
Aku dari rumah berangkat pukul setengah lima pagi soalnya jalan sehatnya dimulai pukul setengah enam. Sampai di pabrik aku bingung cari temen-temen ku untung aja ada kak Lila yang manggil aku.
" Kok masih sepi ya kak?"
" Iya, kamu nunggu disini aja sama kakak sama suami daripada sendirian"
Udah hampir waktunya jalan tapi aku nggak liat Marsel sama sekali temen-temennya yang ikut juga sedikit biasanya bergerombol rame-rame. Pesanku dari pagi juga nggak dibalas sama dia.
" Kamu dimana? kamu nggak ikut?"
"Maaf dek aku bangun kesiangan tadi. Aku ikut kok tapi aku nggak iku jalan aku sekarang dirumah temenku dibelakang pabrik. Udah jalan belum?"
"Ini baru baris mau jalan"
"Hati-hati ya! nanti kalau udah nyampek beritahu aku ya"
" Kamu kenapa nggak ikut jalan temen kamu yang lainnya ikut jalan?"
"Aku malu. Nanti aja kalo udah selesai nanti kamu kebelakang pabrik ya lewat bangunan yang baru dibangun itu nanti kelihatan kok nanti aku jemput disitu"
"Nggak mau. Kenapa kamu nggak ikut aja sih aku takut nanti ketahuan. Lagian kamu nggak check lock apa?"
"Tadi aku udah tanya Dadang katanya cuma tanda tangan kehadiran jadi aku suruh dia buat tanda tanganin punyaku"
"Ya udah kalo gitu"
__ADS_1
Singkat cerita udah muter lewat rute dan balik lagi ke pabrik udah dapet kupon undian juga tapi acaranya lama sekali karena pemilik pabrik orang yang religius punya pondok pesantren jadi disela-sela pengundian kupon ada acara banjari, qiroah, ceramah dan sholawatan.
" Masih belum selesai acaranya?"
"Belum masih lama"
"Ayo kamu kebelakang kita keluar"
"Aku nggak berani"
"Aku jemput kamu di belakang"
Aku bingung acara belum selesai tapi aslinya juga pengen cepet keluar soalnya udah pegel duduk terus dari tadi tapi nggak berani. Karena aku duduk dengan kak Lila dan suaminya aku minta ijin ke kak Leli.
"Kak ini masih lama nggak ya"
"Ini Marsel ngajak keluar dia nungguin di belakang"
"Kamu nggak takut nanti kena masalah loh"
"Gini kupon aku kakak yang bawa ya, nanti kalo pulang pakek check lock kasih tau aku"
"Ya udah kamu keluar hati-hati ya nanti kalo check lock nanti kakak urus"
"Makasih ya kak! aku kebelakang dulu"
__ADS_1
"Iya"
Sampai dibelakang pabrik aku melihat Marsel berdiri di seberang sawah nungguin aku. Aku secepat mungkin berlari ke arahnya takut nanti ada orang yang melihatku meninggal acara yang belum selesai. Yah karena baru pacaran ya sama-sama agak malu-malu untuk memulai pembicaraan berbeda dengan hari sebelumnya.
"Belum selesai ya pengundiannya?"
"Belum"
"Kamu dapet nggak tadi?"
"Enggak"
"Kita nunggu disini dulu ya nungguin Dadang nanti dia sama pacarnya nanti kita main bareng kemana gitu ya"
"Terserah"
Lama sekali akhirnya Dadang dateng sambil nenteng kompor.
"Dang lama banget sih berak dulu ya lu"
"Ini mas lama soalnya dapet kompor, ini juga bukan aku yang dapet tapi mas Wawan aku disuruh bawain"
"Lah terus itu kompornya gimana, mau lu anterin ke rumahnya?"
"Enggak lah mas aku nungguin mas Wawan kesini sambil nungguin mbak pacar Tata"
__ADS_1
"Ya udah tapi lama nggak udah siang ini?
"Enggak kok mas katanya udah OTW"