
Aku mengambil motorku begitu juga dengan Marsel, kita bertiga naik motor sendiri-sendiri. Marsel membuntuti aku dari belakang sedangkan Dadang berada tepat dibelakang Marsel. Lalu didepan pabrik kita berhenti sejenak.
"Mas duluan aja"
"Mau kemana Dang? Mau pacaran ya?"
"Iya dong mas, kalau ikut mas Marsel nanti malah jadi obat nyamuk hahaha"
"Ya udah kalau gitu kita duluan ya Dang"
"Iya mas hati-hati, semoga sukses"
"Amin, makasih Dang"
Setengah jam kemudian kita sudah sampai di rumahku. Tapi, tidak ada orang dirumah bapak ibu masih belum pulang dari sawah.
"Dek aku deg-degan bapak ibu kira-kira masih lama nggak ya pulangnya? Kalau lama gimana kalau kita keluar dulu jalan-jalan sambil bawa apa-apa gitu tadi buru-buru sampai lupa nggak bawa apa-apa kesini"
"Kayaknya sih masih lama"
"Makanya kita keluar dulu enggak enak juga dilihat tetangga kita dirumah cuma berdua"
"Keluar kemana mas?"
"Bentar aku hubungi Dadang dulu dia main kemana?"
"Iya"
__ADS_1
"Dek Dadang bilang dia sekarang sama Tata mau ke rumahnya Arman mau nggak aku ajak kesana juga?"
"Rumahnya dimana mas jauh apa nggak?"
"Yah jauh dek deket jalan tol itu belok ke timur"
"Nanti pulangnya jangan malem-malem ya"
"Enggak kita main ke rumah Arman sambil mau belajar ngomong ke bapak ibu biar nggak deg-degan lagi nanti"
Sampai dirumah Arman ternyata Dadang dan Tata juga baru sampai. Dirumah Arman kita ngobrol-ngobrol hanya Tata yang diam dan menatapku sinis.
"Eh Dang gue mau latian ngomong ke orang tuanya Mesya nih gue mau ngelamar elu pura-pura jadi bapaknya ya"
"Wah beneran mas ok ok siap langsung aja mulai"
"Berani sekali kamu ngelamar anak saya punya apa kamu? Hahahahahaha"
"Hahaha serius Dang gue beneran deg-degan gimana ya Dang buat mulai pembicaraan biar pas sopan gitu"
"Ya udah gini umpama aku jadi mas terus mas jadi bapak"
"Ok"
"Pak bu niat saya kesini saya mau ngomong saya beneran suka sama anak bapak kalau boleh saya mau ngelamar anak bapak tapi ya gitu pak saya masih punya tanggungan"
"Tanggungan apa?"
__ADS_1
"Tanggungan itu pak motor masih kredit pak"
"Eh ngapain bawa-bawa kreditan motor, motor lu yang kredit motor gue enggak, duh makin kacau Dang lu nggak ngebantu sama sekali"
"Mas seandainya nanti bapaknya bilang nggak boleh terus reaksi mas gimana?"
"Langsung pamit ambil motor pulang"
"Keliatan banget sakit hatinya"
"Lah gimana malunya itu yang nggak bisa ditahan ngelamar ditolak, nah elu kapan?"
"Nggak tau nih mas dia masih belum mau dilamar"
Yang lainnya ngobrol ketawa-ketawa hanya Tata yang diam terus dari awal. Terlihat jelas dia semakin benci dengan aku. Lalu dia buru-buru mengajak Dadang pulang.
"Ayo pulang"
"Masih jam segini sayang kok pulang kamu lapar?"
"Enggak, pokoknya ayo pulang males aja disini lama-lama"
"Hemmmm ya udah kita keluar cari makan ya. Ya udah mas kita mau balik dulu, nih ngambek"
"Iya kita juga pulang ya dek kita beli makan dulu baru pulang"
"Iya mas"
__ADS_1
Kemudian kita berempat pulang pamitan ke Arman.