Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 09


__ADS_3

Saat sholat ashar aku diajar barengan sama kak Lila. Sampai di masjid pabrik kami mengambil wudhu lalu naik ke masjid yang terletak di lantai dua kak Lila berbisik memberi tahu kalau Desi ikut sholat. Seusainya sholat kita melepas dan merapikan mukenah saat iku kak Lila berbisik.


"Itu dek yang sebelah kanan kamu jarak dua orang yang berdiri nah nah itu yang putih gemuk pendek"


"Dia cantik banget"


"Dia putih mukanya doang dek liat aja nanti kalau jalan kakinya item. Lagian kan Marsel gak suka sama dia gara-gara cemburuan"


Lalu kita kembali lagi untuk bekerja saat perjalan menuju ke bagian kami aku bilang ke kak Lila.


"Kak aku gak bawa motor nanti aku mau dianterin Marsel pulangnya"


"Iya kamu hati-hati ya, gak apa-apa kamu sama dia biar kita jadi saudara. Tapi biasanya dia lembur pulangnya malem banget. Nanti kamu nunggu sama kakak di pos ya nanti kakak juga nunggu suami soalnya"


"Iya kak"


Aku pulang jam delapan aku nungguin Marsel di pos bareng kak Lila. Tapi sudah sampai pukul sepuluh dia juga belum pulang Marsel kirim pesan ke aku dia bilang sebentar lagi pekerjaannya selesai tapi sudah pukul sebelas aku juga sudah mengantuk.


"Dek kamu beneran masih mau nungguin Marsel dia belum pulang"


"Yah mau gimana lagi kak kalau nggak nunggu dia aku pulang sama siapa?"


Kebetulan sekali tiba-tiba Andik keluar lalu menyapa aku.


"Hai Mes! kok kamu masih disini bukannya kamu udah pulang ya dari tadi?"

__ADS_1


"Iya"


"Dek mending kamu pulang bareng Andik daripada kamu nungguin dia nggak jelas pulangnya" kata kak Lila


"Tapi dia bilang sebentar lagi keluar kak"


"Eh Andik! kamu pulang bareng siapa ini boleh nitip Mesya dianterin pulang nggak dia nggak bawa motor soalnya" tiba-tiba kak Lila bilang seperti itu ke Andik


"Emmm boleh"


"Udah-udah sana aku nitip ya Ndik jaga anterin sampai rumah"


"Oke siap!"


Lalu aku pulang diantar Andik perasaanku nggak enak sama Marsel udah ninggalin dia. Sampai dirumah aku lihat ponselku banyak sekali pesan dari Marsel.


"Aku udah pulang kamu dimana?"


"Kok kamu ninggalin aku sih?"


"Kamu kok pulang bareng Andik?"


"Padahal tadi aku sama Andik pulangnya sebenarnya bareng cuma tadi aku kan piket jadi bersih-bersih dulu sebentar pas aku keluar cari kamu katanya kamu baru keluar sama Andik aku tadi ngebut kenceng banget ngejar kamu sama Andik tapi nggak ke kejar"


"Kan aku udah bilang aku sebentar lagi keluar!"

__ADS_1


Membaca pesan Marsel aku jadi merasa bersalah karena ninggalin dia aku juga bingung harus bales pesan dia gimana. Yah aku cuma bisa minta maaf ke dia.


"Maaf ya tadi solnya kamu lama aku juga ngantuk jadi aku pulang bareng Andik"


"Padahal tadi nggak lama loh aku langsung keluar"


"Iya maaf kamu marah ya?"


"Nggak apa-apa kok aku nggak bisa marah sama orang yang aku sayang"


Duh pesan dia yang terakhir bikin aku ilfil sama dia jadi ingat kata temen-temen yang bilang dia playboy. Rasa bersalahku tiba-tiba hilang malah aku merasa aku melakukan hal yang benar udah ninggalin dia.


"Tiga hari lagi hari minggu pabrik ngadain acara jalan sehat kan buat memperingati Hari Kemerdekaan kamu ikut nggak?"


"Ikut emangnya kenapa?"


"Nggak usah ikut kamu mending ikut aku jalan-jalan nanti aku jemput hari sabtu kamu mau nggak bareng aku lagi"


"Liat besok aja ya"


"Nanti hari sabtunya pulang kerja aku beliin kamu semua apa yang kamu mau buat bekal jalan sehat"


"Aku bilang liat besok aja aku udah ngantuk mau tidur besok kerja lagi"


"Ya udah selamat malam Mesya, semoga kamu mimpi indah"

__ADS_1


"Hmm"


__ADS_2