
Tidak lama kemudian pacar Dadang datang. Ternyata Tata pacarnya Dadang adalah kakak kelas saat aku di SMK dia menatapku dengan tatapan yang tajam. Dadang nitipin kompornya ke temannya lalu kita pergi.
"Dang kita mau kemana?"
"Aku terserah aja mas"
"Pulang ke rumahku dulu ya aku mau ganti celana soalnya ini yang tak pakek celana kerja"
"Iya mas"
Lima belas menit kita masuk ke gang-gang sempit aku sampai lupa berapa kali belok tadi eh udah sampai aja di depan rumah Marsel. Padahal depan rumahnya ada jalan kira-kira tiga puluh meter sampai jalan raya padahal tadi kalo dari gapura masuk tinggal lurus doang malah lewat gang-gang.
"Bentar ya aku ganti dulu"
"Iya"
__ADS_1
"Mas kita mau kemana?"
"Nggak tau Dang aku juga bingung"
"Ke rumahku aja ya mas mangga depan rumahku udah besar-besar nanti kita rujakan hehehehe"
"Ya udah daripada nggak ada tempat tujuan"
Setelah sampai dirumah Dadang dipersiapkan masuk dan kita berempat duduk di ruang tamu berhadapan ada duduk sama Marsel dan di depanku Dadang sama Tata. Dari tingkah laku dan tatapannya Tata terlihat sekali kalau dia tidak menyukaiku. Sekian lama Tata cuma diem tiba-tiba Tata ngomong.
"Eh namanya suka tuh nggak bisa dipaksa walaupun cantikan Desi kalo gue nggak suka ya nggak suka"
"Iya kalo mas Marsel lebih suka sama Mesya kenapa?" (sahut Dadang)
"Ih kok kamu malah belain mereka sih aku kan pacar kamu"
__ADS_1
"Bukannya begitu mas Marsel tuh nggak suka sama Desi jadi nggak bisa dipaksa terus sama Desi"
"Pokoknya aku bakalan buat kalian putus aku nggak terima temen aku diginiin"
Aku cuma diam karena kaget dulu di sekolah Tata itu culun temen-temennya banyak yang ngomong dia itu pendiam sekali meskipun dulu aku nggak kenal dekat dengan dia melihat dan mendengar dia bicara kayak gitu dia sudah berubah 180° dari saat SMK.
"Selama aku pacaran sama Desi aku nggak beneran suka sama dia yah diawal-awal aja sih terus semenjak dia suka ke rumahku sendiri nangis-nangis ke ibuku aku nggak suka sama dia. Dia setiap bawain aku bekal katanya masakannya dia sendiri aku nggak pernah makan yang makan Dadang tanya aja ke Dadang ya kan Dang!"
"Iya setiap hari aku nggak pernah beli sarapan soalnya makan nasi dari Desi malah setiap hari aku disuruh beliin nasi di mbak Nanik sama mas Marsel"
"Iya lah aku nggak mau makan soalnya kan katanya masakannya dia sendiri aku takut siapa tau di jampi-jampi di bawa ke dukun jadi nggak aku makan biar Dadang aja yang kena"
"Masak sih mas? moga-moga aja nggak aku kok jadi takut"
"Desi juga pernah mau beliin aku jaket baju tapi nggak mau, orang nggak suka ngapain punya kenangan dari dia"
__ADS_1
Tampak sekali Tata semakin kesal dibuatnya dia diam dan matanya melirik tajam ke arahku. Aku hanya tersenyum saat dia melihatku aku mencoba masa bodo dia nggak suka malah kalo aku keliatan seneng justru membuat dia semakin marah hehehe.