
lia sudah beberapa bulan ini kerja diperkebunan jeruk itu bersama aryo sementara imelda terus khawatir kapan bagas akan menjemputnya karna batin imelda yakin bagas akan menjemputnya
''gw berangkat dulu yah mel..."
"iya sana..."
lia mengelus-elus perut imelda yg sudah besar namun bayi didalamnya belum menendang membuat imelda khawatir namun menurut dokter bayi didalam perut imelda sehat² aja
"ga usah khawatir non..." ucap bi timi sambil memijat kaki imelda
"bi ngapain ga usah dipijitin kaki imel gpp ko .." ucap imel
''kaki non imel bengkak harus dipijit biar enak.."
"iya loh bi semua badan imel bengkak mungkin gara² kehamilan imel yg makin besar ya.."
bi timi hanya mengangguk dan tersenyum melihat imel sangat menikmati pijitan nya dia kasihan saat usia nya masih muda sudah hamil dan orangtua ataupun lelaki yg menghamilinya tidak berada disamping nya
imelda tertidur dikursi depan membuat bi timi tambah kasihan dia menyelimuti badan imelda agar tidak kedinginan karna udara pun masih dingin karna memang didaerah pegunungan ya seperti itu
bagas bergegas mengambil kopernya untuk pergi ke bandung sesuai yg diperintahkan sang papah
"kamu mau pergi sendiri aja ga..." tanya sang papah
''iya pah aku tadinya mau ajak temen² tapi mereka lagi sibuk kerja.." jawab bagas
"yasudah hati² dijalan yah disana udah ada villa keluarga jadi kamu tinggal disana aja..." jelas pak bakti
bagas berangkat mengendarai mobilnya menuju bandung
__ADS_1
imelda terbangun merasakan sang anak melakukan oergerakan namun tidak menendang
"anak mama lagi aktif yah ko ga nendang sih sayang? kamu nungguin ayah kamu yg jemput yah dan elus kamu...'' imelda mengajak bayi nya mengobrol sambil bercerita mengenai keluarganya
imelda bergegas kedalam karna cuaca seperti nya akan turun hujan dan mengambil jemuran baju yg belum diangkat bi timi
diperkebunan lia tampak semangat karna jeruk sudah ada yg bisa dipanen
"semangat lia..." ucap aryo
lia hanya tersenyum karna dirinya fokus memetik jeruk yg akan segera diekspor ke beberapa daerah
"aryo ini nanti dikirim ke mana..? tanya lia
"banyak ke sejawabarat,jawatengah,jawatimur udah dari dulu mereka meminta buah jeruk dari perkebunan ini..''
"drrrtttt...drtttt...'' hp aryo berbunyi
dia segera mungkin mengangkat telponnya
lalu dia bergegas pergi darinperkebunannya
"mau kemana yo...?" teriak lia
"ada urusan sok aja panen yah aku mau ada urusan..." jelas aryo dia langsung pergi mengendarai motor perkebunan
bagas sampai di sebuah villa yg menghadap langsung ke perkebunan jeruk dia sangat tenang sekali melihat pemandangan di depan matanya
"eh den bagas udah sampai..'' ujar seorang lelaki
__ADS_1
"eh aryo udah nih tinggal masuk aja tapi kunci nya katanya di lo..." ucap bagas
ya ternyata aryo bergegas dari perkebunan itu adalah untuk bertemu dengan bagas
apakah bagas dan imelda akan bertemu?mari kita lanjut baca agar tidak penasaran
"iya den ini kuncinya.." ucap aryo
bagas masuk kedalam villa yg jarang sekali ditempati karna itu villa keluarga dari bakti laksana namun sudah dibersihkan terlebih dahulu karna aryo diberitahu oleh pak bakti bahwa bagas akan kesana
"yaudah den bagas istirahat aja dulu soal kebun aman² aja besok aden bisa berkeliling.."
"iya yo gw juga cape banget, kalo lo keluar tutup pintu nya ya..." ucap bagas sambil melemparkan badannya ke ranjang
jarak rumah bi timi dan villa yg ditempati bagas tidak terlalu jauh namun beda arah kalo dari perkebunan
karna hari sudah malam lia pun pulang sendiri karna aryo masih sibuk karna hasil panen harus segera diurus,
"udah pulang..." tanya imelda pada lia yg tampak kelelahan
"iya nih capek banget..." jawab lia
"sabar sabar mau gw buatin minum..."
"ga usah gw mandi dulu aja nanti langsung makan..." ucap lia yg bergegas kedalam rumah dan langsung masuk kamar segera mandi
imelda memandangi langit yg cerah padahal tadi sore sudah mendung kenapa tiba² cerah..?
bagas pun sama tengah memandangi langit dia menyampaikan rindu untuk imelda dan calon anak nya ingin sekali bagas memeluk tubuh imelda sambil mengelus perut imelda namun itu belum kesampean...
__ADS_1