JODOH ATAU TIDAK

JODOH ATAU TIDAK
BAB 21


__ADS_3

Cikoza menghampiri sahabatnya, dengan ide yang cemerlang di kepalanya, semabari senyum.


"kenapa loh? apa lagi senang bisa bertemu Viona terus!!" ucap Erik.


"nggak, gue lebih tertarik sama temannya! seksi seksi sekali cantik apa lagi gunungnya, gue suka banget! dia magang bagian apa? gue ingin dia jadi sekertaris pribadi gue! rumayan jadi sampingan kalo dia mau" ucap Cikoza, dengan wajah yang penuh semangat.


.


"gue nggak percaya loh suka! dia bukan tipe Loh!! jangan tergoda sama yang imitasi, banyak menarik tapi tidak puas keindahan aslinya" ucap Erik, dengan nada serius.


"nggak masalah! imitasi, yang penting gue suka" ucap Cikoza, berlalu meninggalkan Erik yang masih kebingungan apa yang di ucapkan sahabatnya! dia tau betul tipe ceweknya.


Cikoza tertawa puas dalam mobilnya, melihat sahabatnya dengan wajah kebingungan, jelas sekali lihat ekspresinya masih ada rasa sama Micel, batin Cikoza.


Sedang asik menyetir! di perempatan jalan ada mobil viona terparkir di pinggir jalan, dengan rasa penasaran, dia mengamati dari kejauhan. melihat viona lagi ngobrol pria yang tidak asing lagi! tapi siapa?


Viona memakai masker, lalu di lepasnya berbisik pada Arka, asisten pribadinya! menjinjit Cikoza melihatnya, merasa panas dan sesak dadanya apa yang mereka lakukan di tepi taman.


kejadian sebenarnya! Viona hanya berbisik, tidak ingin ada orang mendengar nya, dia menjinjitkkan kakinya agar Arka tidak perlu lagi menunduk! dia melepaskan maskernya karena biar suara nya lebih jelas.


ingin sekali menghampiri Viona, lalu memberikan pelajaran padanya, tapi dia tidak sanggup untuk menghampiri mereka.


injak gas pergi dari tempat itu, entah apa yang dia pikirkan dan rasakan pada Viona, dari awal bertemu dia sudah merasakan aura yang berbeda saat bertabrakan di cafe.


disaat dia tau orang yang menelpon membuat dia tertarik pada dia, pertama kali merasakan bibir miliknya begitu manis untuk di nikmati seperti permen lollipop yang selalu bikin ketagihan.


Sekarang sudah Sampai rumahnya bak istana! bertanya pada pelayanan di rumahnya "mama mana kok sepi banget?"

__ADS_1


"tuan, nyonya besar sudah pulang ke Jepang! siang tadi, dia hanya meninggalkan kotak kecil dan surat" ucap pelayan dirumahnya.


Dia mengambil yang di tinggalkan mamanya, di bawah dalam kamarnya, dibukanya surat dari mamanya.


"Cikoza anakku sayang, mama sayang banget sama kamu! ingat yah, jangan terlalu terburu-buru menentukan pasangan! doa mama selalu bersamamu, ada kotak Kalung dan cincin ini berikan pada calon istrimu nanti! bawah dia perkenalkan para kami di sini."


Membuka kotak yang di berikan mamanya, mang benar ada kalung dan cincin yang sangat bagus sekali.Terpintas di pikirannya Viona yang lagi persentasi.


tidak gue harus melupakan bayangan wanita nakal itu, dia tidak cocok untuk gue yang masih suci, Batin Cikoza.


bicara sendiri dengan pikirannya, membuat matanya terlelap dengan keadaan ini.


Viona baru pulang dari menemui Arka, sekarang pukul 11 malam dia pulang, tampa pikir panjang langsung terbaring di dunia mimpinya.


kini sudah pagi saatnya Viona pergi kerja untuk magang, melihat ponsel ada pesan dari Vino, ingin ajak dia pergi kerja bareng. Namun Viona menolak tidak ingin ada yang tersakiti, takut Caca salah paham pada dia dan Vino.


