Jodoh Diantara Perjodohan

Jodoh Diantara Perjodohan
bagaimana nasib imelda


__ADS_3

"lia...." sapa seseorang


"bagas lo disini..." ucap lia


"apa kamu disini pelacur?ngapain hah kamu goda para pengusaha disini.." bentak pak bayu yg memang tidak menyukai lia karna dulu lia pelacur


"om tante lia udah berubah udah bukan pelacur lagi...'' tangis lia yg membuat aryo mendekat


"yg dikatakan lia benar tuan nyonya lia sekarang bekerja dengan giat dikebun ini bersama saya ..'' jelas aryo


bi timi yg penasaran mendekat dan dilihatnya lia sedang menangis dipelukan ibu rita


"tuan nyonya..." ucap bi timi yg membuat pak bayu dan bu rita kaget


"bi timi lama sekali tidak bertemu..." sapa pak bayu


"bi...'' bu rita menangis dipelukan bi timi


"imelda dimana lia ..."


semua yg disana mempertanyakan imelda dimana,


sementara itu imelda sepertinya benar-benar akan melahirkan dia bergegas ke kamar untuk membawa beberapa barang yg akan dibawa ke puskesmas terdekat sebuah barang jatuh kelantai


"apa ini gelang gw dan jni gelang siapa? bagas.. apa bagas dateng kesini..." lirim imelda yg semakin menjadi-jadi karna rasa sakit yg ia rasakan dan mungkin akan segera melahirkan


imelda pergi keluar hanya membawa ponsel saja karna barang² yg sudah ia siapkan berat dan imelda tidak mampu membawanya


''ah tolong...siapa pun tolong..." teriak imelda tapi suasana kampung sepi karna semua warga pergi ke villa


"tolong...."


hujan semakin deras imelda berjalan sekuat tenaga nya menuju puskesmas meskipun mulas nya benar-benar sudah tak tertahankan namun ia bertekad sampai ke puskesmas yg letak nya berlawanan dengan arah villa

__ADS_1


"imelda dirumah bi timi gas..." jawab lia


"apa?jadi den bagas adalah ayah dari anak non imelda yg masih dalam kandungan itu ..'' ucap bi timi


"gimana imelda bi dimana dia..?" tanya ibu rita yg menangis saat tahu anaknya tengah hamil besar


"kita kerumah sekarang imelda mungkin sudah menunggu kita ..'' ucap bagas bergegas menaiki mobil nya dan menuju rumah bi timi disusul yg lainnya


imelda sudah benar-benar lemas dia tergeletak ditengah jalan namun tidak ada yg lewat membuat imelda pasrah saja kalo pun dia akan melahirkan di jalan


bagas dan yg lainnya sampai dirumah bi timi terlihat pintu rumah terbuka


"imelda sayang ini aku sayang ayo kita pulang sayang..." teriak bagas yg mencari keberadaan imelda


"dimana kamar imelda.?" tanya bagas pada lia


"belakang gas..." teriak lia


bagas bergegas ke kamar imelda tapi tidak ditemukan nya imelda


"kemana imelda pah...'' ibu rita menangis begitu pun pak bayu sementara pak bakti menyuruh rizal dan wahyu berkeliling rumah bi timi dan aryo mencari ke dapur


lia pergi ke toilet


"arghhhhh yaampun darah..." teriak lia yg melihat darah dilantai kamar mandi


"apa darah..." teriak bagas


mereka segera ke toilet


"sepertinya non imel mau melahirkan dan dari kita gaada yg bisa menjawab telpon karna sibuk tadi...." ucap aryo


"arghhhhh...." teriak bagas memukul tembok yg ada didekatnya sehingga tembok tersebut retak dan tangan bagas pun sedikit berdarah

__ADS_1


"aku udah ngerasain kalo aku deket sama imelda tapi kenapa aku ga peka sih mungkin kalo aku peka aku udah bisa bawa pulang imelda mah....'' tangis bagas dipelukan ibu rita yg merupakan calon ibu mertuanya


sementara itu imelda terkuali lemas dijalan sudah tidak kuat berjalan lagi namun sebuah mobil berhenti


"sayang itu kenapa ko tiduran dijalan..." ucap seorang wanita


"Aku cek dulu sayang..." ucap lelaki yg menggunakan payung untuk melihat perempuan yg pingsan dijalan itu


lelaki tersebut mendekati perempuan itu dan


"yaampun imelda..." teriak lelaki itu yg tidak lain adalah rian dan istrinya vania teman bagas


rian berlari ke arah mobil dan membuka kan pintu belakang mobilnya


"sayang tolong telpon bagas bilang imelda sama kita dan kita menuju ke puskesmas tadi aku liat di belakang sana ada puskesmas cepet sayang ...." rian mengangkat tubuh imelda ke mobilnya dan vania mencoba menelpon bagas


"aku loadspeaker yah sayang...'' ucap vania


bagas melihat hp nya yg berdering telpon dari rian bagas malas mengangkatnya tapi takut penting jadi bagas mengaktanya


"ada apa..." tanya bagas


"imelda sama gw lo dateng ke puskesmas aja cepet karna gw udah hampir mau nyampe..." jelas rian yg membuat bagas terkejut


"apa?ko bisa?"


"udah nanti gw jelasin kayaknya imelda mau ngelahirin cepet yah .." rian menutup telponnya dan fokus menyetir agar selamat sampai puskesmas


"rian temuin imelda dia sekarang bawa imelda ke puskesmas, dimana puskesmas nya..? tanya bagas sedikit emosi


"biar saya yg bawa mobil nanti yg lainnya mengikuti. " ucap aryo yg menyetir mobil


mereka menuju puskesmas karna didesa ini hanya ada 1 puskesmas tidak ada lagi.

__ADS_1


bagas sambil emosi agar aryo cepat membawa mobilnya..


__ADS_2