
Cikoza kembali ke kamarnya dia tidak bisa fokus selalu kepikiran Viona, dia sangat menginginkan Viona tapi tidak ingin bikin Rahel kecewa.
Bimbang menyelimuti hatinya, teringat yang di ucapkan Erik tentang kenyamanan!
'apa mungkin aku lebih mencintai Viona dari pada Rahel kekasihku?'
Hatinya menepis jika hanya Rahel yang ada di hatinya, dia menuju kamar mandi untuk bersiap-siap pergi perusahaan cabang tujuan utamanya.
Saat melihat kaca dia masih terbayang wajah Viona yang menikmati permainan mereka semalam, serasa suara semalam masih terngiang betul di telinganya.
Cepat-cepat menyudahi rutinitas mandinya bersiap-siap untuk tujuan utamanya datang ke Singapura.
Sekarang dia menuju arah parkiran untuk memeriksa ponselnya yang telah tertinggal semalaman.
Banyak sekali pangilan tak terjawab dari Rahel dan satu pesan, yang langsung saja dia buka.
"Cikoza sayang! Hari ini aku pergi ke Prancis, dapat Emil model top star itu adalah impianku dari dulu! Ku harap kamu jangan marah yah... Aku cuman sebentar disini!! jadi tolong tunggu aku aku kembali, hati ini hanya untuk mu eemmuuccchh"
Bak tersambar petir di pagi hari mendapatkan kabar Rahel pergi ke Francis, Muka Cikoza sudah memerah rahangnya mengeras, ingin sekali teriak sekuat-kuatnya dan membanting ponselnya.
Dari dulu Rahel selalu mengambil keputusan sendiri, dia tidak pernah mempertimbangkan pendapatnya! Kali ini dia bertekad mengakhiri hubungan mereka, ini hubungan yang sudah salah tidak harmonis jika di lanjutkan.
Viona dan Erik datang! Menghampiri bosnya, mereka melajuka mobil ke kantor cabang.
Sampai kantor cabang masuk menuju ruang meeting, ingin memecahkan masalah fatal yang terjadi.
Semua orang di ruangan itu memberi hormat pada Cikoza dan duduk di kursi kebesarannya.
"Apa masalahnya! Hingga kalian tidak mampu menangani semua ini!! Lihat sekarang perusahaan ini di ambang kehancuran" ucap Cikoza dengan wajah sangat marah.
"Maaf tuan, ini adalah keteledoran kami! Hingga sekarang 50 persen perusahaan ini sudah di ambil alih oleh Tuan Alex, dia sudah manipulasi berkas dan terjadi juga penggelapan uang Dengan jumlah besar sampai saat ini belum di ketahui orangnya" ucap orang kepercayaan Cikoza yang memimpin di sana.
"Bedebah!! Ceroboh, dasar tidak becus mengurus perusahaan" ucap Cikoza yang sudah memanas karena perusahaan anak cabangnya sudah di ambang kebangkrutan.
__ADS_1
"Boleh saya lihat cara Alex memanipulasi dan rekap yang mengelapkan uang!" Ucap viona.
Pemimpin perusahaan itu, menyerahkan semua bukti yang terjadi dalam bulan ini!!
Viona dengan sigap memeriksa semua bukti-bukti yang ada banyak kejanggalan yang terjadi, penggelapan uang ini memang sengaja bahkan sering di lakukan.
"Menurut saya, Ada orang dalam di bukti-bukti ini!! Kuharap berhati-hati denganku! Penggelapan dana ini sudah sering dilakukan? Ya pasti benar dugaanku." Ucap viona.
"Keluarlah dari ruangan ini! Saya sudah muak, ayo cepat keluar!!!" Pekik Cikoza yang memukulkan tangannya ke meja, semuanya keluar dengan ketakutan kecuali Viona dan Erik.
Viona bicara dengan Cikoza dia basa mengembalikan aset perusahaan, dan menambah suntikan dari perusahan yang dia kenal.
"Yang mengelapkan uang itu adalah orang kepercayaan mu sendiri, jika tidak percaya kita lihat sekarang!!"