Pakai makeup yang natural dengan wajahnya, dia menyesuaikan pekerjaannya saat ini! akan sering bertemu orang penting, jadi dia juga harus memperhatikan penampilannya.


viona menelpon mama dan papanya meminta izin mau pakai mobil Ferrari milik mereka, papanya memberi izin pada anak kesayangan! tapi harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dia sangat senang sekali, sebenarnya dompet Viona sudah mampu membeli mobil Ferrari ataupun Lamborghini tapi belum saatnya orang tau siapa dia sebenarnya.


Pakai mobil Ferrari milik papanya, mobil munyil ini yang memiliki terkesan sangat mempesona pada setiap mata yang melihatnya. Dia sudah sampai di perusahaan tempat dia bekerja, semua karyawan yang di luar melihat arah Viona yang memakai mobil yang sangat mahal.


desak desus karyawan kantor membicarakan dia memang benar adanya jadi simpanan para pria hidung belang.


"Viona... waw keren mobilnya, tumben nggak seksi? nggak takut dimarahin papa loh pakai mobilnya?" Ucap Micel bersama Caca.


"menurut loh! gue udah di kasih izin sama bokap nyokap gue, mumpung masih muda nikmati aja dulu yang orang tua kita punya" ucapnya dengan PD di iringi tawa khas miliknya.

__ADS_1


"kalian enak, nyokap bokap kalian satu pasukan sports, beda sama gue nggak di izinkan memiliki mobil seperti itu" ucap Caca dengan wajah sedihnya.


"Nggak apa-apa, yang penting punya mobil, itu aja kita harus bersyukur! banyak orang yang ingin memilikinya, tapi belum mempunyai kesempatan" ucap Viona agar Caca tidak memaksakan kehendaknya.


mereka bertiga berjalan masuk ke dalam perusahaan, tiba-tiba Nara menghadang Viona dengan tatapan kebencian.


"waw... seorang anak magang baru kemarin, sudah bisa bawah mobil Ferrari, dasar wanita pemuas ranjang pria hidung belang! keren" ucap Nara yang bertepuk tangan di hadapan Viona.


"iri bilang cantik! kalo kak Nara suka sama pak Erik kejar! jangan melempiaskan pada orang yang lain" ucap Viona berlalu meninggalkan.


Loh pikir gue takut sama Nara si nyingir, gue tunggu jalan main yang telah kamu susu rapi. Batin Viona.


Setiap karyawan yang berpapasan dengan mereka pasti mengagumi kecantikan alami yang di miliki mereka seperti model! apa lagi Viona memiliki style wanita karir semua mata tertuju padanya.


mereka bertiga berpisah dalam lip, Viona menekan lantai paling atas menuju ruangannya. Tiba di ruang kerjanya, dia langsung saja mengeluti laptop yang dilihatnya sudah puluhan Emil masuk, membuat dia menjadi semangat untuk kerja.


Kalian pasti bertanya kenapa dia sangat semangat sekali kerja? itu akan menjadi modal dia memimpin perusahaannya nanti, sebenarnya dia sudah bisa memimpin selama ini! tapi, dengan bertambahnya pengalaman itu membuat dia semangkin tertantang untuk bikin maju perusahaan miliknya, dan dapat pelajaran terbaru terjun kelapangan.


Dia membuat satu persatu dan menyelesaikan semua email, dia sangat cekatan dalam berpikir dan mengetik. pekerjaan itu harus di kerjakan sampai malam, tapi dia mengerjakannya baru jam 12 siang sudah hampir selesai, tinggal beberapa Emil lagi yang belum di selesaikan! karena sudah dapat pangilan dari cacing yang ribut-ribut untuk meminta jatah.


Saat Viona mau keluar dari ruangannya, dia melihat Erik yang membuka pintu, untuk mengajaknya makan siang bersama.


Viona menolak dengan sopan, jika dia makan siang bersama sahabatnya!


"baiklah, boleh saya makan gabung dengan kalian?" ucap Erik.


"oh... tentu boleh dong pak! itu suatu kehormatan bagi kami, bisa makan barang sama bapak! tapi saya takut, nanti orang bilang saya ada apa-apa sama bapak?" ucap Viona yang sudah siap siaga, Jika si Nara datang melemparkan bom atom padanya.

__ADS_1


"kamu tenang saja, mereka tidak akan berani bicara!"ucap Erik.


__ADS_2