JODOH ATAU TIDAK

JODOH ATAU TIDAK
BAB 26


__ADS_3

Micel yang sudah lelah menatap laptop, dilihatnya sudah pukul 8 malam bagaimana tidak melelahkan! Ini bukanlah hobinya, sekolah hanya untuk memiliki status pendidikan.


Meraih ponsel mengirimkan pesan pada Viona, tidak ada balasan diapun menelpon.


Kring... Kring... Kring...


Ponsel Viona berbunyi dilihat Micel yang menelpon, suara ponsel di matikan sengaja tidak di angkat.


"Om... Lepaskan lah! aku mau turun" ucap viona, tidak ada respon dari Cikoza, dia sendiri yang melepaskannya.


Saat melepaskan tangan dari perutnya, ternyata Cikoza tertidur dengan wajah yang tenang! Di lihatnya lekat pria didepannya sungguh tampan.


Berusaha membangunkan, tapi tidak ada respon? Terpaksa Viona membungkukkan badannya di dukungnya Cikoza dari belakang.


"Emm... Ternyata badanmu berat juga! Lebih berat dari papa"


Sudah sampai didepannya ruangannya! Sekretaris dengan cepat mendekat ke arah Cikoza.


"Bos kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya sekretaris.


"Sutttsss.... Diam! Bos tidur, biarkan dia istirahat dulu" ucap viona, masih mendukung Cikoza masuk ruangan mereka.


Dibaringkannya badan Cikoza di atas sofa, dia juga mengendorkan tali dasi lalu dibuka kancing baju paling atas, sepatu juga dia lepas.


Saat Viona ingin pergi, tangannya di tarik Cikoza! "Plisss... Jangan pergi! Kumohon sayang... Tetaplah di sini!" Ucap Cikoza dalam mimpinya.


Deg... Deg... Deg... Suara jantung Viona, dia pun mengurungkan niat ingin pulang, menemani Cikoza dulu.


Cikoza mimpi lagi "Rahel, kamu tega... Kamu tinggalkan aku lagi! Apa yang kurang dariku?" Air mata yang keluar dari pelopak mata mengalir di pipinya.


Ada rasa kecewa saat Cikoza memanggil nama Rahel dalam mimpinya, ternyata bukan dia yang di pinta untuk temannya saat ini!!


Sekarang sudah pukul 9 malam, Viona terpaksa membangunkan bosnya untuk pulang.


"Pak... bangun, saatnya waktu pulang! Pak... Bangun... Saya mau pulang!" Ucap viona.


Cikoza bangun dari tidurnya, dia heran dengan sekelilingnya, dia ingat betul tadi dia di atas, memeluk Viona.


"Mengapa saya ada di sini, Apa yang terjadi?" Ucap Cikoza.


"Tadi kamu tidur di atas , jadi gue gendong Sampek sini! Bilang makasih kek!" Ucap viona.

__ADS_1


Viona beranjak ke meja kerjanya untuk merapikan semua map yang dia kerjakan tadi. Semua sudah selesai, viona meninggalkan Cikoza yang Sendirian.


Micel Viona dan sekretaris pulang masuk lip yang sama untuk turun kebawah.


"Menurut kalian, pak Cikoza kenapa belum pulang?" tanya Viona.


"Bos, sudah sering nggak pulang kerumahnya jika lembur, di tempat istirahat pribadinya semua ada" ucap sekretaris.


Viona dan Micel sudah masuk ke dalam mobil mereka! Pulang dengan Ara berlawanan.


Dijalan Viona merasa ada mobil yang mengikuti dia dari belakang.


Injak gas, dia ingin melihat seberapa hebat orang yang mengikutinya, sampai saat ini orang tersebut masih mengikuti.


Viona banting setir berbalik ara, melihat orang di depanya juga membanting setir. Kini dia mencari tempat yang aman untuk turun dari mobil.


Viona menghentikan mobilnya! lalu turun, dia juga membawa pistol dalam roknya untuk berjaga-jaga.


" Apa tujuan kalian mengikuti ku sampai sini? " Ucap viona.


"Jangan banyak! Sikat dia" ucap orang yang mengikuti Viona, dia memiliki 6 anak buah.


"Pergilah! Saya lagi tidak ingin meladeni semut seperti kalian" ucap viona.


