
Sungguh menarik, Sekarang Viona bersamaku! Senyum Alex yang susah untuk di artikan.
"Viona, cincin di jarimu sungguh cantik sekali" Alex menghentikan dansanya meraih tangan Viona, sebenarnya dia sudah tau siapa yang memberikannya.
"Alex! Kamu mau apa? Ini hanya Cincin biasa!" Jelas Viona pada Alex dan menarik tanyanya lagi.
"Oh... benarkah? Aku tidak percaya! Ini pasti dari orang sepesial, tapi... Siapa orangnya, katakanlah!" Ucap Alex dengan penuh penekanan.
"Bukan urusanmu!"
"Oh... Berati ini bukan cincin dari kekasihmu! Upsss... Saya lupa jika kamu hanya simpanan! Apa hebatnya dia? Sampai-sampai kamu mau jadi simpanannya!!!
Dari lebih dari dia, tapi mengapa kamu tidak pernah melirikku sedikit saja, tenang tidak akan menyakitimu" Ucap Alex, membuat Viona merasa harga dirinya terhina, namun yang di ucapkan Alex benar jika dirinya sudah kotor.
Tangan alex mempererat pelukannya! Hingga tidak ada celah lagi, hanya terhalang kain pakaian mereka.
Cikoza mengepalkan tangannya, saat melihat Alex bersama Viona begitu erat membuat dirinya seakan tidak rela Viona bersama Alex.
Sadar Cikoza, kamu bukan siapa-siapanya Viona! Tidak ada hak untuk marah padanya.
Cikoza meminum minuman beralkohol, jujur dari hatinya seakan tidak rela, melihat mereka dansa dengan romantis seperti itu.
***
"Terserah! Menilai tentang diriku, tapi sayangnya walaupun aku hanya wanita yang simpanan yang seperti kamu bilang, mengapa ingin sekali dilirik?" Jawab Viona yang ikut permainan Alex.
"Siapa kamu sebenarnya? Aku tidak pernah bertemu wanita hebat seperti kamu!" Ucap Alex, dia pun merasa jika ada orang hebat di belakang Viona.
"Kamu bodoh atau apa? Sudah jelas-jelas kamu tahu siapa saya! Kamu lelaki yang cerdik, jika tidak? mana mungkin kamu bisa dengan posisimu sekarang! BOS MAFIA yang licik yang kejam. Upsss... Saya lupa jika kamu hanya orang pengecut mengandalkan anak buah yang tidak ada apa-apa itu!" Ucap viona yang meremehkan Alex
Alex Mala tersenyum mendengar ucapan Viona, dia sungguh senang kata-kata yang keluar dari mulut Viona.
"Baik, kamu bilang saya licik dan kejam! Oke. Sekarang terima lah!!" Ucap Alex, dia memper erat merangkul pinggang Viona.
Tangan Alex merapikan rambutnya, beralih ke pipi dan sekarang ingin ke bibir.
Cikoza yang sudah geram dengan pemandangan didepannya, jiwanya meronta-ronta tidak bisa berdiam diri.
Berjalan menghampiri Alex yang masih berdansa.
"Alex, kamu sungguh tidak bisa berdansa! Sini saya tunjukkan cara berdansa yang baik."
__ADS_1
Sial, awas kamu Cikoza! Aku tidak akan mengampuni kamu kali ini. Batin Alex.
Alex masih santai seperti tidak apa-apa, dia tersenyum pada Viona, mendekati wajah Viona.
Masih banyak hal yang aku ingin tanyakan padamu!" Bisik Alex sebelum dia pergi.
Cikoza senyum pada Viona! Berjalan mendekat merai tangan Viona. Kini Cikoza menarik tangan Viona, hingga dia berputar pas di depan dada Cikoza dan memeluk.
Deg...
Jantung bergetar saat di dekapan Cikoza, wajahnya merah seperti tomat busuk, dia malu menatap wajah cikoza.
Mereka saling tatap, Cikoza menyadari jika dilihat dari dekat betapa cantiknya wajah Viona.
