
rian sudah sampai dipuskesmas dia membawa imelda kedalam dilihatnya puskesmas sudah sangat sepi karna memang sudah malam
"tolong ada yg mau melahirkan siapa pun tolong...." teriak rian didalam puskesmas yg menggema
"loh imelda ...." teriak seorang wanita dari dalam ruangannya
"tolong bawa kesini akan saya cek disini..." wanita tersebut ternyata bidan dipuskesmas itu dan sering menangani imelda setiap imelda cek up kehamilan dialah yg menangani nya
"apa anda suami imelda...?" tanya bidan itu
"bukan..." teriak seorang wanita yg menggema membuat rian dan bidan tersebut terkejut
"dia suami saya yah bukan suami imelda..." teriak vania yg ketinggalan dimobil karna rian fokus kepada imelda saja
"suami imelda nanti segera kesini dok tolong urus imelda saja dulu..." ucap rian memecahkan keheningan
bidan laras ya namanya bidan laras bidak yg sudah berusia setengah abad itu sering jadi tempat curhat imelda apalagi kalo sedang cek up ke puskesmas, bidan laras segera masuk kedalam ruangan nya untuk memeriksa imelda dan menutup pintu ruangan tersebut
sementara itu bagas dan rombongannya baru saja sampai bagas terlihat tergesa-gesa hingga beberapa kali jatuh tersandung kaki nya sendiri
"bagas pelan-pelan larinya...." teriak bu rita
mereka sudah sampai didepan ruangan bidan laras mereka melihat rian dan vania sedang menunggu
"dimana imelda ...?" tanya bagas
"lagi didalem lagi diperiksa dulu kita tunggu disini..." jelas rian
"imelda gpp kan .." tanya ibu rita
"kalo dari badan sih gpp tante tapi vania liat imelda kesakitan mungkin karna mau melahirkan seperti itu..." jelas vania
bagas terus mondar mandir didepan ruangan bidan laras dan akhirnya bidan laras pun keluar
__ADS_1
"sudah ramai ..." tanya bidan laras
"gimana keadaan imelda..." tanya bi tim
"siapa disini ayah dari....."
"saya....." ucap bagas,pak bakti,dan pak bayu membuat bidan laras kaget
"saya ayah kandungnya..." ucap pak bayu
"saya ayah mertua nya..." ucap pak bakti
"saya ayah dari anaknya..." ucap bagas terakhir
"suami...?" tanya bidan laras yg membuat bagas terdiam karna ya dia dan imelda belum menikah
"karna kamu belum menjadi suami jadi imelda tanggung jawab ayah kandung nya jadi...." ucapan bidan laras terpotong oleh bagas
"cepet jemput penghulu gw ga mau tau harus malam ini juga gw sama imelda menikah kalo penghulunya ga bangun dari tidurnya,robohin rumahnya...." ucap bagas dia menyuruh aryo dan diantar teman² nya agar segera memanggil penghulu ke rumah sakit ini
"untuk saat ini imelda masih pembukaan 2 tapi badan imelda sudah sedikit lemas dan posisi bayi sedikit sungsang..." jelas bidan laras yg membuat ibu rita menangis karna tidak tega sang anak sedang merasakan kesakitan
"boleh saya jenguk anak saya, saya mama nya..." ucap ibu rita
bagas sebenarnya ingin sekali menjadi yg pertama melihat imelda tapi ia paham kondisi seperti ini ibu sangatlah dibutuhkan dan penting sekali
''masuklah bu imelda pasti sangat senang rasa sakitnya bisa terobati melihat ibu untuk yg lainnya bisa bergantian...." ucap bidan laras dan membawa ibu rita kedalam ruangannya
ibu rita masuk kedalam dan dilihatnya imelda yg sedang meringis menikmati mulas,nyeri,dan rasa sakit yg mungkin hanya dirasakan oleh ibu yg akan melahirkan
"imelda sayang...." ucap sang mama membuat imelda membuka matanya dan dilihatnya wanita yg telah melahirkannya berada disampingnya membuat imelda tidak kuasa menahan tangisnya
"mah...imelda kangen sakit mah...." tangis imelda
__ADS_1
ibu rita langsung memeluk imelda yg sangat kesakitan itu
"mama disini sayang kamu harus kuat yah ..."
"sakit mah imelda ga kuat...'' ucap imelda sambil sesegukan
ibu rita menenangkan imelda yg menangisnya sudah tidak terkontrol dengan nafas yg terengah-engah imelda bertanya
"papah juga disini mah...?" tanya imelda
"semuanya sayang..." jawab ibu rita membuat imelda kembali menangis seakan tidak percaya orang tua nya ada disini namun imelda tidak tahu sebenernya orangtua nya pun sudah mengenal bagas
"mama keluar dulu yah ada orang lain yg mau jengukin kamu juga..." ibu rita mengecup kening imelda yg meringis merasakan sakit
ibu rita keluarga dengan senyuman dimelihat imelda setelah hampir 1 tahun tidak bertemu
"bagas kamu aja sana papah ga kuat liat imelda kesakitan..." ucap pak bayu yg mengusap air mata nya karna tidak tega melihat putri semata wayang nya yg sedang meringis kesakita
bagas berjalan menuju ruangan imelda bagas melihat imelda tengah menyamping membelakangi nya
"imelda..." ucap bagas yg membuat imelda kaget bahkan rasa nyeri diperutnya sedikit reda mendengar suara yg dinantikan itu
''bagas...." ucap imelda pelan
bagas langsung memeluk imelda dan mencium keningnya sambil menangis dilihatnya perut imelda yg besar itu
"anak kita..." ucap imelda bagas segera mencium perut imelda dan menyentuh nya agar merasakan bayi yg didalam
"anak ayah tolong jangan sakitin bunda kamu yah kasian kamu lahir dengan selamat yah sayang nanti kita pulang ayah udah siapin semuanya buat kamu dan bunda..." bisik bsgas pada perut imelda mengajak sang anak agar tidak lagi berlama-lama diperut imelda..
imelda menangis karna apa yg ia inginkan terjadi
"kamu menemukan ku gas..." ucap imelda
__ADS_1
"ya karna janji ku adalah sebelum kamu melahirkan aku akan lebih dulu menemukan mu dan menjemput mu pulang...", ucap baga kedua nya berpelukan dan bagas terus mengelus-elus perut imelda