Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 04


__ADS_3

Keesokan harinya teman cowok satu bagianku namanya Sahri, dia minta nomor ponsel ku. Karena aku pikir toh apa salahnya aku di sini juga ingin punya banyak teman. Dia seumuran denganku tapi dia senior bahkan dia sudah bekerja di sana sejak lulus SMP. Rumahnya juga tidak terlalu jauh dari pabrik hanya berjalan lima sampai tujuh menitan saja.


Malam harinya Sahri WhatsApp ke nomorku dia bilang jika butuh apa-apa tidak perlu sungkan-sungkan meminta bantuannya. Lalu keesokan harinya di istirahat sore ada nomor baru yang telfon ke nomorku tapi aku tidak berani mengangkatnya. Lalu ada pesan masuk


"Kamu dimana?"


Karena nomor yang tidak aku kenal sontak saja aku membalas ketus


"Nggak dimana-mana!"


"Kenapa nggak diangkat? aku serius kamu dimana?"

__ADS_1


"Dikuburan kamu siapa?"


"Aku Aldi mandor produksi"


Karena hari itu lembur jadinya aku pulang malam aku juga tidak membalas pesan dari Aldi. Pagi-pagi buta dia juga sudah rajin mengirimi aku banyak pesan tapi aku tetap tidak membalas karena aku merasa aku tidak mengenalnya.


Ketika aku sampai pabrik aku bertanya pada Sahri ternyata benar dia yang memberi nomorku ke Aldi.Lalu saat istirahat aku makan siang bersama emak. Aku bertanya pada emak Aldi itu Siapa. Emak menjawab,


"Eh... kamu jangan dekat-dekat saka Aldi dia itu playboy bibirnya dower hitam tapi ya sedikit manis dia sudah punya pacar sudah mau tunangan kamu jangan mau sama dia. Nanti kalo dia lewat emak kasih tahu yang namanya Aldi sok ganteng itu"


" Mak katanya dia mandor produksi"

__ADS_1


"Iya dia mungkin umurnya tiga tahun di atas kamu dia sudah jadi mandor dibagian lain bukan mandor produksi, dia juga baru-baru ini kok di angkat jadi mandornya"


Sejak saat itu aku tidak pernah merespon pesan dan telfon dari Aldi. Hampir setiap hari dia mengirim aku pesan. Karena aku geram dengan ponselku yang terus berbunyi aku pun membalas pesannya.


"Mas, kamu kan sudah punya pacar kamu juga katanya sudah mau tunangan tolong jangan ganggu aku"


"Emangnya kenapa kan baru tunangan belum menikah, kamu mau nggak jadi selingkuhan ku?"


Aku kaget dengan jawabannya akupun marah dan memakinya dengan kata-kata kasar.


"Kamu ini nggak punya malu atau nggak waras sih? udah jelas-jelas punya pacar mau tunangan masih cari selingkuhan!"

__ADS_1


"Jadi kamu mau nggak?"


Sejak hari itu aku blacklist nomornya.


__ADS_2