Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 16


__ADS_3

Aku bangun dan berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku minta diantar bapakku sampai deket jembatan.


"Beneran cuma dianterin sampai sini?"


"Iya pak, bapak pulang aja nggak apa-apa"


"Bapak tungguin bentar lagi nanti temenmu gak dateng lagi"


"Nah itu pak udah dateng"


Setelah Marsel datang dia langsung turun dari motornya dan menjabat tangan bapak lalu dia pamitan minta ijin ngajak bareng aku.


"Bapak kita berangkat dulu ya adek bareng saya"


"Iya hati-hati"


"Dek udah lama nungguin tadi?"


"Enggak kok baru nyampek juga tadi"


"Ya udah pegangan ya mas mau ngebut"


Karena hari ini dia piket yang berangkat kerja juga masih belum banyak jadi tidak banyak orang yang melihat kita berangkat bareng.


Aku langsung turun di depan tempat bagianku dan Marsel kebelakang ke tempat parkir. Setelah markirin motornya dia kirim pesan


"Dek nanti beliin nasi di mbak Nanik ya mas belum sarapan"


"Iya terus ngasihnya gimana?"


"Nanti aku suruh Dadang ambil ya"

__ADS_1


"Iya"


"Nanti kalo adek pulang dulu tungguin mas di taman ya kalo mas pulang dulu mas ambil gaji dulu mas tungguin dibawah pohon mangga depan"


"Iya mas"


Karena aku mulai kerja jam tujuh jadi aku duduk-duduk dulu sambil menunggu teman yang lainnya. Tidak lama kemudian mbak Nanik berangkat sambil menenteng dua tas yang isinya nasi dan kopi.


"Mbak Nanik aku nasi satu sama kopi satu ya"


" Iya, cie beliin siapa pakek kopi segala biasanya bawa bekal sendiri"


"Itu beliin Marsel"


"Oh Marsel iya iya langganan itu dia setiap hari beli nasi di aku, cie pacaran ya sama Marsel biasanya dia nyuruh Dadang"


"Hehehehe iya"


"Yah kira-kira segituan lah mbak, udah lupa banyakan lembur hehehe"


"Iya tak doain langgeng ya, banyak kok anak yang kerja disini baru dapet pacar terus nikah moga-moga kamu juga gitu"


"Nggak pingin nikah dulu mbak, tapi kalo udah jodoh sih ya gak nolak hahaha"


"Nih nasinya satu aja?"


"Iya mbak satu, terimakasih"


"Sama-sama"


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan Dadang baru datang mengambil nasi.

__ADS_1


"Mes, ambik nasinya mas"


"Iya, ini kok baru sarapan jam segini?"


"Iya gantian keluarnya dua-dua"


"Oh gitu, ya udah nih sana"


Tidak terasa pekerjaanku sudah selesai aku melihat sudah jam delapan aku mengecek ponselku siapa tahu Marsel pulang lebih dulu dan menungguku.Ternyata tidak ada pesan sama sekali. Saat keluar aku melihat Marsel dia melambaikan tangannya ke arahku aku bergegas lari kearahnya.


"Dek aku lembur adek tunggu mas di taman ya"


"Masih lama?"


"Ya gak tahu mungkin satu jam lagi, itu jaket mas adek pakek ya biar adek nggak kedinginan"


"Iya mas, aku ke taman dulu"


"Iya"


Aku menunggu ditanam lama sekali sampai pukul setengah sepuluh tapi Marsel belum juga keluar. Tidak lama kemudian ada segerombolan wanita yang keluar dan aku mengenali salah satunya yaitu Desi mantan Marsel mereka berjalan di depanku.


"Eh itukan jaketnya Marsel, jadi itu pacar barunya?"


"Iya itu jaketnya udah apal lagi gue"


"Dia pasti lagi nungguin Marsel pulang"


"Ya iyalah mau nungguin siapa lagi jelas-jelas nunggu disitu pakek jaketnya juga ya pasti nungguin Marsel lah"


"Ih jelek cantikan kamu Des"

__ADS_1


Mereka berbicara dengan nada pelan tapi karena malam itu sangat sepi jadi aku bisa mendengar pembicaraan mereka dengan sangat jelas.


__ADS_2