Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 14


__ADS_3

Sekitar pukul dua siang aku bilang ke Marsel minta dianter pulang. Lalu kita berpamitan pulang sedangkan Tata masih tinggal.


"Dang pulang dulu ya"


"Iya mas hati-hati"


Saat dijalan Marsel membuka percakapan


"Dek mau gak aku ajak ke toko ketemu sama mbah sama ibuku"


"Nggak ah malu"


" Bentar doang kok cuma mampir"


"Nanti kemalaman"


"Enggak... bentar doang cuma dikenalin aja"


"Kita baru kenal lagian aku juga malu"


"Nggak usah malu ibuku orangnya suka bercanda kok"


"Ya udah deh tapi jangan lama-lama"


"Iya nggak lama! Kalo gitu sekarang kita cari makan dulu ya adek kan belum makan habis makan kita ke toko. Adek mau makan apa?"


"Terserah"


"Kok terserah"


"Aku pengen nasi goreng pete yang sebelah gapura pasar"

__ADS_1


"Ok kita kesana"


Sesampai ditempat makan kita pesan makan tapi ternyata nasi goreng petenya habis jadi kita pesen mie goreng. Sambil makan kita sambil ngobrol.


"Dek kalo kita pacaran udah satu tahun adek mau nggak mas lamar?"


Aku kaget mendengar Marsel bilang seperti itu aku tidak bisa menjawab pertanyaannya karena aku belum berfikiran sampai arah sana aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku. Aku juga belum mempunyai perasaan ke dia.


"Adek kok diem aja? adek mau nggak mas lamar? nggak buru-buru kok nunggu satu tahun"


"Kita makan dulu aja"


"Jawab dulu mau apa nggak"


"Liat kedepannya aja lah baru aja kenal jadian juga baru kemarin udah ngomong lamar"


"Aku beneran serius sama adek aku suka beneran"


"Aku beneran kok serius ke kamu aku bakal buktiin kalo aku benar-benar serius pengen ngelamar kamu. Adek mau kan"


"Ya udah ya udah habisin dulu makannya udah sore banget ini"


Setelah makan Marsel mengajak aku ke toko milik orang tuanya. Tokonya tidak jauh dari tempat kita makan. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan ibunya eh ternyata ibunya Marsel sebenarnya sudah sering liat aku waktu dulu berangkat sekolah.


"Buk ini kenalin namanya Mesya. Mbah kemana?"


"Mbah didalam masih sholat magrib"


"Rumahnya mana nak"


"Rumah saya di desa pisangan bu"

__ADS_1


"Ohh pisangan arah ke barat itu ya? deket kalo gitu ibu banyak kenalan di sana. Saudara kamu berapa nak?"


"Satu cuma punya adek masih kecil"


"Adeknya sekolah kelas berapa?"


"Tahun depan baru masuk TK"


"Oh kamu anak pertama"


"Iya"


Habis magrib kita berpamitan pulang. Sebelum pulang Marsel mau beliin makan buat keluargaku kata dia nggak enak cowok main ke rumah cewek nggak bawa apa-apa. Lalu dia beli nasi bebek tiga bungkus setelah itu kita pulang ke rumah.


Singkat cerita sampai di rumahku Marsel bersalaman dengan kedua orang tuaku. Tapi orang tuaku nampak malu-malu jadi mereka setelah perkenalan mereka masuk lalu membiarkan kita berdua diruang tamu. Marsel kembali membahas tentang lamarannya.


"Dek gimana soal yang tadi?"


"Apaan?"


"Maukan kalo aku lamar"


"Jangan buru-buru aku belum beneran suka sama kamu"


"Pelan-pelan dulu kalo adek mau aku beneran serius biar aku nggak kecewa di akhir"


"Nanti kita bahas lagi yang penting sekarang kita jalani dulu aja masalah lamaran kapan-kapan kita bahas lagi kalo aku udah beneran mantep hatiku sekarang kamu pulang nanti kemaleman nggak enak diliat tetangga"


"Ya udah aku pulang dulu, dipertimbangkan baik-baik ya lamaranku soalnya aku udah berharap banget"


"Iya"

__ADS_1


__ADS_2