Jodoh Sepertiga Malam

Jodoh Sepertiga Malam
Episode 19


__ADS_3

Setelah beberapa lama kemudian kita beli makan lalu kita pulang. Sesampainya di rumah bapak ibu sudah di rumah, Marsel langsung menyodorkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan orang tuaku.


"Pak bu saya mau ngomong serius ke bapak sama ibu?


"Iya silahkan"


"Gini bu saya beneran suka sama adek Mesya niat saya kesini mau ngelamar"


"Gimana ya nak, kalo ibu sih terserah Mesya nya aja kan yang menjalani Mesya bukan bapak sama ibu, tapi kamu beneran serius kan? Soalnya kalian baru kenal ibu takut kalian belum saling mengenal nantinya tau kekurangan satu sama lain lalu cerai amit-amit bukannya doain tapi ibu cuma nasehatin"


"Saya beneran serius kok bu, saya nggak main-main, kalo ibu nggak percaya saya bawa ibu saya ke sini"


"Kalo keseriusannya sih ibu percaya nak, apa kamu nggak terburu-buru apa tidak saling mengenal lebih dulu"


"Saya sudah mantap mau nikahin Mesya bu"


"Yah ibu sih balikin lagi ke Mesya, gimana nak kamu siap nikah?"


"Iya bismillah siap bu"

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu kamu ngomong ke orang tua kamu mereka setuju apa tidak?"


"Iya bu"


Setelah itu bapak dan ibu meninggalkan kita berdua di ruang tamu. Terlihat Marsel masih sangat deg-degan dia sampai salah tingkah bingung mau ngapain.


"Kamu kenapa sih?"


"Aku masih deg-degan dek. Untung tadi adek bilang mau coba adek bilang enggak atau bapak sama ibu nggak setuju aku langsung lari pulang malu setengah mati"


"Emang berani kayak gitu?"


"Oh iya soal orang tua kamu gimana?"


"Itu gampang urusan aku"


"Ya udah kalo gitu kamu pulang gih sana istirahat besok kerja"


"Iya sambil nenangin jantung dari tadi deg-degan terus"

__ADS_1


"Iya habis ini hati-hati ya pulangnya "


"Iya dek"


Marsel berpamitan pulang ke bapak dan ibu dan setelah itu aku langsung pergi tidur aku tidak melakukan hal terlalu berat hari ini tapi rasanya capek sekali jadi aku tidur lebih awal.


Pagi aku bangun aku merasa tubuhku sakit semua badanku juga panas tapi aku tetap memaksakan diri berangkat kerja. Aku melihat ponselku ada banyak sekali pesan singkat dan panggilan dari Marsel tapi aku menghiraukannya. Saat sampai pabrik baru beberapa menit aku mulai bekerja mandor ku menyadari kalau aku sakit.


"Mes kamu kenapa? Kamu sakit? Kok beda dari biasanya"


"Iya pak"


"Loh kalo sakit kenapa masuk hari ini?"


"Saya bingung ijinnya pak kalo sakit ijin nggak masuk harus bilang ke siapa saya nggak tau"


"Loh iya ya lupa Mes udah berapa bulan kamu disini saya lupa kasih kamu nomer ponsel saya. Ya udah kamu pulang nanti tak kasih tau ke bagian atas kalo kamu pulang sakit sekalian kamu simpan nomor saya jadi kalo nggak masuk bilang ke saya tapi jangan sering-sering nggak masuk ya!"


"Iya pak makasih"

__ADS_1


Setelah itu aku pergi ke kantor minta surat ijin pulang. Setelah mendapat persetujuan pulang aku segera mengambil tasku dan bergegas pulang, karena pusing dan tubuhku lemas sekali sampai dirumah aku langsung tidur aku sampai lupa memberi kabar ke Marsel. Aku juga lupa tidak membalas pesannya yang semalam.


__ADS_2