
Setengah jam kemudian Marsel datang bawa motornya tanpa basi basi aku langsung naik ke motornya.
"Maaf ya dek lama nunggunya"
"Nggak apa-apa mas"
"Mas ambil gaji dulu ya adek mau makan apa?"
"Terserah"
"Kok terserah sih, adek pingin apa?"
"Terserah mas aja, yang penting nanti langsung pulang soalnya aku udah ngantuk"
"Emm ya udah maaf ya nungguinnya lama sampai ngantuk"
"Iya gak apa-apa"
Setelah ambil gaji kita makan di warung tempe penyet pinggir jalan. Aku udah ngantuk berat jadi makan juga nggak nafsu.
"Nggak dihabisin makanannya?"
"Nggak abis! aku udah ngantuk banget"
"Ya udah kita langsung pulang tapi di abisin dulu makanannya, adek nggak mau beli jajan dulu buat adeknya dirumah?"
"Enggak usah udah malem"
"Ya udah, ayo pulang"
Sampai di rumah Marsel ikut turun pamitan sama orang tuaku setelah itu dia langsung pulang. Tidak lama kemudian ponselku bergetar ternyata ada pesan dari Marsel.
"Dek gimana udah dipikirin belum malaranku? aku beneran serius loh"
__ADS_1
"Aku belum bilang ke ibuku"
"Ya adek bilang ke ibu dulu, boleh nggak anaknya diminta?"
"Besok pagi aja bilangnya"
"Aku beneran loh dek aku serius, adek nggak suka ya sama mas makanya nggak mau dilamar"
"Bukan begitu ya terlalu kecepetan aja mas"
"Tapi mas udah bener-bener srek sama adek udah cinta mati"
"Lebay baru kenal kemarin udah cinta mati cinta matian segala"
"Besok adek bilang ke ibunya ya"
"Iya"
"Ya udah sekarang adek tidur dulu besok lembur"
"Iya, selamat malam"
"Nggak usah bales lagi"
"Iya enggak"
Pagi bangun tidur aku bantu ibu masak di dapur sambil mau ngomongin soal lamaran Marsel.
"Bu, aku mau ngomong tapi aku malu"
"Ngomong soal apa"
"Itu temenku yang sering anterin aku pulang itu dia mau ngelamar aku"
__ADS_1
"Kalau kamu suka ya gak apa-apa, kalau dia beneran serius pengen ngelamar kamu suruh dia ngomong sendiri ke ibu bapak"
"Tapi kayaknya umurnya beda jauh sama aku deh buk"
"Emang umur berapa? orang masih muda gitu"
"Aku setiap tanya umurnya dia nggak mau ngaku buk jadikan mungkin dia udah tua terus malu"
"Enggak apa-apa mending begitu biar bisa ngemong kamu, ibu sama bapak juga beda sepuluh tahun. Nanti bilangin suruh ngomong langsung ke ibu bapak"
"Iya nanti tak bilangin"
Saat di pabrik setiap istirahat kita istirahat masing-masing Marsel keluar dengan teman-temannya beli makan sedangkan aku makan bekalku dengan teman-temanku. Kita hanya berkabar melalui pesan singkat saat istirahat jadi banyak orang yang tidak mengira kalau kita pacaran.
"Mas"
"Iya dek, adek udah makan?"
"Udah, itu mas kata ibu mas suruh ngomong langsung ke ibu bapak kalo beneran serius"
"Beneran ibu ngomong gitu?"
"Iya"
"Nanti pulang kerja mas anterin ya"
"Langsung hari ini ngomongnya?"
"Iya, lebih cepet lebih baik daripada lama-lama nanti keburu dipatok ayam. Nantikan pulangnya agak siangan"
"Iya katanya sih perkiraan jam dua udah beres tinggal dikit kok bahannya"
"Iya punyaku juga dikit nanti tak anterin ya dek pulangnya"
__ADS_1
"Iya"
Perasaanku tidak karuan rasanya disisi lain aku merasa belum siap tapi disisi lain aku sangat berharap mungkin ini jawaban dari doaku aku dipertemukan dengan jodohku.