Mereka dansa menikmati alunan musik yang romantis! Mata pun masih saling tatap, namun kini Viona mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ayo tatap! Apa kamu takut akan tergoda, dengan wajah tampan maksimal ini!" Ucap Ciko pada Viona membuat viona dirinya tentang.
"Cih... Najis tergoda pria seperti ini! Pria mesum."
"Mesum? Apa kamu merindukannya? Walaupun saya mesum, tapi tidak sembarangan orang hanya pada orang tertentu" jelas Cikoza senyum percaya diri.
"Itu hanya kesepakatan dari mulut ke mulut! Sepertinya kita sering melakukannya dari mulut ke mulut yang begitu nikmat? Bukankah begitu!" Ucap Cikoza ingin lihat reaksi Viona.
Viona diam, tidak lagi ingin bicara pada pria didepannya! Yang sudah tidak bisa di ajak bicara baik-baik.
*******
Acara potong kue di mulai, semua tamu undangan di ajak berkumpul menyaksikan anak semata wayang tuan Lee memotong kue.
Ini kali pertama Alex dirayakan ulang tahunya yang ke 28 tahun bersama kedua orang tuanya.
Kue Pertama Alex berikan pada kedua orang tuanya, dari kecil Alex kurang kasih sayang dari orang tuanya! Jadi ini ulang tahu spesial, selama ini tuan Lee hanya anggap Alex anak yang tidak berguna.
"Potongan kue kedua, saya berikan untuk wanita spesial, jujur dia bukan siapa-siapa untuk saat ini! tapi aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Untuk saat ini biar jadi rahasia saya! Karena terlalu bahaya jika di ungkap." Ucap Alex, dia memakan kuenya sendiri, mewakili wanita spesialnya.
Dasar pria licik, tapi pengecut! Batin Viona.
"Cie... Wanita spesial, gimana senang nggak? Jadi wanita spesial bos Mapia." Lecek Micel pada Viona berbisik.
"Jangan ngarang, jika memang benar Ogah gue sama Abang loh yang sok itu!"
__ADS_1
Haha... Kita lihat saja nanti, permainan baru di mulai bestie tercintaku, tidak akan lepas dari pandangan Abang gue. Batin Micel.
******
Acara sudah selesai orang-orang penting sudah mulai meninggalkan kediaman tuan Lee.
Tuan Lee mengandeng Viona, dia sangat suka sekali dengan Viona dari segi apapun.
Viona, Micel dan Cikoza kembali lagi ke hotel tempat penginapan mereka selama di Korea.
"kemana pak Erik? saya tidak melihatnya dari tadi!" tanya Viona.
"kamu mengkuatirkan dirinya? tenang dia berada di tempat yang aman! dia baik-baik saja, sahabatmu pasti tau" jawab Cikoza.
"iya dia berapa di suatu tempat, kenapa kamu tanya dia? kamu suka ya... sama dia?" ucap Micel pada Viona, sebenarnya dia juga ingin memastikan perasaan sahabatnya.
"Oga! mending loh sama dia!!"
kembali ke kamar hotel, Viona dan Micel masih membicarakan Erik mereka saling ledek.
Dalam kamar hotel, viona merasa lelah berada di Korea.
"kira-kira menurut loh, gue nemu Nggak cowok seperti Dion?" tanya Viona pada Micel.
"cie... yang rindu sosok mantan"
"gue serius... selalu aja ada yang ngedeketin, tapi nggak ada miripnya sama Dion! kalo cuman ganteng dong mudah. gue ingin sifat dan orangnya sama baik!"
"rencana yang di atas akan lebih indah, jika sudah tiba waktunya! intinya Sabar oke!!"
"kata-kata yang loh ucapkan itu, sudah sering lewat di beranda gue! nggak kreatif."
"Iya... memang karena itu gue bisa. "
"udahlah nggak penting juga, Tidur yuk! capek juga gue memikirkan sesuatu yang belum pasti"
Viona matikan lampu! memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa tidur.
Viona yang selalu berubah posisi saat guling, dia merasa tidak nyaman dengan dirinya, dia juga heran? ada apa dengan dirinya sekarang?"
Cikoza kini terbaring di kasur seakan di meyakinkan dirinya,
__ADS_1