
Ting...
(Pesan WhatsApp Rahel)
"Hai sayang, sepertinya kamu tidak merasa kehilangan aku! Karena ada yang baru, tega banget kamu. Hanya sebentar aku pergi kamu kok udah bisa terbiasa."
Di iringi dengan pesan video masuk lagi, Cikoza berdansa dengan Viona dengan mesra sekali dilihatnya dari video itu.
Muka Cikoza memerah melihat pesan yang di kirim langsung oleh kekasihnya Rahel.
sial! Siapa yang telah mengusik hubungan percintaan ku. Batin Cikoza.
Tapi, Cikoza tidak membalas dan tidak juga ingin menjelaskan atau membujuk Rahel agar tidak salah paham. Hatinya sudah sakit, jika ingat Rahel pergi. Dia menggusar rambutnya yang membuat dia serba salah.
Ada yang mengetuk pintu dari luar, berjalan mendekat kearah pintu dan membukanya. Ternyata Erik! ada darah di tangannya, Cikoza dengan cepat membawa Erik masuk ke dalam kamarnya, mengambil kotak obat.
"Apa yang terjadi? Mengapa bisa kamu terluka?" Tanya Cikoza dengan panik.
"Ceritanya panjang, buka baju gue! Ada luka di belakang!!" Jawab Erik.
Saat baju Erik terbuka, dilihatnya luka Erik cukup para. Mengambil ponselnya ingin menelpon dokter, Erik tidak ingin memanggil dokter.
"Nggak perlu! Kita lagi bukan di Indonesia, bisa saja dokter disini sudah di suap" jelas Erik.
"Sial! Kalo aku tahu anak dari tuan Lee adalah Alex, aku tidak mungkin ke sini!. Kita pulang malam ini juga. Kamu bertahan, sudah aku beri suntikan dan aku yakin kamu kuat." Ucap Cikoza pada Erik.
*****
Cikoza meraih ponselnya lagi, menelpon Viona.
"Halo, apa yang kamu lakukan? Menelpon malam-malam." Ucap Viona suara khas orang bangun tidur.
"Kita pulang malam ini! 10 menit lagi harus sudah di mobil!" Jelas Cikoza.
Tot.. tot... tot... Suara telpon sudah di akhir.
"Cikoza... Dasar pria berensek! Muda sekali mulut kamu bilang 10 menit." Pekik Viona.
"Malam wow... Kenapa teriak?" Pekik Micel.
"Jangan banyak tanya, sekarang ambil koper loh! Bos loh Cikoza om-om itu, sudah nunggu di mobil ingin pulang malam ini juga!" Pekik Viona pada micel
"Apa... Kita harus cepat! Bisa-bisa nilai kita jelek" ucap micel yang terkejut yang diucapkan Viona, dan berlari-lari memunguti pakainya.
Viona sudah siap, dengan wajah kesel berjalan menghentakkan kakinya dia masih memakai dress, untung saja dia langsung tidur tidak mandi lagi, kan nggak perlu berlarian seperti Micel.
__ADS_1
Di waktu sembilan menit, mereka sudah sampai di mobil.
Saat masuk mobil, mereka berdua heran, mengapa Cikoza yang membawa mobil.
"Pak Erik, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Viona.
"Iya, seperti yang kamu lihat! Apa kamu mengkuatirkan keadaan ku?" Tanya Erik melihat arah kaca.
"Iya pastinya mengkuatirkan atas seperti anda! Cepat bilang apa yang terjadi, tadi ada temanku bilang kamu terluka."
Deg...
Cikoza mengerem mendadak, dia dan Erik menoleh kearah Viona.
"Apa hubungan kamu sama arka? Dan ucapkan terima kasihku padanya!" Ucap Erik.
"Hanya sebatas teman, karena aku orang yang baik jadi dia suka berteman dengan ku!" Ucap Viona.
Cikoza tidak memberikan pertanyaan, namun dia masih binggung hubungan Viona dan Arka? Dia sudah dua kali melihat Viona bersama Arka.
Sekarang Viona berada Korea, Arka juga berada di tempat yang sama! Apa sebenarnya hubungan mereka? Apakah Arka mencintai Viona dan dia siap siaga melindungi keberadaan Viona.
