
pagi nya semua orang tengah sibuk di villa untuk mempersiapkan pesta kecuali imelda yg tidak ikut mempersiapkan karna pastinya akan merepotkan saja
keluarga bagas pun sudah dijalan dan ya ibu dan ayah dari imelda pun ikut karna tidak enak telah diundang oleh pak bakti masa tidak ikut so secara mereka kan calon besan
bagas menyetir memimpin rombongan karna dia yg sudah tahu jalan didalam mobil bagas ada papah dan calon mertuanya sementara teman-temannya mengikuti dari belakang kecuali rian yg katanya akan menyusul sebab dia kan sudah punya istri jadi dia memilih berangkat dengan sang istri mungkin telat beberapa jam saja
"tukang bakso tuh..." ujar bagas
''kamu mau bakso na..?" tanya ibu rita
"ga terlalu pengen sih tan udah nanti aja kalo pulangnya..." ucap bagas
tukang bakso yg dilirik bagas adalah tukang bakso yg dulu imelda beli dengan lia tapi bagas tidak terlalu ingin sebab perutnya masih kenyang juga
"kira² berapa lama lagi kita sampai..?" tanya pak bakti
"tinggal masuk kejalan menuju daerah perkebunan pah dan nanti tinggal masuk gang² aja.." jelas bagas
"tapi mobil masuk kan..?" tanya pak bayu
"jelas masuk om karna papah sengaja beli jalan orang-orang disana buat bisa mobil masuk.." jelas bagas
__ADS_1
"wah uang mu banyak yah bakti sampe bisa beli jalan..." tawa bayu
"ini demi bisnis bay kita harus lakuin sesuatu agar berkembang dan ga membuat bisnis kita tersumbat..." pak bayu dan pak bakti tertawa mereka notaben nya pebisnis sangat cocok sementara ibu rita hanya terdiam sambil sesekali melihat-lihat rumah disana
"rasanya kita dulu pernah kesini ga sih pah?'" tanya ibu rita pada pak bayu
"papah juga ga asing sama daerah ini tapi papah lupa kapan kita pernah kesini.."
"om tante tau tempat ini..." tanya bagas
"ga tau nak tante lupa-lupa ingat tapi tante yakin pernah kesini..." ucap ibu rita
imelda tengah berada di dekat jendela luar dia tidak ingin keluar rumah meskipun hanya diteras saja dia sesekali menoleh ke jendela untuk melihat motor atau mobil lewat saja sampai iring-iringan bagas cs lewat depan rumah nya dan imelda melihat itu tapi tidak mengenali mobil bagas dan temannya
apakah bi timi akan bertemu dengan pak bayu dan bu rita? kita baca terus yah
rombongan bagas cs pun tiba divilla namun bukan divilla utama karna acara akan diadakan divilla utama dimana bi timi dan lia berada divila utama
hari pun mulai larut dan hujan pun rintik-rintik saja acara akan dimulai 1 jam lagi
bagas cs masih dipenginapan belum ke villa utama
__ADS_1
"gas katanya si rian udah deket..." ucap wahyu
"gw udah kasih maps sih ke dia.." jawab bagas
mereka segera ke villa utama tempat acara berlangsung namun baik bi timi atau pun lia mereka belum bertemu dengan orang yg kenal mereka hingga acara inti pun selesai soal penandatanganan surat kontrak kerja yg ditandatangani oleh pak bakti dan dari kolega beberapa perusahaan luar daerah
imelda dirumah sendiri mules yg ia rasakan semakin terasa
"ko mules nya malah tambah gini yah..." imelda pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil namun saat akan menutup pintu ada sesuatu yg mengganjal dipintu dilihatnya sebuah gelang yg dulu pernah ia beri kepada bagas
"lah gelang gw kenapa ada disini, kapan gw pake nya..." ucap imelda dia tidak tahan untuk buang air kecil tapi dilihatnya sebuah kotoran dan sedikit darah keluar
''apa gw mau ngelahirin yah...'' imelda panik dan mencoba menelpon lia tapi tidak diangkat
sementara lia rencana nya akan pergi dari pesta itu karna sudah kepikiran dengan imelda saat keluar pintu
"brukkk..." tidak sengaja lia menyenggol tangan seseorang dan membuat beberapa kertas berjatuhan karna lia merasa bersalah jadi dia ikut membantu membereskan kertas-kertas itu...
''sorry yah saya buru-buru jadi ga hati-hati.." ucap lia
"looeee...."
__ADS_1
siapa kira² yg dilihat lia...
yg punya saran bisa komen yah insyaallah saran nya akan saya terima dengan baik terimakasih 🙏🙏