Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 10


__ADS_3

Keesokan harinya saat aku bangun ponselku penuh dengan pesan dari Marsel dia masih mempertanyakan apakah besok sabtu aku mau berangkat bareng dia apa tidak. Sampai aku berfikir dia benar-benar playboy karena dia itu niat sekali malem-malem nggak tidur malah berondong pesan segitu banyaknya.


Seharian itu dia terus mengirim pesan jadi sepulang kerja aku membalas pesannya aku mengiyakan ajakannya tapi dengan syarat


"Jadi besok sabtu pagi aku jemput kamu ya! tapi aku belum tahu rumah kamu?"


"Sabtu paginya aku bawa motor sendiri aja terus motorku aku titipin di tempat penitipan sepeda yang bukanya dua puluh empat jam itu yang sebelah jembatan, soalnya aku takut kamu pulangnya malem lagi nanti aku bingung pulangnya"


"Kalo gitu aku nggak tahu rumah kamu dong! ya udah nggak apa-apa tapi pulangnya aku antar kamu sampek rumah ya aku ikutin kamu dari belakang aku khawatir kamu kenapa-kenapa"


"Nggak usah nanti ngerepotin aku bisa pulang sendiri"

__ADS_1


"Biar aku tahu rumah kamu jadi hari minggu aku jemput kamu ya"


"Terserah kamu"


Sabtu aku berangkat agak pagian soalnya takut dia nunggu aku kelamaan aku langsung ke penitipan sepeda dan nunggu Marsel. Tidak lama Marsel datang lalu kita berangkat bareng diantara kita tidak ada yang berbicara ataupun membuka percakapan jadi kita diam sampai pabrik. Dan sampai pabrik aku cuma bilang terimakasih. Lalu Marsel mengirim pesan


"Nanti kalau aku pulang duluan aku ambil gaji dulu ya aku tungguin kamu di depan pintu masuk tapi kalau kamu yang pulang duluan kamu tungguin aku di depan bagian kamu ya!"


Karena besok pabrik mengadakan acara jalan sehat jadi hari ini karyawan tidak lembur sampai larut malam jadi hari ini aku pulang jam enam magrib. Tapi kelihatan bagian Marsel sudah pulang lalu Sahri menghampiri aku.


"Mes! tadi Benjol pesen dia ambil gaji dulu dia sekarang nunggu kamu di depan"

__ADS_1


"Oh iya makasih ya"


"Iya"


Aku berjalan menuju pintu keluar lalu aku melihat tidak ada orang lalu ada seseorang yang berteriak memanggil namaku. Aku melihat lagi dengan seksama ternyata ada orang di bawah pohon mangga yang kebetulan ditempat gelap jadi aku tidak tahu siapa yang memanggilku. Lalu dia berteriak lagi dia bilang "disini" sontak aku tahu kalau itu adalah Marsel jadi aku berlari kearahnya. Lalu aku naik ke motornya entah kemana tujuan kita aku juga bingung jadi kita hanya berkeliling.


Sampai di alun-alun kota aku melihat ada penjual nasi bakar dipinggir jalan lalu aku bilang ke Marsel aku pengen beli. Karena Marsel nggak mau jadi aku beli satu porsi tapi dibungkus lalu Marsel ngasih aku uang seratus ribu yah aku mau aja dong soalnya dia kan cowok.


Tapi ternyata eh ternyata uang seratus ribunya nggak ada kembaliannya jadi aku pakek uangku sendiri buat bayar. Setelah itu kita berhenti di taman lalu dia beli cilok. Jadi saat di taman kita makan aku makan nasi bakar dia makan cilok.


Disitu dia cerita semua tentang dirinya dan mantannya Desi itu yang sebenarnya sudah putus lama sekali tapi Desi masih sering menemui ibunya sambil nangis-nangis minta ibunya Marsel membujuk Marsel agar mereka bisa balikan. Tapi dia bilang ibunya tidak mau karena semua terserah pada keputusan putranya.

__ADS_1


__ADS_2