
bagas kenyang sekali perutnya sudah begah karna makan dan minum yg banyak membuatnya gelagapan hingga tertidur di sofa ruang tamu
sementara itu imelda dan lia sudah selesai akan kembali melanjutkan perjalanan nya yg tinggal sebentar lagi
"lo tinggal ikutin maps aja ya gw belum sepenuhnya nih masih pegel...'' ucap imelda
"iya udah gpp gw aja sampe nanti lo istirahat aja..." keduanya masuk ke dalam mobil dan kembali melanjutkan perjalanan nya
"baik nanti akan saya bicarakan..." ucap pak bakti dia tampak ditelpon oleh seseorang, pak bakti melihat bagas yg sudah bangun
"mau kemana gas...?'' tanya pak bakti
"mau pergi sebentar pah mau ada urusan..." jawab bagas
"kamu besok ikut papah yah..."
"kemana pah..."
"udah kamu mau pergi ya pergi aja besok kamu cukup ikut doang..."
bagas mengangguk dia langsung pergi melajukan motornya, dugaan imelda benar bagas kembali ke apartemen siapa tau imelda ada disana
"tuan bagas lama tidak bertemu..." ucap seorang pelayan apartemen
'' oh iya terakhir yg kesini siapa..?'' tanya bagas
"nona yg sering tuan aja kemarin dia kesini.."
__ADS_1
''ngapain..?"
"saya kurang tahu tuan..."
bagas menuju kamarnya.
imelda dan lia sudah sampai disebuah rumah yg sangat asri depan mereka pemandangan gunung dan sawah membuat pikiran imelda teras jernih dan segar
"non imelda..." teriak seorang perempuan paruh baya yg memeluk imelda begitu erat
"bi timi mel kangen..." sahut imelda yg juga memeluk nya
"wah ada tamu dari kota nih..." ucap seorang laki²
"aryo kamu udah sehat...?" tanya imelda
"alhamdulilah udah sehat walafiat non dari 3tahun terakhir udah bisa kerja juga..." jawab aryo
"non lia apa kabar..?" tanya bi timi pada lia yg masih berdiri didekat mobil
"baik bi..." jawab lia
"yaudah mari masuk biar barang² dimobil aryo aja yg ngangkatin dan masukin ke dalem .." ucap bi timi
mereka masuk kedalam rumah bi timi dan istirahat sejenak sebelum membereskan barang bawaan mereka
"ini kamar non lia,...'' ucap aryo
__ADS_1
''makasih..." ucap lia
aryo mengangguk dan pergi setelah mengantar beberapa koper milik lia
"ini kamar non imel udah bibi siapin sesuai yg non imel mau..." ucap bi timi
"makasih bi..." peluk imelda pada bi timi
"non kenapa bisa non imel hamil, bibi tau non imel gaakan berbuat nakal tapi ini semua terjadi ..." ucap bi timi membuat imelda sedikit sedih
"ini sudah takdir bi biarkanlah imel juga tidak keberatan tapi imel takut papah sama mama tidak akan pernah menerima imel lagi..." ucap imelda sambil berdiri didekat jendela yg terbuka sehingga dia bisa menghirup udara luar dari kamarnya
"tuan dan nyonya ga akan pernah tau non karna bibi tidak memberitahunya toh bibi dan nyonya sudah jarang komunikasi..." ucap bi timi
bi timi pergi dari kamar imelda, imelda pun kini sedang ingin sendiri dulu sedang merenung apakah keputusannya benar
brakkkkk...
bagas sudah menemukan surat dan foto usg kehamilan dari imelda, bagas menangis sesegukan saat tahun imelda memilih mempertahankan calon anak nya daripada menggugurkannya..
"imelda kamu dimana sayang...." lirih bagas sambil menangis sambil memperhatikan foto usg calon anak nya
"ayo pulang sayang pulang..aku akan segera menikahi mu dan aku akan menjadikan mu ratu satu²nya imelda...." tangis bagas
" TEMUI AKU BAGAS...." lirih imelda
"aku akan segera menemukanmu dimana pun kamu berada..." ucap bagas yg bergegas pergi tanpa ia lupa mengambil foto usg kehamilan imelda dan sebuah gelang yg sengaja imelda beli dan ia simpan ditempat yg sama
__ADS_1