
imelda tertidur dengan pulas karna mungkin kecapean setelah perjalanan jauh
bagas sudah kembali ke rumahnya dia ingin mengatakan semuanya pada pak bakti namun pak bakti sudah tertidur membuat bagas tidak tega membangunkannya besok pagi saja kebetulan mereka akan pergi bersama kan
bagas pergi kekamar dan tertidur padahal malam pun belum terlalu malam
imelda terbangun pada pukul 11 malam karna merasa lapar
"pengen telor ceplok dikasih kecap enak kayaknya..." guman imelda yg selesai mandi air hangat dan menuju dapur tampaknya bi timi,lia,dan aryo sudah tertidur lelap dikamar mereka masing²
clek..
lampu dapur dinyalakan eitsss tapi bukan imelda melainkan bagas yg sedang mencari makanan untuk ia makan dia seperti menginginkan sesuatu hingga dia buat sendiri
"pengen nasi goreng bisa aja kan gw beli tapi ini kenapa gw pengen masak sendiri..." lirih bagas sama halnya dengan imelda yg tengah menceplok 1 telor untuk ia makan bersama nasi san kecap
"kamu ngidam yah sayang nih mama masakin telor ceplok setengah mateng tambah nasi dan kecap mau nya gtu kan.." ucap imelda yg mengelus-ngelus perutnya
beda dengan imelda yg ngidam ingin makan simple bagas justru masih memotong-motong beberapa bawang,cabai,sosis dan lainnya menjadi pelengkap dan tambah enak bagas terus mencoba dan akhirnya selsai juga satu piring nasi goreng buatannya sendiri
bagas duduk di meja makan sambil memeperhatikan foto usg kehamilan imelda imelda pun sama dia makan sambil menangis karna rindu dengan bagas
"aku harap kita bisa bertemu sebelum anak kita lahir" ucap imelda dan bagas bersamaan..
pagi harinya imelda sudah bangun karna harus membersihkan mobilnya yg sedikit kotor karna perjalanan jauh kemarin
__ADS_1
"non biar saya aja takut non kecapean...'' ucap aryo
"gpp aryo itung² olahraga nih .." ucap imelda sambil mengelap-ngelap mobilnya
pak bakti dan bagas sudah siap, pagi tadi bagas diantarkan baju oleh si mbok agar bagas memakainya, bagas kira mereka akan bertemu dengan klien ayahnya atau soal pekerjaan karna pakaiannya sangat formal setelan jas hitam dan kemeja yg melengkapi
pak bakti dan bagas menuju tempat yg akan ia kunjungi katanya sih lumayan jauh jadi aku singkat aja ya hhe
"pah kita mau kemana..?". tanya bagas
''ketemu temen papah..",
"mau apa ngurusin soal pekerjaan.."
"aku juga mau ngomong.."
"ngomong apa..?" tanya pak bakti
"aku suka sama cwe pah.." jawab bagas yg membuat pak bakti terkejut
"papah ko kaget gtu sih.."
"gaada suka²an kamu akan papah jodohkan ke anaknya temen papah.."
bagas terkejut mendengarnya ia kira ini soal pekerjaan
__ADS_1
"loh ko gtu maen jodohin aja ga mau pah.."
"harus mau titik..."
"cwe yg bagas suka lagi hamil pah, plus bagas sayang sama dia bagas mau nikahin dia.."
"apah? keterlaluan kamu gas hamilin anak orang apa yg papah bilang kemaren jangan asal maen cwe...'' bentak pak bakti kepada bagas
''bagas ga maen² pah bagas udah sayang sama cwe ini apalagi dia lagi hamil anak bagas.."
"ini udah terlanjur bahas soal ini dirumah nanti kita kerumah temen papah dulu soal cwe kamu hamil nanti dirumah aja dibahas nya...'' bagas kesal pada papah nya dia duduk terdiam saja tidak ingin mengobrol atau apa pun
sesampainya di rumah besar itu membuat bagas sedikit emosional merasa jika hatinya berdeguk kencang seakan seperti menenukan sesuatu yg ia cari
"silahkan tuan masuk tuan dan nyonya sudah menunggu..."
bagas dan pak bakti hanya mengangguk dan masuk kedalam rumah duduk disofa sambil menunggu orang yg ia tunggu
"bagaimana pah kita jelasinnya...'' tangis seorang wanita
"papah juga bingung mah..." jawab seorang lelaki
"mama ga tau harus gimana ini...''
''yasudah papah akan kebawah dan menceritakan semuanya...'' ucap pria itu yg pergi dari kamarnya dan menuju keberadaan pak bakti dan bagas
__ADS_1