
Cikoza cemas memikirkan keadaan Viona, sampai saat ini belum ada kabar.
"Cikoza, ini orang yang telah mengambil uang perusahaan, bagaimana? Langsung masukan ke penjara saja?" Ucap Erik.
Cikoza berdiri menghampiri orang kepercayaannya, menghajarnya membabi buta sampai babak belur! Orang itu memohon ampun dan meminta maaf tapi, percuma Cikoza sudah sangat marah memukuli Orang itu hingga pingsan.
"Erik bawah dia! bereskan semua, jangan sampai dia lolos!!!" Ucap Cikoza marah memuncak.
"Ayo temani di sini sebentar saja! Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu!! Plisss..." Ucap Alex pada Viona.
"Maaf tuan Alex, untuk saat ini saya tidak bisa! Mungkin dilain waktu!" Jawab viona.
"Baiklah, kamu pulanglah! Dilain waktu kamu harus temani ku jalan-jalan ya cantik?" Ucap Alex dengan senyum ketulusan pada Viona.
Viona pergi jauh hingga tak terlihat lagi bayangan dia berjalan.
Di jalan dari kejauhan Viona melihat Rahel, masuk mobil yang sangat mewah! Dia ingin sekali mengikuti Rahel, tapi untuk apa tidak ada untungnya baginya.
Dia menuju jet pribadi untuk pulang ke Singapura, dia merasa lelah sekali saat terbaring di kamar tidur jet pribadi Cikoza.
Matanya terlelap dengan pekerjaan yang dia lakukan Harini! Dia tidur pulas, menempuh penerbangan yang sangat lama hingga saat ini jet pribadi sudah mendarat dia masih tidur.
Pramugari jetnya membangunkannya, dia pun terbangun lalu turun! Mobil sudah terparkir menunggu dia untuk di bawah ke hotel.
Tepat pukul 2 malam dia sampai di kamar hotelnya, kembali lagi istirahat.
Cikoza sampai detik ini belum bisa tertidur, belum ada kabar tentang Viona, dia takut jika terjadi sesuatu padanya, dia terus menyalakan dirinya sendiri.
Ada panggilan masuk dari anak buahnya, jika Viona sudah berada di Singapura lagi, sekarang sudah di dalam hotel.
Hatinya pun lega mendengar kabar Viona selamat sampai sini lagi, barulah dia ingin memejamkan mata untuk tidur.
Malam yang sunyi kini telah berubah menjadi siang dengan sejuta Suara, viona yang sudah rapi untuk berangkat kekantor cabang bersama bosnya.
Mereka bertiga masuk mobil, Viona langsung saja memberikan berkas dokumen yang sudah di tanda tangani oleh Alex.
__ADS_1
Cikoza membuka dokumen semua di lihat tidak ada yang salah, namun dia harus menepati janji tidak akan menggangu Viona lagi.
"Erik... Saya dan Viona akan kembali ke Jakarta! Kamu harus tinggal dulu disini untuk dua hari sampai perusahaan agak normal." Ucap Cikoza.
Kini Viona dan Cikoza kembali ke Jakarta, dalam jet pribadi miliknya mereka duduk tidak sampingan! Viona mengambil posisi duduk di belakang dia tidak ingin menatap lama-lama wajah Cikoza! Takut terbuai ke suasana yang tidak di inginkan.
Menempuh waktu 6 jam akhirnya sampai juga, mereka langsung saja menuju perusahaan! Saat sampai di perusahaan, Viona banyak di bicarakan orang menggoda bos mereka Cikoza.
"Viona... Loh kemana aja? Gue kangen banget, gue capek jadi asisten Pak Erik! Banyak banget yang harus gue kerjaan sumpah capek banget..."
"Yang sabar! Nanti akan bermanfaat untuk loh sendiri!! Capek mana loh sama gue... terbang ke Singapura dan ke Korea sekarang pulang lagi ke Jakarta!" Ucap viona dengan wajah yang lelah.
"Wah... enak dong! Kenapa gue nggak di ajak?" Tanya Micel.
