Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 06


__ADS_3

" Eh Andik! kamu beneran jemput aku?


"Iya, ayo cepet naik!"


Aku pun langsung naik ke motornya lalu tiba-tiba pak satpam godain Andik.


"Oh ini ta yang ditungguin dari tadi, pacarnya ya mas? haha soalnya perasaan masnya udah pulang dari sore tadi ternyata sekarang jemput pacarnya!"


"Eh ya udah pak kita pulang dulu, mangga"


"Iya den hati-hati"


Di tengah-tengah perjalanan aku mikir berasa jadi beban dan ngerepotin Andik. Lalu sebelum pulang kami mampir di warung nasi goreng pinggir jalan.


"Maaf ya aku ngerepotin kamu"


"Nggak apa-apa lagi aku juga nggak repot"


"Kamu kan capek habis kerja pulang terus balik lagi jemput aku"


"Malah aku biasanya pulang kerja langsung futsal sama temen-temen pabrik"


"Oh gitu ya, kalau gitu makasih"


Sesampainya dirumah aku dibuat bergikir lagi Andik sangat baik perhatian tapi entah kenapa aku tidak punya perasaan padanya aku juga tidak berharap padanya. Keesokan harinya aku cerita ke kak Lila tentang Andik dia bilang Andik memang baik mudah bersosialisasi juga bukan tipe cowok-cowok biasanya. Hari itu Andik dipindah ke bagian gudang penyimpanan yang tempatnya agak jauh dari pabrik jadi kita tidak bertemu lagi. Karena aku lembur dia juga lembur jadi membuat kita jarang berkomunikasi.


Tepat satu bulan aku bekerja sepulang kerja ada nomor baru yang mengirim aku pesan. Aku tidak merespon tapi dia terus mengirim banyak sekali pesan singkat lalu melakukan panggilan berkali-kali. Aku sudah sangat mengantuk jadi aku mengabaikannya.

__ADS_1


Keesokan hari sebelum aku berangkat kerja aku membalas pesan singkat itu aku membalas


"Siapa?"


"Namaku Marsel, aku anak gudang"


"Aku nggak kenal kamu"


"Aku yang pakek motor satria warna hitam"


"Aku boleh kenalan nggak sama kamu"


"kok nggak bales sih"


"kok nggak bales sih"


"kok nggak bales sih"


"Anak gudang yang pakek motor satria hitam cuma aku"


"Anak gudang yang pakek motor satria hitam cuma aku"


"kok nggak bales sih"


"kok nggak bales sih"


"kok nggak bales sih"

__ADS_1


Aku sampai pusing kalau aku bales agak lama dikit dia langsung kirim pesan pendek banyak banget dan mised call berkali-kali. Setiap istirahat anak gudang selalu keluar beli makan. Karena penasaran saat istirahat aku selalu memperhatikan setiap laki-laki yang naik motor satria hitam. Sudah empat hari aku memperhatikan setiap kali istirahat dan yang pakai motor satria hitam banyak sekali.


Sore hari setelah sholat ashar bareng kak Lila di mushola aku cerita.


"Kak Lila tahu nggak yang namanya Marsel?"


"Kok kamu bisa kenal sama Marsel?"


"Dia kirim pesan singkat ke aku minta kenalan tapi aku nggak tahu dia yang mana"


"Kamu duluan atau dia duluan yang kirim pesan?"


"Dia duluan, orang aku nggak tahu orangnya makanya aku mau nanya ke mbak Lila"


"Aku tahu banget Marsel dia itu sepupunya suamiku dia juga pacarnya temenku yang dibagian packing namanya desi tapi katanya sih udah putus tapi si ceweknya bilangnya belum desi juga akhir-akhir ini buat update kata-kata galau di media sosialnya, kamu hati-hati ya sama Marsel ceweknya itu cemburuan awas kamu dilabrak sama dia!"


"Oh gitu ya"


"Terus kamu Andik gimana mending sama Andik aja"


"Nggak gimana-gimana kita cuma temen"


"Ya udah besok pagi kan kamu piket kamu berangkat pagi nah besok aku kasih tunjuk kamu yang namanya Marsel, soalnya anak gudang itu berangkatnya pagian jam enam udah masuk. Oh iya gini ya selagi dia baik sama kamu, kamu bales aja pesannya Marsel kamu baikin juga ya. Nanti dia kira karena kamu deket sama aku terus aku tahu dia dulu pacaran sama temenku terus dia mikirnya aku yang ngelarang kamu"


"Iya kak aku bales baik-baik"


Karena kak Lila bilang seperti itu aku jadi nurut omongannya. Karena aku pikir kak Lila sudah lama bekerja disana jadi dia sudah mengenal seperti apa Marsel dan juga karena Marsel sepupu dari suaminya.

__ADS_1


__ADS_2