
"bagaimana saksi sah.."
"sahhh..." ucap semua serempak yah imelda dan bagas kini telah resmi menikah kedua nya bersalaman kepada saudara dan juga teman
"bagas, papah serahin tanggung jawab imelda pada kamu yah .." ucap pak bayu
"aku akan menjaga imelda dan anak aku dengan baik pah jangan risau aku akan menjamin kebahagian untuk mereka segala kebutuhan akan tercukupi.." ucap bagas
"kamu jadi istri yg baik yah sayang mamah harap kedepannya kamu dan bagas menjadi sosok yg dewasa menjadi orangtua yg baik untuk anak kamu dan bagas.." ucap bu rita sambik mengelus rambut imelda
"yasudah mari kita semua istirahat ke villa imelda akan pulang besok siang.." ucap pak bakti
mereka semua nya pulang di klinik hanya ada bagas saja karna memang bagas yg meminta waktu untuk berbicara dengan imelda
"sayang..." sapa bagas pada imelda yg tengah memandangi putra mereka
"apa bagas, liat dia mungil sekali..." ucap imelda yg menunjukan sang putra yg tengah tertidur
"boleh aku yg gendong.."
imelda mengangguk dan menyerahkan sang putra pada bagas
"hay jagoan liat ayah sini bangun dong masih merem aja sih..." ucap bagas pada sang anak, sang anak pun merespon dan membuka mata kecilnya yg berbinar
"jagoan ayah sama bunda, maaf yah ayah baru bisa nemuin kalian pas kalian sudah berjuang ayah menyesal sekali, jangan benci ayah bila suatu saat nanti kamu tahu kalo ayah menelantarkan kamu dan bunda mu.."
__ADS_1
"ayah janji kamu ga bakalan kekurangan apapun nanti baik kasih sayang atau pun materi ayah janji kamu akan menjadi lelaki yg baik jangan seperti ayah yg urakan bahkan merepotkan kakek mu..."
"bagas..." ucap imelda
"semua sudah berlalu jangan dipikirkan, untuk kedepannya kamu harus benar-benar berubah demi keluarga kecil kita aku mau masa depan anak kita terjamin segalanya dan soal konflik kita dimasa lalu bila anak kita mengetahui nya pun bangga punya ayah yg hebat seperti kamu mau berjuang sendiri mencara aku dan anak kita..."
"imelda..."
"aku benar-benar beruntung kalian ditakdirkan dihidup ku, aku bodoh karna dulu menyia-nyiakan mu membeli mu, sadar memang penyesalan memang datang diakhir tapi takdir lah yg membuat kita bersatu..."
imelda tersenyum dan mengusap air mata nya dan juga air mata bagas
"kamu udah siapin nama buat anak kita .." tanya imelda yg mengalihkan pembicaraan agar tidak terus menangis
"aku belum siapin nama sayang aku bingung..."
"ihh kamu jangan gitu nanti anak aku nangis sayang..." ucap bagas yg menjauhkan sang putra dari imelda
"dia juga anak aku bagas ihh siniin..."
"no kamu physico nanti anak aku nangis kamu unyel-unyel gitu.."
"gemes aku tuh sama dia ngidam nya makanan terus jadi bundanya lebar gini deh.."
"kamu ga lebar sayang tapi makin gemoy.."
__ADS_1
"yey kata kamu itu mah aku yg ngerasain tendangan anak kamu yah sampe nangis aku.."
"gpp aayang yahh kamu kan cwo jadi harus pinter nendang nanti siapa tahu kamu jadi pemain sepak bola.." ucap bagas sambil mengajak ngobrol sang anak
"udah siniin ihh mau aku susuin udah 1 jam ini ..''
"iya iya ini tapi jangan di unyel-unyel loh nanti nangis.." ucap bagas sambil menyerahkan sang anak pada istrinya
"ga diunyel-unyel ayah tapi mau aku makan nih anak yah gemesin bangett huhhhh..." ucap imelda yg tampak gemas pada anak sambik menyusui memperhatikan mata nya yg berbinar
"hmmm aku kasin nama muhammad zayn saputra bagus ga sayang..." ucap bagas yg memainkan tangan mungil sang putra
"boleh panggilannya zayn..." ucap imelda yg diangguki bagas
"WELCOME TO WORD MUHAMMAD ZAYN SAPUTRA..." ucap imelda dan bagas serempak...
...
...
...
...
...
__ADS_1
...
SELESAI