
"tolong panggil anak magang bernama Micel! dia akan menjadi asisten pribadimu!! mengantikan Viona" ucap Cikoza pada Erik.
"kenapa harus dia! banyak yang lebih berpengalaman?" Jawab Erik.
Cikoza berdiri menghampiri Erik, menepuk bahunya lalu berkata, "kamu pasti sudah tahu jawabannya, jadi tidak perlu saya menjawabnya!"
deg... jantung Erik berdegup seakan tidak percaya yang di ucapkan sahabatnya! dia kini menyuruh orang untuk memanggil Micel keruangan CEO sekarang juga.
butuh waktu lima menit Micel sudah dalam ruangan Cikoza, dia pun kaget melihat ada Viona dan Erik. "maaf pak, ada apa bapak panggil saya?" ucap Micel.
"mulai besok kamu jadi asisten pribadi Erik"ucap Cikoza pada Micel yang masih bingung.
"baik pak, terima atas kepercayaan bapak pada saya!" ucap Micel.
"Micel kembalilah keruanganmu sekarang! Viona ambil tasmu sekarang! temani saya pergi ke Singapura!!" ucap Cikoza pada Viona.
Viona masih berdiri, dalam pikirannya negatif pasti nanti bos mesumnya akan melakukan itu lagi padanya, dia seperti tidak mendengarkan perintah dari Cikoza berlalu duduk di kursi pura-pura mengerjakan tugas.
Cikoza yang sudah mulai marah! menghampiri Viona dan memukul meja, wajahnya yang sudah seperti singa kelaparan.
"jangan pura-pura tuli kamu hanya anak magang disini!! sama saja seperti butiran debu, kamu bisa di posisi sekarang ini semua karena Erik, paham!" ucap Cikoza pada Viona di iringi melemparkan map merah.
Viona berdiri menundukkan kepalanya, menahan agar air matanya tidak keluar, dia tidak percaya jika orang yang pernah memadu hasrat bersama dengan lembut hingga dia terbuai bicara kasar padanya.
aku tidak menyangka kamu hanya anggap aku butiran debu, Cikoza! Batin viona.
Viona mengambil map yang di lemparkan oleh Cikoza didepannya, berjalan mengiringi dari belakang begitu juga dengan Erik.
__ADS_1
mereka bertiga keluar kantor berpapasan dengan Nara, wajahnya yang tidak senang posisi Viona sekarang! bisa dekat dengan dua atasannya sekaligus.
mereka bertiga harus pergi ke Singapura sore ini juga! Anak cabang mengalami maslahah sangat serius hingga mengharuskan dia turun tangan menyelesaikan masalah.
Naik jet pribadi menuju Singapura, Viona yang ingin duduk di belakang namun Cikoza menyuruh dia untuk duduk di sampingnya, sebagai sekertaris pribadi!!! setiap berdekatan dengan Cikoza viona selalu merasa tenang dan nyaman, dia tidak bisa membenci pria di sampingnya.
Berbeda dengan Cikoza dia hanya diam, seakan tidak memperdulikan keberadaan orang di sebelahnya.
Keheningan membuat mata Viona mengantuk dan terlelap tanpa sengaja, Cikoza langsung mengelus kepala Viona begitu lembut, Erik yang melihatnya langsung begitu meyakini jika sahabatnya mencintai Viona!
Jet pribadi sudah mendarat, Viona yang sudah terbangun dari tidurnya pun siap-siap turun, dan sudah ada mobil menjemput mereka menuju hotel.
Tiba hotel pukul satu malam, Erik sudah mesankan 3 kamar untuk mereka bertiga! mereka pun masuk ke kamar yang sesuai no kunci.
Cikoza melihat Viona masuk kamar sebelahnya, barulah dia masuk, ada pikiran liar lagi saat melihat wanita yang jadi candu masuk, rasanya ingin sekali tidur satu kamar dengannya.
Viona memeluk bantal, kebetulan Cikoza keluar ingin mengambil ponselnya ketinggalan di mobil, dia mendengar teriakkan Viona saat ada suara petir bersamaan.
Dia mengetuk pintu Viona, dan berteriak dari liar agar Viona membuka pintunya, Cikoza gelisah dan kuatir mendengar teriakkan dan tangisan. Viona membuka pintu hanya mengenakan handuk dengan rambut yang masih basah! membuat Cikoza menelan Salivanya dengan susah paya.