"Mana gue tahu! Gue ke Korea nemuin Abang sepupu loh Alex, dia orang yang licik " ucap viona.
"Kok bisa... Ada urusan apa kok bisa sejauh itu! Tapi, dia nggak kan macam-macam?" Tanya micel.
"Tenang... Abang loh nggak ngapa-ngapain dia hanya mau ajak gue jalan-jalan" ucap viona.
"Udahlah, gue lagi ingin sendiri! Gue ke ruangan selamat kerja bestie... Yang semangat" ucap viona.
Dia berjalan menuju ruangannya! Satu ruangan bersama bosnya Cikoza, yang sudah menatap komentar di depannya.
*Dari mana kamu! Kamu keluyuran Mulu, sudah bosan magang di sini?" Ucap Cikoza.
"Maaf pak, tadi saya keruangan Micel memeriksa tugas yang kalian suruh, takutnya salah" ucap Viona.
Mereka hening Viona menatap layar komputer Cikoza pun begitu, mereka tidak lagi saling bicara takut akan terjadi kesalahan lagi.
Kini Cikoza berdiri dari kursi kebesarannya berjalan kearah pintu keluar berhenti di depan meja Viona.
"Karena Erik tidak ada, malam ini kamu gantikan dia lembur, kita pulang pukul sembilan" ucap Cikoza berlalu keluar dari ruangan berjalan ke arah rooftop ingin menenangkan pikiran.
Rooftop menjadi tempat yang tenang untuk menenangkan pikiran bagi Cikoza, dia bisa teriak dan menghirup udara segar menikmati pemandangan dari atas sana!
__ADS_1
dia juga sering tertidur di atas sana! udara yang bebas kasih dari kata polusi dia juga membuat taman di atas sini berbagai macam warna bunga yang sangat cantik sekali.
jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, sejak kini Cikoza belum juga turun dari rooftop dia yang bosan bekerja sendirian lembur ingin mencari keberadaan Cikoza.
Dia mencari keruangan Erik namun hasilnya nihil, berjalan arah pada sekretaris umum yang juga lembur di lantai atas.
"maaf kak, pak Cikoza nitip pesan nggak pergi kemana? dia bilang mau lembur tapi jam segini belum pulang." ucap viona.
"tadi saya lihat pak Cikoza berjalan naik ke atas Sebelah kanan! biasanya dia istirahat di sana rooftop" ucap sekretaris umum.
"terima ya kak... kalau gitu saya cari dulu di atas!" ucap viona.
dia menuju arah yang dibilang oleh sekretaris di rooftop, kini telah tiba dilihatnya memang benar pria yang berbaring itu adakan Cikoza.
"untuk apa kamu kesini? bukankah kamu lembur?" tanya Cikoza.
"aku capek!! enak di sini adem udaranya seger, pekerjaannya saja tunda besok saja! boleh nggak?" tanya Viona pada Cikoza.
Emmm.... hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, yang berati iya!
Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini! memiliki taman yang sungguh indah, melihat ke arah bawah di sekeliling melihat lampu yang warna warni sangat jelas betul keindahan di malam hari.
Viona berteriak, dengan sekencang-kencangnya 'gue... ingin... hidup.. bahagian......'
Cikoza berdiri dari duduknya menghampiri dan memeluk dari belakang, Viona kaget apa yang di lakukan Cikoza.
"Om... lepaskan! ingat Om, sudah janji tidak akan menggangu Viona lagi!!" pekik Viona dan melepaskan tangan Cikoza dark perutnya.
"maaf, aku hanya ingin memelukmu!! aku janji tidak akan lebih dari itu!" ucap Cikoza.
Cikoza memeluk Viona dari belakang dengan begitu erat, kepalanya di tenggelam ke pundak Viona.
Viona yang ceria menjadi diam, saat ini entah kenapa jantungnya memiliki getaran yang cukup kencang, mungkin Cikoza bisa mendengar suara itu.
matanya terpejam merasa begitu nyaman, saat memeluk Viona! hati dan pikiran terasa sejuk seperti tidak ada masalah yang terjadi.
__ADS_1