
Satu bulan kemudian, aku diterima kerja di pabrik yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Kerjanya menggunakan sistem kerja harian, meskipun gaji hariannya tidak terlalu besar hanya empat puluh lima ribu rupiah sehari untuk karyawan baru sepertiku.
Aku berusaha menyukai pekerjaanku, aku selalu menyemangati diriku sendiri dalam hati.
__ADS_1
"Aku harus bisa harus kuat harus semangat tujuanku sekarang membuat orang tuaku bahagia. Mereka dulu rela menahan sakit dan lelah untuk memenuhi kebutuhanku untuk membiayai sekolahku. Sekarang aku telah mampu mencari uang aku tidak boleh mengeluh. Tahan sedikit rasa sakit dan lelah ini untuk orang tuamu Mesya, rasa sakit dan lelah ini juga yang mereka rasakan dulu demi untukmu. Sukai apa yang kamu lakukan bukan hanya melakukan apa yang kamu sukai. Sukai pekerjaanmu maka semua akan terasa ringan! SEMANGAT!!!!SEMANGAT!!!!!"
Dalam hatiku aku selalu berkata seperti iku ketika aku mulai lelah dan capek agar aku kembali semangat. Dan benar saja aku selalu semakin semangat dalam bekerja ketika mengingat orang tua ku.
__ADS_1
Satu minggu bekerja aku sudah mulai membaur dengan karyawan lainnya yang awalnya aku istirahat hanya makan sendiri kini aku punya teman yah lumayan agak banyak. Kebanyakan mereka adalah juga karyawan baru dan juga ibu-ibu aku tidak terlalu dekat dengan karyawan senior yang sebaya denganku. Karena mereka terlalu sombong mereka merasa senior kadang menyuruh sesuka hati mereka kepada karyawan baru. Mereka tidak sungkan memerintah dengan nada yang tinggi sekalipun kepada orang yang jauh lebih tua darinya.
Aku merasakan tidak adanya hormat menghormati antara tua dan yang muda melainkan hormat kepada mereka yang paling lama menjadi senior dan yang memiliki jabatan. Miris sekali! aku sekilas merasa menyesal sudah meminta sesuatu yang membebankan untuk orang tuaku.
__ADS_1
Namun keinginanku untuk kembali melanjutkan studiku masih menggebu-gebu di hatiku. Tapi kembali lagi semua harus pupus mengingat keadaan perekonomian keluargaku.
__ADS_1