
Terakhir imelda diberi sebuah minuman oleh bagas entah apa itu namun imelda tidak curiga sebab katanya itu minuman mahal asal italia yg sengaja bagas pesan spesial untuk dirinya
"Ini ko rasanya aneh sih gas...?" Tanya imelda
"Itu spesial sayang..." Jawab bagas yg juga meminum nya
Setelah selesai makan malam romantis berdua Imelda dan bagas akan segera pulang namun kepala imelda seperti berputar badannya pun serasa panas membuat dirinya ingin segera pulang dan tidur
"Ko badan aku tiba² gerah gini yah..." Ucap imelda
"Panas kali sayang udaranya.."
Tanpa sengaja imelda melihat lia yg terburu² keluar dari restoran itu
"Loh itu lia ko buru² bangett ngapain ya kayaknya habis dari sini juga deh sayang..." Tunjuk imelda pada lia yg sudah pergi mengendarai mobil yg menjemputnya
"Udahlah kita pulang aja kita ke apartemen aku yahh kita seneng² disana, kamu juga udah ngantuk kan.." senyum bagas sudut bibirnya sedikit mengangkat keatas entah senyum apa??
"Yaudahlh aku udah ngantuk bangett cepetan sayang..." Ucap imelda yg masuk kedalam mobil
Sesampainya diapartemen bagas membantu imelda masuk
"Badan aku panas bangett padahal ac nyala kan..."
"Sini sayang..." Bagas memeluk imelda dipangkuan nya sambil menciumi leher dan pipi nya
__ADS_1
"Panas yah buka yah baju nya..'' rayu bagas
"Jangan bagas..." Ucap imelda yg menepis tangan bagas yg sudah membuka 1 per 1 kancing baju nya
"Aku sayang kamu..." Bisik bagas pada imelda
Imelda benar² pasrah entah kenapa badan nya panas sekali bahkan sentuhan dari bagas membuat imelda senang
"Sayang..."
Bagas mencium bibir ranum imelda kedua nya saling berpangkutan bahkan keduanya sama² sudah tanpa busana
"Arhhhhh gas sayang..." Rintih imelda
"Kita seneng² yah sayang...'' senyum bagas
"ahhhhhhh....." ******* keduanya yg menutup malam yg panjang untuk keduanya mereka tidur dengan keadaan masih bertelanjang mungkin besok pagi baru mereka akan bersih²
"Aku harus ninggalin kamu karna apa yg aku mau sudah terwujud..."
"Ini anak kamu gas kenapa malah ninggalin aku..."
"Buang saja ataupun aborsi..."
"Engga..engga.eeeenggggaaaa....bagasss...."
__ADS_1
Imelda berteriak dirinya terbangun dari mimpi melihat Bagas sudah tidak ada disampingnya dia mencari bagas ke kamar mandi,balkon,ruangan tv tapi tidak menemukan kekasihnya tersebut
Imelda menangis disisian kasur dimana dirinya benar² hancur karna dibodohi laki² yg baru ia kenal dan sudah merenggut mahkota nya
Imelda bersih² ke kamar mandi sambil menangis meratapi kenapa dirinya tidak langsung memutuskan bagas setelah tahu maksud dan tujuan bagas mendekatinya
"Hallo... Bisa tolong bersihkan unit apartemen 48..."
"Baik kami akan segera bersihkan..."
Imelda menelpon pihak apartemen untuk membersihkan kamar apartemen bagas agar rapih kembali
"Ting tong...." Bel apartemen berbunyi
"Nona saya mau membersihkan kamar ini .."
"Baiklah bersihkan saja..." Ucap imelda yg terlihat akan pergi dari apartemen tersebut
"Emmm apa kalian liat pemilik kamar ini tadi...?" Tanya imelda
"Kami lihat tuan bagas sudah pergi pagi sekali sekita pukul 4 pagi itu pun masih sedikit acak-acakan..." Jelas pegawai tersebut
"Oh baiklah..." Imelda pergi dari apartemn tersebut rencana nya ia akan fokus saja bekerja ia pun taakan mencari bagas karna imelda sudah tahu sebelumnya akan menjadi seperti ini
hari demi hari dijalani imelda dengan baik tidak ada yg membuat digusar atau pun sedih hanya sebuah penyesalan yg ia takuti bagaimana kedepannya jika ketakutan yg ia pikirkan terjadi bencana untuk nya mimpi² yg ia rangkai untuk masadepannya mungkin akan hancur dia selalu berdoa semoga saja jika takdirnya dia ingin sekali bertemu bagas untuk menampar nya dan mencaci maki nya harusnya ia lakukan dulu setelah ia baru tahu untuk pertama kalinya namun yah nasi sudah menjadi bubur semua sudah terlanjur
__ADS_1