Jodoh Yang Tepat

Jodoh Yang Tepat
Semua Terungkap


__ADS_3

"Dino, kamu di mana ?", tanya Vi pada Dino di telpon. "hai Vi, aku masih meeting nih sama staff lain. Kenapa?", "kok kamu meeting tapi kayak di luar ruangan? Kamu meeting beneran apa meeting bohongan nih?" ujar Vi tidak percaya.


"Apa sih Vi... kamu kok sekarang ga percaya sama aku lagi sih. Udahlah, aku capek begini terus. terserah mau percaya atau enggak, aku ga peduli!" sahut Dino kesal sambil menutup telponnya.


Vi terdiam tak percaya dengan perlakuan Dino. Memang sudah beberapa bulan belakangan ini hubungan Vi dan Dino tidak baik, ditambah Dino baru masuk ke perusahaan baru dan memiliki jabatan yang cukup tinggi. Sejak saat itu hubungan Vi dan Dino makin merenggang.


Vi yang tidak percaya dengan alasan Dino, datang menemui Dino di kantor barunya. Sesaat sampai di sana, Vi melihat pemandangan yang sangat membuatnya tidak percaya. Ya, Dino sedang membukakan pintu mobilnya untuk seorang wanita cantik yang tidak pernah dikenal Vi.


Vi melajukan motor trailnya mengikuti ke arah mana Dino dan wanita itu pergi, hingga mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup mewah menurut Vi. Selama berpacaran, Dino dan Vi tidak pernah pergi ke restoran yang cukup mewah seperti saat ini. Mereka hanya makan di warung makan pinggir jalan atau mungkin lebih bagusnya di kafe dan restauran fast food, mengingat kondisi keuangan Dino yang dulu tidak sebesar sekarang.


Vi merasa hancur, lagi-lagi setelah  melihat Dino membukakan pintu mobilnya dan menggandeng wanita itu ke dalam restoran tersebut. Vi memang sudah lama mendapatkan informasi dari beberapa sahabat-sahabatnya mengenai Dino dengan wanita lain. Tapi Vi hanya berpikir positif mungkin mereka hanya sekedar rekan kerja.


Setelah Vi memarkirkan motornya, Vi juga ikut masuk ke dalam restauran tersebut sambil mencari tempat duduk yang pas untuk melihat perbuatan mereka. Hingga akhirnya, di puncak kekesalan VI, Vi melihat tangan Dino menggenggam tangan wanita tersebut sambil mengambil posisi seperti sedang melamar kekasih.


"Rin, aku tau ini terlalu cepat. Tapi maukah kau menjadi pendamping hidupku?", "Din, aku sebenernya mau mau aja menerima kamu sebagai calon suami ku. Tapi apa kata pacarmu nanti? kamu masih belum putus sama dia kan?", "Ah... itu perkara gampang Rin. Jadi kamu mau nih terima aku jadi calon imam mu?", tanya Dino dengan senyum menawannya.


DUARRRRR...... Vi terkaget dan ternganga seperti tersambar petir saat malam cerah seperti ini karena melihat dan mendengar kekasihnya melamar wanita lain.

__ADS_1


'Gw aja ga pernah nih, diajak ke restaurant mewah kayak gini. Apalagi diajakin nikah.... Sinti*ng nih cowok', kutat Vi dalam pikirannya.


"WOIIIII SAEPULLLL.......", teriak Vi tanpa tau malu. "Gila lo ya! Gw kerja keras banting tulang sama otak biar bisa nabung buat nikah sama lo, lo-nya malah ngelamar cewek lain?????? Otak lo dipake ga sih Din??!", ungkap Vi dengan begitu kesal.


Dino dan wanita itu yaitu Karin terkejut saat melihat adanya Vi di sana. Mereka kebingungan harus berkata dan bersikap seperti apa. Tapi tanpa rasa bersalah, Dino menarik tangan Vi menuju pintu keluar restauran.


"Kamu ngapain sih di sini Vi????", ucap Dino dengan kesal.


"Lo tanya gw ngapain? masih nanya nih? perlu gw jelasin apa enggak? lo punya otak kan? masih sehat dan normal kan itu otak? kenapa ga di pake sih DINOOOOOOOO..... otak lo itu pinter, tapi kenapa bisa-bisanya lo ngelakuin hal ini ke gw? lo tau ga sih... sakit banget Din liatnya. lo bilang lagi meeting, tapi nyatanya lo lagi melamar cewek lain. lo ga lupa bahasa Indonesia yang baik dan benar kan?", ungkap Vi dengan marahnya.


"HEH Mahmudd...... asal lo tau ya. sekarang gw udah jadi manager area di kantor gw, gaji gw udah gede. niat gw yang tadinya mau ngumpulin uang buat nikah sama lo, udah ganti jadi nabung untuk ngumpulin dana buat sewa dukun buat nyantet lo!!!", teriak Vi dengan kesal. Dino yang mendengar hal tersebut tetap berjalan memasuki resto sambil tersenyum.


Vi pergi sambil melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Di balik helm full facenya, ia menangis memikirkan hal yang baru saja terjadi kepadanya. 'Ya Tuhan, kenapa sih ini terjadi? baru mulai menata karir yang baik dan punya niat yang baik juga dalam kehidupan gw. Apa memang takdir gw tuh harus berjodoh dengan pilihan papa? kalau iya, kenapa harus kayak gini dulu sih?', ujarnya di dalam hati.


Sesampainya ia di rumah, Vi mengucap salam dan bersalaman dengan orangtuanya, lalu ia bergegas menuju kamar. Mama Vi yang melihat hal itu, langsung memberikan kode kepada Pak Heri untuk segera menemui Vi di kamarnya.


"Vi.... papa boleh masuk?", izin papa sebelum memasuki kamar VI. Karena Pak Heri tau bahwa anak perempuannya kini sudah besar sehingga ia tidak bisa masuk tanpa izin sang pemilik kamar.

__ADS_1


"Iya pah, masuk aja", jawab Vi dengan suara paraunya.


"Nak, kamu ada masalah dengan Dino?". Vi yang masih sedih, terkejut mendapati papanya bisa tau mengenai permasalahan Vi.


"Kok papa bisa tau? cenayang? keturunan siapa pah?", cerca Vi.


"Ih... ini anak ditanya malah nanya balik. ya papa taulah, kamu kalau ada masalah kantor, pasti langsung cerita, kalau punya masalah sama Dino, pasti langsung begini".


"Hahahaha. iya pah. Udahlah, Vi pasrah aja dengan perjodohan yang papa tawarkan. Ternyata memang Dino cuma mau cicil motor aja sama Vi", canda Vi walaupun masih menangis.


"Ya ga bisa gitu dong. Kamu diapain sama dia Vi? biar papa gantung dia di pohon pisang samping rumah kita. Bisa-bisa dia nyakitin anak papa tercinta ini", sahut papa kesal.


"tadi Vi lihat dia ngelamar cewek lain pah, di restauran mewah pula. Padahal Vi sama dia itu ga pernah makan di restauran mewah. Boro-boro, Vi ajakin fast food aja berkilah mulu",


"Nah kan... firasat papa benarkan. Jadi sekarang kamu mau nih di jodohin sama pilihan papa?",


"iya iya pah... apapun pilihan papa pasti bener deh", ujar Vi mengiyakan permintaan papanya sambil memeluk papanya.

__ADS_1


__ADS_2