"Sudahlah jangan sok pintar! Kamu pikir kamu siapa? Hanya anak SMA yang belum mempunyai pengalaman bekerja, mana mungkin kamu bisa membereskan masalah sebesar ini! Jadi tolong, kamu tidak perlu membantu pada akhirnya nanti kamu akan bikin cepat hancur perusahaan ini!" ucap Cikoza pada Viona.
"Jangan meremehkan kemampuan ku! Jika di aduh kepintaran otak mu itu pasti kalah, karena kamu itu pikirannya mesum terus, saya bisa menangani ini ingat, jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi! sudah begitu sial hidup sejak bertemu, kuharap bisa menepati janji! Soal masalah ini sangatlah mudah bagiku" ucap Viona yang sudah kesel dengan tingkah Cikoza selama ini.
"Jangan menghalu! Mana mungkin kamu bisa"
Tidak memperhatikan ucapan Cikoza! Dia menekuni fokus pada pilihannya, untuk mengembalikan saham kepemilikannya.
Semua sudah di copy paste dan proposal sudah selesai jadi semua tinggal bertemu dengan Alex.
Setelah makan siang dia akan bertemu dengan Alex. Dia pun sudah menghubungi orang ke percayaan siapa lagi kalau bukan Arka.
Kebetulan Alex yang berasa di Korea, dia harus penerbangan ke Korea untuk menemui Alex langsung naik jet pribadi, namun Cikoza melarangnya.
"Jangan temui Alex, kamu akan menyesal!! dia bukan orang yang mudah untuk kamu taklukan! Dia licik, dan memiliki pengawal di mana-mana!" Ucap Cikoza.
Viona senyum penuh arti, saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Cikoza.
"Tidak maslahah! Asalkan kamu tidak menggangu ku lagi! Ingat satu lagi, Alex dan kamu itu sama saja!" Ucap viona tanpa memperdulikan Cikoza.
__ADS_1
Dia pergi membawa berkas berkas penting, untuk di bahas bersama Alex, pergi sendiri tidak perlu pakai pengawal.
Cikoza menghalangi Viona untuk pergi! Tapi, hati Viona sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah yang ada, dia menepis tangan, dia yakin bisa mengalahkan semua hanya.
Viona pergi sendiri, Cikoza tidak tenang Viona pergi sendirian rasa bersalah menyelimuti hatinya.
5 jam perjalan yang di tempuh, akhirnya dia datang juga ke Korea menemui Alex yang sudah menunggu dia di lebih dulu.
senyum kebahagiaan Alex saat bertemu sang pujaan hati, Viona duduk didepannya.
"tuan Alex senang bisa bertemu dengan anda! terima sudah meluangkan waktunya menemui saya!! langsung saja tujuan saya menemui tuan lihat proposal yang anda buat, manipulasi surat kontrak di dua poin ini sangat menguntungkan bagi anda!" ucap Viona pada Alex.
Alex mengerutkan keningnya, bingung mengapa bisa Viona memegang proyek ini?
"tunggu dulu!!? apa hubungannya kamu dengan perusahaan milik Cikoza?" ucap Alex yang masih bingung.
"sekarang gue magang di perusahaan miliknya, tuan Alex bukankah kalian berteman baik, mengapa anda tega mengambil 50 persen milik milik Cikoza.
ha ha haaa... Alex tertawa mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Viona.
"apa yang lucu? kok tertawa?" ucap viona.
"nggak! sini saya kasih tahu, kita boleh berteman! tapi kalo dalam soal bisnis siapa yang kuat kekuasaan pasti menang" jelas Alex.
Viona memberikan selembar kertas surat penyataan untuk mengembalikan 50 persen pada Cikoza, mau tidak mau suka atau tidak suka dia harus tanda tangan atau harus mesum jeruji besi.
"sial, aku sempat meremehkan kemampuanmu! ternyata kamu bisa" ucap Alex pada Viona.
senyum Viona sudah mengembangkan mendapatkan tanda tangan Alex, dia sangat senang sekali akhirnya bisa lepas dari Cikoza si pria mesum.
kini dia sudah ingin kembali ke Singapura, untuk memberikan dokumen penting pada Cikoza! dia juga ingin segera lepas.
Alex menghalangi Viona untuk pulang ke sisi Cikoza lagi, dia menawarkan diri untuk ajak Viona jalan-jalan dulu di Korea besok.
__ADS_1