Jodoh Diantara Perjodohan

Jodoh Diantara Perjodohan
kebahagiaan untuk semua


__ADS_3

setelah memasuki jalan raya bagas berhenti sejenak untuk makan, dia memakan bekal yg tadi disiapkan aryo


saat bagas membuka kotak nasi itu dia langsung teringat imelda karna imelda suka memasak juga tapi jarang ada waktu


bagas makan sesuap demi sesuap bahkan sampai disapu bersih


"kenyang banget ini makanan enak banget sumpah, saat akan minum bagas mencium bau minyak wangi yg sering imelda pakai dia mendengus ke botol minuman dan mendapati memang botol tersebut wangi


"ko mirip minyak wangi imelda yah..." guman bagas yg langsung meminum air tersebut dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya


imelda pergi ke kamar untuk mulai mempersiapkan apa yg harus disiapkan ibu hamil bila ingin melahirkan seperti baju bayi,handuk,selimut,popok,dan beberapa barang lainnya


"lucu² banget ini barang bayi nya jadi gemes mama nak sama kamu..."


bayi imelda merespen dengan sedikit menendang perut mama nya


"oh jadi kamu udah mulai pinter yah respon kata² mama..." ucap imelda yg sedikit menangis karna tidak menyangka dalam waktu dekat ini dia akan menjadi seorang ibu


beberapa jam kemudian bagas sampai dirumah dia merebahkan badannya di sofa tampak pak bakti belum pulang dari kantornya karna memang jam baru pukul 4sore biasanya pak bakti akan pulang pukul 6 malam


"mbok ambilin bagas minum...." teriak bagas


"aduh den bagas baru pulang toh bibi ga tau kalo den bagas pulang sebentar mbok ambilin dulu..."


bagas hanya mengangguk saja dia lemas sekali tidak tahu kenapa sepertinya energi nya ada divilla dan pulang kerumah seperti tidak ada maksud dan tujuan


"ini den minumnya ada juga jus buah naga biar makin seger..." ucap si mbok


bagas meminum air putih dan meminum juga jus buah naga tenggorokannya sangat fresh setelah daritadi ingin minum


"apa ada tamu kesini mbok..?" tanya bagas

__ADS_1


"temen² den bagas kemarin kesini katanya mau nyampein sesuatu yg penting.."


bagas kangsung berdiri dan menuju kamarnya namun dia terhenti disuatu kamar yg jarang dibuka bisa dibilang kamar tamu tapi jarang sekali ada tamu


bagas membuka pintu kamar tersebut dan dilihatnya kamar yg sangat lucu bernuansa pink dan biru ya tepatnya kamar untuk bayi bahkan kamar tersebut dimodifikasi agar terhubung langsung dengan kamar bagas


"den itu pak bakti yg rencanain dan besok beberapa barang lagi akan dikirim kesini seperti kereta dorong bayi,terus beberapa baju yg kualitas nomor 1 akan segera dikirim..." jelas si mbok


"ini kamar untuk anak bagas nanti mbok...?" ucap bagas sambil melihat dekorasi kamar yg sangat pas untuk seorang bayi mungil


"iya den..."


bagas tidak percaya bahkan sampai meneteskan air mata begitu berharganya imelda dan calon anaknya untuk sang papah


"bagas bersih² dulu nanti aku mau ketemu temen² ada apa..'' ucap bagas berlalu menuju kamarnya untuk mandi dan beres² barang..


bagas menuju tempat yg sudah dikasih tahu oleh teman²nya mereka berkumpul ditempat biasa


"wih badannya lebih berisi yah sekarang..." sahut wahyu


"cwe nya lagi ngidam ya bagas juga ikutan ngidam dong .." ucap rian


"hai guys..." sapa bagas yg disertai senyuman


"sehat kan lo senyum² ga jelas gtu.." ledek rian


"ya mau gimana lagi ini temen kita calon papah muda nihh..." ucap wahyu


"gimana lo ada kabar soal imelda..?" tanya bagas


"ada gas mobil imelda ada si sowrum deket sma kita dulu dan katanya dijual ke sowrum itu tapi imelda ga beli mobil di sowrum itu.." ucap wahyu yg mendapatkan info tentang imelda

__ADS_1


"udah gaada lagi...?" tanya bagas


mereka semua menggelengkan kepala nya tanda tidak ada lagi informasi tentang imelda bagas terdiam dia harus apalagi agar bisa menemukan imelda karna waktunya sudah sangat dekat dengah kelahiran sang anak


"drtt...drttt. " bagas mendapatkan telpon rupanya dari pak bakti papahnya


"gw balik dulu ada hal yg penting papah gw bicarain..." ucap bagas


"kita boleh ikut ga gas..?" tanya wahyu


bagas mengangguk saja dan mereka ikut bagas kerumah mengendarai kendaraan mereka masing-masing


imelda sudah selesai mengemas barang-barang dia akan menyiapkan makan malam karna sebentar lagi lia dan aryo pulang semntara bi timi pasti sedang sibuk karna dia juga tukang cuci gosok dirumah tetangga nya


"huhh gw udah susah jalan gw harus gimana ini buat ambil barang² aja susah ngos-ngosan tapi belum ada makan malem.." ucap imelda


dia mengambil beberapa makanan kaleng untuk dimasak karna lebih simpel hanya tinggal menambahkan cabai,bawang,tomat saja


makanan sudah jadi namun lia dan aryo belum pulang padahal jam sudah menunjukan pukul 9 malam


sementara itu lia dan aryo sedang senang karna


"yess jeruk kita udah dikontrak sampai ke luar pulau jawa bahkan bukan cuman palembang bahkan sampai bali dan sumatra.." teriak aryo membuat semua karyawan senang


lia melihat semua orang sangat bahagia dimana kerja yg mereka kerja kan benar² uang halal lia jadi teringat dulu dia bekerja keras sebagai pelacur malah tidak bahagia sama sekali dan mendapatkan musibah


"kenapa non...?" tanya aryo


"gpp aku keinget imelda aja dia pasti seneng juga denger ini..." ucap lia


"nanti sebentar lagi kita pulang non saya mau beresin laporan dulu karna ini penting banget..

__ADS_1


lia hanya mengangguk saja dan aryo tengah sibuk membuat laporan untuk kontrak kerja dia dengan beberapa produsen dari luar pulau


__ADS_2