Mereka menyerang secara beruntal, viona masi melawan mereka tidak butuh waktu lama mereka sudah tersungkur di aspal.


"Pulanglah! Bilang sama bos kalian! Jika aku bukanlah lawan kalian!! Sekali lagi kalian masih mau nyeramg habis.... "


Pulang kerumahnya pukul 11 malam, ternyata mama dan papa Viona sudah pulang kerumahnya.


"Viona? Malam banget kamu pulang dari magang! Emang ada perusahaan bekerja semalam ini" tanya mamanya.


"Mama papa! Sudah pulang? Viona ikut lembur hari ini, banyak tugas yang belum terselesaikan!" Ucap Viona


"Ya ampun... Kamu pasti capek banget! nak" ucap mamanya.


"yah, mama... Viona ingin istirahat dulu! sampai ketemu besok pagi... oleh-olehnya simpan untuk pagi aja" ucap viona yang sudah beranjak naik tangga menuju kamarnya.


Cikoza sudah terbaring di tempat istirahat memandangi Poto Rahel.


"pulanglah, aku tidak akan menunggu lagi.

__ADS_1


ingat Rahel, dulu aku selalu memberikan semua yang kamu pinta sampai-sampai kamu minta aku untuk menunggu 7tahun! aku tunggu sampai kamu pulang, sekarang kamu pergi lagi! tidak kali ini aku sudah bosan menunggu."


Cikoza tidak bisa tidur lagi, dengan susah paya dia ingin tidur! tapi tidak bisa.


dia hanya bisa tidur di ketika terlalu Lelah, sudah pukul 4 pagi masih saja matanya tidak bisa tidur.


mengambil obat tidur di laci agar dia bisa tidur dengan tenang. Cikoza memiliki penyakit Insomnia yang sudah serius, seharusnya dia tidak boleh terlalu banyak pikiran, jika terlalu banyak yang dia pikirkan yang berdampak buruk baginya maka kesulitan tidurnya akan sering terjadi.


penyakit INsomnia adalah kondisi ketika seseorang mengalami sulit tidur atau butuh waktu yang lama untuk bisa tidur. Kondisi lain yang bisa dialami adalah anda terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur kembali. Kondisi ini tentu akan berdampak pada aktifitas anda keesokan harinya seperti menurunnya produktivitas kerja.


sudah pukul 7 pagi, Cikoza baru bangun dari tidurnya, setelah bangun pasti kepalanya pusing ketika tidur malam sedikit. dia paksa dirinya untuk mandi.


****************


"pagi ma..."


"pagi juga! waw... cantik banget anak mama"


"jadi cuman anak mama doang... sini sayang! papa juga kangen banget sama kamu!"


Viona berjalan mendekat arah papanya! lalu di peluknya papa dengan penuh kehangatan.


"bagaimana magang mu? kamu magang di CCS GROUP? pinter juga anak kita ma bisa masuk magang di sana!" ledek papanya.


"papa... kan selama ini anakmu memang pintar, bahkan sudah masuk tingkat dunia! tapi, kata papa nggak boleh sombong..." ucap viona manja dengan papanya.


"iya... jadi apa kamu di sana? atau jangan-jangan jadi tukang buat kopi ha.. haaa..." ledek papanya yang terbahak-bahak tertawa.


"jadi sekertaris pribadi CEO"


"apa...?? pekik mama dan papanya yang kaget anaknya bisa mendapat jabatan itu.


"iya... kok kalian kaget gitu, atau memang benar kalian ingin Viona jadi tukang buat kopi!"


"nggak sayang, papa bangga sama kamu! masih magang sudah bisa mendapatkan jawaban itu!" memeluk Viona dan meneteskan air mata.


Maaf nak, papa belum siap memberitahu siapa sebenarnya orang tuamu! andai kamu tau apa kamu masih sehangat ini!! Reza anakmu sekarang sudah tumbuh menjadi anak yang pintar cantik, dari kecil dia selalu aku didik yang terbaik. Batin papanya.


"ihh... papa nangis, jadi Viona juga ikut bagus juga! kenapa pakai drama nangis?" ucap viona.


"papa terharu dan bangga lihat kamu sekarang"

__ADS_1


"jadi, mama di kacangin? nggak di ajak!"


mama Viona berdiri dari kursi, dia juga ikut berpelukan dengan mereka, mereka tertawa tangis bahagia.


__ADS_2