Jodoh Diantara Perjodohan

Jodoh Diantara Perjodohan
anuegrah


__ADS_3

tiba-tiba saja imelda merasakan mulas benar-benar mulas imelda sudah mengenjan karna rupanya sang anak sudah tidak sabar ingin bertemu sang ayah


"gas panggilin bidan gas kayaknya aku udah mau lahiran..." rintih imelda


bagas buru-buru keluar


"bu...bu bidak..imelda udah mau lahiran..." teriak bagas yg membuat semua orang panik


bidan laras pun berlari keruangan imelda , dilihatnya imelda sudah posisi mengenjan karna sang kepala anak sudah berada didinding ******** sang ibu


"baiklah siapa yg akan menunggu didalam.." bagas terdiam karna dia belum menjadi suami imelda


"bagas ayo masuk imelda butuh kamu..." ucap bidan laras bagas langsung tersenyum dan segera masuk kedalam ruangan dimana imelda sudah sangat kesakitan keringat bahkan wajahnya saja pucat pasi karna tidak tidur semalaman ini


"oke imelda tarik nafas yah jangan terburu-buru rileks keluarin tenaga kamu..." ucap bidan laras


imelda menggenggam tangan bagas kuat-kuat bagas pun hanya bisa terdiam sambil membantu imelda menarik turunkan nafas nya


"sakit sayang...." rintih imelda


"yg kuat sayang..." bagas mencium kening imelda


"arghhhhhh...huhhhhhh...."


"sakit....."


"aaaahhhhhhhh mama sakit...."


itu lah yg didengar oleh para orang yg mendengarkan suara imelda

__ADS_1


"yaampun mel papah ga tega nak..." tangis pak bayu melihat sang anak tengah berjuang melahirkan cucu nya


didalam masih sama imelda masih berusaha mengatur nafasnya hingga...


"sedikit lagi mel...."


"emmmmmmmmm ......." hejanan terakhir imelda terdengar suara tangisan bayi yg baru lahir


diluar riuh para orangtua haru menyambut tangis bayi yg dimana pak bayu,pak bakti,dan ibu sari akan menjadi seorang nenek dan kakek


"itu bayi mah..." ucap pak bayu


"iya pah cucu kita.." ucap bu rita


"bakti selamat kamu sudah jadi kakek..." ucap pak bayu sambil merangkul tangan pak bakti


bagas mencium kening imelda


"terimakasih sayang kamu sudah berjuang..." ucap bagas


"demi anak kita aku harus berjuang..." ucap imelda nafas nya terengah-engah bagas mengambilkan minum untuk imelda


bayi yg digendong bidan laras sedang dibersihkan dulu karna banyak darah dan ari-ari yg masih menempel


"aku minta maaf yg sebesar-besarnya sama kamu sayang maaf...." ucap bagas


"yg lalu biarlah berlalu gas yg penting sekarang kita bisa lanjutin hidup kita bareng anak kita..." imelda memeluk bagas yg dimana posisi nya masih sama karna tadi bidan laras bilang ada sedikit robekan dikemaluan imelda jadi harus dijahit dulu


bayi sudah dibersihkan bahkan sudah dibaju dan dipakaikan selimut

__ADS_1


"bagas imelda selamat yah bayi kalian berjenis kelamin laki-laki...''


bagas menggendong anak nya dan bersiap untuk mengadzani nya..


"allahuakbar'allahuakbar...."


suara bagas menggema diruangan itu imelda sangat terharu campur bahagia karna dia benar-benar melihat bagas disana dan melihat sang anak sudah berada digendongan bagas yg dimana sang anak sangatlah menantikan sentuhan ayahnya dan akhirnya mereka bertemu


"laillahailaullah..." bagas selesai mengadzani sang putra dia membawa sang putra ke imelda dilihatnya oleh mereka berdua


anak mungil yg tertidur sesekali tersenyum ke arah mereka memandangi kedua orangtua nya imelda mulai memberikan asi pada putranya


bagas keluar dari kamar imelda


"anak bagas laki-laki mah pah,," ucap bagas yg membuat semuanya merasa senang bahagia


"mama boleh masuk nak..." tanya bi rita


"boleh mah, tapi papah dan papah bayu nanti yah soalnya imelda lagi ngasih asi ke anak bagas..."


pak bagas dan pak bakti mengangguk saja dan ibu rita beserta bi timi masuk kedalam melihat imelda sedang menyusui sang putra


"sebentar tapi kemana mereka para orang yg mencari penghulu belum pada datang.." tanya bagas pada pak bakti


"tadi aryo nelpon pak penghulunya susah dibangunin jadi agak telat gpp yah gas mungkin nanti juga imelda akan sedikit syok kalo tahu kamu dan imelda akan dijodhkan.." jelas pak bayu


"oh iya bagas juga belum ngasih tahu imelda soal itu..." ucap bagas


bagas mengobrol dengan kedua papah nya itu soal kelanjutan kehidupannya bersama imelda dan putranya nanti..

__ADS_1


__ADS_2