*****
Semua tim medis dokter Leo berlarian menyambut kedatangan Erik yang kena luka goresan pisau yang cukup dalam.
Micel yang masih binggung, jujur dia tidak tau apa yang terjadi pada pria pujaannya.
Spontan Micel berlari mengikuti tim medis, dia berada dalam satu mobil bersama Erik.
Jadi binggung gue, ada apa di antara kalian? Batin Viona.
"Ayo pulang kerumah ku, tenang saja aku tidak akan melakukan itu lagi! jangan memikirkan orang, mereka tadi memang saya meminta Micel menjaga Erik di rumah sakit." Ucap Cikoza padanya.
"Baiklah! Tapi, bener ya nggak ngapa-ngapain?" Ucap Viona.
Cikoza menganggukkan kepalanya, berjalan ke arah mobil menuju ke arah rumahnya.
Sudah sampai di rumah Cikoza, masuk dan dia mengantar Viona di kamar tamu, lalu meninggalkan Viona sendirian di kamar tamu.
Sekarang dia berada di kamarnya, menyuruh orang kepercayaan menyelidiki hubungan Viona dan Arka pemilik butik yang lagi naik daun.
kini Cikoza berganti pakaian dan bersiap-siap meluncurkan ke rumah sakit ingin melihat keadaan asisten pribadinya sekaligus sahabatnya.
...****************...
__ADS_1
Viona dalam kamar masih kepikiran reaksi spontan sahabatnya melihat keadaan Erik.
aku yakin pasti ada yang kamu sembunyikan dariku selama ini!! Micel cepat atau lambat aku pasir tau! tapi, jika memang benar ada sesuatu aku tidak akan pernah mempercayai kamu 100 persen. batin viona.
sekarang Viona menghubungi Arka orang kepercayaannya untuk menyelidiki hubungan sahabatnya Micel bersama Erik.
"Entar sore kamu harus sudah selesai, jika perlu secepatnya memberikan laporan kamu ke aku!" jawab viona.
"baik!"
...****************...
"kak Erik, kamu kenapa kok bisa kena goresan pisau?" tanya Micel yang duduk di samping Erik.
"pulanglah! tidak perlu di sini, aku tidak menginginkan kamu! pengawal banyak menjaga ku di sini." ucap Erik pada Micel yang membelakangi.
Micel merasa sakit hatinya, kata-kata yang selalu kasar keluar dari mulut Erik! dia merasa tidak mungkin ada titik jodoh untuk dia dan pria yang sedang terbaring lemah di hadapannya.
"baik kak aku pergi! semoga cepat sembuh."
Micel beranjak dari kursinya, berjalan arah menuju pintu keluar kamar. Di lorong rumah sakit Micel berpapasan dengan Cikoza yang terburu-buru.
"Erik, tadi gue berpapasan dengan Micel, sepertinya lagi tidak baik-baik saja! ada di antara kalian? jangan-jangan... udahlah Nggak penting!. apa rencana kita selanjutnya?" ucap Cikoza pada Erik.
"Jangan-jangan apa...? jalan satu-satunya kita harus kerja sama dengan tuan Arka, bagaimana menurutmu???" ucap Erik.
haruskah aku kerja sama dengan Arka? aku tidak tahu siapa dia sebenarnya! bagaimana jika dia lebih licik dan jahat dari Alex. Batin Cikoza.
"gue masih ragu! latar belakang dia terkunci rapat, kemarin gue pernah mencari tahu siapa dia, tapi nama orang tua juga tidak tahu." jelas Cikoza.
"loh tenang! gue lihat di orang yang baik."
"oke! entar kita atur kerja sama dengan dia!"
...****************...
Tak terasa hari sudah pagi! Viona bangun dari tidurnya, dia lupa jika ini rumah Cikoza.
beranjak dari tempat tidurnya, ke kamar mandi dan bergantian pakai.
keluar kamar menuju dapur, dia ingin makan masakannya! dia merasa tidak percaya makan di rumah bukan miliknya.
"non, ngapain disini! entar kami di marahi Tuan, membiarkan non masak sendiri.
"tidak, biar saya nggak ngmong dengan tuan kalian."
__ADS_1