"kamu kenapa? apa kamu takut dengan petir?" ucap Cikoza.
Viona menganggukan kepalanya, dan memeluk Cikoza dengan begitu erat! Cikoza bisa merasakan jika ada ketakutan di wajah Viona.
"Om, temani! saya takut sekali mendengar suara petir itu!!" ucap viona.
Mereka masuk kamar Viona duduk di atas tempat tidur, Cikoza sungguh tergoda melihat Viona saat ini, Joni miliknya sudah memegang dengan sempurna dalam celana badannya pun sudah panas dingin.
__ADS_1
Cikoza mengambil selimut menutupi badan Viona agar dia tidak tergoda, saat mau pergi beranjak ke sofa Viona minta temani duduk didekatnya saja.
deg... jantung Cikoza bergetar hebat, badannya seperti di setrum panas dingin, dia berbalik ara mendekat kearah Viona kakinya terpeleset karena ada bekas tetesan air Viona mandi.
Badan Cikoza tepat menindih badan Viona, membuat dia sudah tidak tahan lagi menahan gejolak ingin menyentuh Viona.
"maaf Viona, saya sudah tidak tahan menahan untuk tidak tergoda padamu! ayo kita lakukan malam ini!!!" bisik Cikoza pada Viona.
Tampa persetujuan dari Viona, Cikoza Sudah menyatukan bibir mereka! Dia melakukannya dengan sangat lembut Viona pun terbuai yang di lakukan oleh Cikoza.
Meraka mengulanginya lagi dan lagi, Viona yang sudah mulai terbiasa bersilat bibir bersama Cikoza, mereka sama-sama suka melakukannya kali ini. Bibir Cikoza beralih ke leher Memberi tanda penuh cinta di sana.
Sekarang lilitan handuk pun sudah lepas dari Viona, hujan makin deras seakan alam berpihak pada dua sejoli ini! dua latolato pun di lahap oleh Cikoza dengan penuh nikmat suara kenikm*tan pun keluar bergema bersama hujan.
Cikoza sebenarnya tidak pernah mengecup sarang buaya, dengan Rahel pun tidak pernah sekarang dia seperti susah ahli mengelitkan lidahnya dia keinti kenikm*tan milik Viona terkadang dijilat sepeti eskrim.
Viona yang tidak bisa diam terus menggerakkan badannya sungguh merasakan sensasi yang sangat dahsyat, sekarang badannya pun menginginkan lebih dari itu.
sekarang Cikoza mempertemukan miliknya dan milik Viona serasa kenyal panas, ini kali pertama mereka Joni mankin besar sempurna, dia tidak berniat untuk memasukkannya dia masih sadar jika tidak boleh melakukan itu!
kini mereka bersilat bibir lagi! tangan Cikoza memang latolato dan satunya lagi memegang Joninya di tempelkan di luang pada inti kenikm*tan, sehingga membuat Viona sangat menikmati setiap serangan dari Cikoza.
Mereka berdua sama-sama polos, sepeti tidak malu lagi satu sama lain milik Viona sudah basah Karne ulah serangan Joni Cikoza, gesekan yang dilakukan Cikoza membuat suara makin manja.
"sayang kita tidur! aku takut nanti akan terjadi yang tidak kita inginkan!! terima untuk malam ini aku sangat menyukainya" Bisik Cikoza pada Viona mereka tidur berpelukan dengan badan yang polos, hanya di tutupi selimut.
mata hari sudah masuk kamar mereka, dilihatnya sudah pukul tujuh masih ada waktu 2 jam lagi untuk bersiap-siap! Cikoza memandangi wanita di sampingnya yang begitu cantik, hasrat pun memuncak lagi. Dia pun membangunkan Viona untuk mengulangi yang semalam.
__ADS_1
"tidak Om! anggap saja sebuah kecelakaan yang terjadi semalam, itu terjadi diluar nalar kita jadi Om kembalilah kemar! aku mohon jangan memikirkannya lagi!!!" ucap Viona pada Cikoza dengan wajah yang memohon, sebenarnya dia sangat kecewa apa yang terjadi semalam padanya yang bodoh bisa terbuai perbuatan Cikoza.