahu jika kalian lagi begituan" ucap Viona berbalik badan.
"tunggu di free freesana! ada hal penting mengenai tua Lee" ucap Cikoza agar Viona tidak pergi.
Cikoza merapikan pakaian Rahel, memintanya untuk pulang karena ada beberapa hal yang harus di kerjakan! Rahel pun pergi meninggalkan Viona dan kekasihnya.
Cikoza menyuruh Viona untuk duduk! dengan wajah yang serius meminta Viona menjadi sekretaris pribadi! meja kerjanya pindah di ruangannya.
Viona menolak, tidak ingin menjadi menjadi sekretarisnya! dia takut akan terjadi lagi dara hasrat yang di lakukan oleh Cikoza.
__ADS_1
"kamu tidak mau? mudah saja, kamu tidak akan memiliki nilai magang yang bagus, sekarang buatkan saya kopi!!! gula satu sendok kopi satu sendok" jelas Cikoza.
hanya bisa mengepalkan tangan, ingin sekali menonjok muka Cikoza sampai babak-belur, dia pergi menyeduh kopi yang di perintahkan oleh Cikoza.
kopi sudah siap, sekarang di sajikan depan Cikoza! dari baunya wangi sekali, tapi tidak tau rasanya, sesuai selera atau tidak untuk.
"terlalu pahit! ganti yang baru!" ucap Cikoza.
lihatlah sekarang, Kamu yang datang padaku! aku akan buat kamu tidak beta bersama ku di sini. Batin Cikoza.
Entah sudah berapa kali dia membuat kopi namun tidak ada satupun yang Cikoza suka rasanya.
"sudah berhentilah, buat kopi saja tidak becus! sekarang kamu pijit bahu saya yang sudah pegel" ucap Cikoza.
Diapun mendekati ke arah Cikoza, ada keraguan pijat bahu bosnya! saat di pijit ada rasa kenyamanan yang di rasakan oleh Cikoza, hingga dia memejamkan matanya begitu nikmat pijatan Viona.
"sudahlah, rasa tidak enak! bikin kopi tidak enak, pijet juga tidak ada rasanya, jadi kamu bisa apa? sekarang kamu bantu saya menyelesaikan dokumen-dokumen penting ini!"
viona mengerjakan tugasnya, sebenarnya dia sudah tidak tahan dan muak lihat semua ini. ingin sekali lepas dari keadaan yang selalu bertemu Om mesum dalam satu ruangan membuat dia risih.
Cikoza selalu mencuri pandang wajah viona, yang bikin pikiran tenang, hati adem Dia juga bingung dengan pilihan hatinya.
Bingung siapa jodohnya, apa mungkin sekarang dia lebih mencintai Viona ketimbang Rahel. hatinya menepis tidak mungkin! Viona hanya sebuah kebetulan bukan karena cinta.
sekarang dia memandangi Viona dari cctv yang tersambung langsung dari laptop miliknya.
Erik datang, meminta penjelasan pada cikoza mengapa Viona di ambil secara tiba-tiba.
"Kemarin loh bilang nggak mau tarik dia! sekarang? ada apa, baru sadar dengan isi loh" Ucap Erik.
"saya lihat kemampuannya memang bisa di andalkan! bukankah Viona?" ucap Cikoza.
hanya anggukan yang di lakukan Viona , dia lagi serius mengerjakan tugas yang diberikan oleh Cikoza punya.
__ADS_1