Jodoh Diantara Perjodohan

Jodoh Diantara Perjodohan
memang sudah takdirnya


__ADS_3

seluruh keluarga masuk keruangan imelda yg tampak tengah duduk dan menggendong sang anak


"anak mama yg mama kandung 9bulan udah lahir ganteng sekali mirip ayah kamu .." imelda mengajak sang anak ngobrol sesekali menyungkap air mata yg turun karna tidak percaya waktu cepat berlalu sampai dititik ini imelda masih tidak percaya diusia nya yg masih muda sudah memiliki anak


mama rita masuk kedalam sambil menangis melihat sang putri beserta cucu nya yg sehat walafiat


"sayang..." ucap sang mama rita mengelus rambut imelda dan mencium kening nya


"lihat mah cucu pertama mama laki² ganteng mirip banget sama bagas..." ucap imelda sambil menyerahkan sang anak ke gendongan nenek nya


"mirip banget bagas mel..." ucap mama rita sambil mengelus pipi sang cucu


imelda menatap keduanya dan menyadari bahwa ada sesuatu yg janggal disini


"bentar deh mah, ko mama bisa sama bagas..?" tanya imelda yg baru menyadari bahwa ibu nya dan bagas datang bersama


"ini sudah takdir mel..." ucap seorang laki² yg tak lain adalah pak bayu papa nya imelda


imelda tersentak saat mendengar sang papa


"papah juga disini, darimana kalian tahu kalo imelda disini..." tanya imelda


pak bakti dan bagas masuk kedalam ruangan itu


"ini menantu papah gas...?" tanya pak bakti sambil mengelus rambut imelda


"loh pak bakti juga ada, maaf anda kan yg saya potret waktu itu kenapa kenal sama orangtua saya...?" imelda semakin bertanya-tanya seolah dirinya benar-benar tidak tahu apa yg sebenarnya terjadi

__ADS_1


"imelda kamu inget soal perjodohan kamu sama anaknya temen papa..?" tanya pak bayu


"imelda inget banget pah.."


"tunggu..." sambung imelda yg masih berfikir dengan pikirannya


''apa maksud papa yg mau dijodohin sama imelda ini bagas anaknya pak bakti...?" tanya imelda


"ya seperti yg kamu bilang..." ucap pak bayu


imelda tertawa kecil saat tahu kenyataannya seperti ini bahkan tak kerasa air matanya kembali jatuh membasahi pipinya


"are you okey sayang...?" tanya bagas sambil mengusap air matanya


"kenapa takdir seolah pengen kita ngerasain perjuangan dulu yah bagas, aku yg ngekang bahkan sumpah serapah dalam waktu 1 tahun ini aku bisa nemuin laki-laki yg aku sayang yg aku cinta dan aku bakalan kenalin ke papah aku ternyata..." ucap imelda yg terisak dipelukan bagas


imelda tersenyum mendengarkan perkataan papah mertuanya itu seakan semuanya sudah benar-benar membaik setelah beberapa bulan ini dia terus menunggu kehadiran bagas dan sekarang ada disampingnya


"imelda belum nikah sama bagas pah jadi gimana buat kedepannya..?" tanya imelda gusar sambil melihat sang anak yg masih digendong sang mama


''tenang sayang sebentar lagi penghulu datang untuk menikahkan kamu dengan bagas secara agamu dulu lalu nanti kita pulang dan meresmikan pernikahan kamu secara agama dan negara..." ucap pak bayu


imelda mengangguk saja karna dirinya benar² bahagia tidak bisa berkata-kata karna perasaannnya yg menggebu-gedu


"kamu gpp mau minum atau makan sesuatu..?" tanya bagas yg terus disampingnya sambil menggenggam erat tangan imelda


"ga mau apa-apa, tadi juga udah minum kan.." ucap imelda

__ADS_1


"maaf aku telat.." ucap bagas


"engga sayang kamu ga telat buktinya tadi kamu elus perut aku anak kita langsung mau keluar ga sabar liat papah nya yg ganteng..."


"kamu bisa aja sayang.." bagas tersipu malu saat sang istri memuji nya


bi timi masuk keruangan imelda setelah tadi pulang terlebih dahulu karna akan membawa barang² keperluan anak imelda


"non..." ucap bi timi


bagas mempersilahkan duduk bi timi agar mengobrol


"bibi ga nyangka ternyata tuan muda lah ayah dari anak non imel..'' ucap bi timi


"memang kenapa bi,..." tanya imelda


"non inget kan beberapa hari lalu tuan muda kedesa kita dan saat tuan muda datang anak non imelda pertama kali nya menendang diperut.."


imelda mengingat kejadian dikebun jeruk dimana dia untuk pertama kalinya merasakan tendangan sang anak dan mengingat ada mobil berhenti dan melihat pria yg keluar dari mobil itu


"imelda ga ngeh bi soal itu..."


"berarti aku udah menemukan kamu terlebih dahulu sayang tapi kita ga bertemu secara langsung..." ucap bagas yg tengah berdiri disamping ranjang imelda


"lucu kan takdir..." imelda tertawa kecil saat mengingat semua hal itu


next kita sedih² yah jangan lupa siapin tisu

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2