
*Bio Lab King Corp dii Indonesia*
Satu minggu berlalu setelah berita tersebar bahwa kantor pusat Bio Lab King Corp di Kanada akan pindah ke Indonesia, para pemangku jabatan kantor cabang utama di kota xxx menjadi panik. Mereka mulai mempersiapkan diri agar tidak terbuka kedoknya. Karena ada beberapa proyek besar yang melebihi batas anggaran dan proyek yang ada tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.
Reza adalah head manager di perusahaan tersebut. Dia adalah manusia di balik dalang proyek-proyek bayangan ini dan dia adalah manusia paling licik.
"Apa semua berkas proyek yang melebihi anggaran ini sudah kamu rapihkan?", tanya Reza ketus kepada bawahannya.
"Sebagian sudah pak. Tapi ada beberapa proyek yang belum kami bersihkan karena belum menemukan berkasnya", jawab anak buahnya.
"Kamu ini bod*h sekali, hal seperti ini saja tidak bisa kamu bereskan dengan segera. Kamu tau betapa kejamnya CEO kita hah???", ujar Reza sambil melempar gelas kepada anak buahnya.
Gelas itu tepat mengenai kepala sang staff dan dahinya pun mengeluarkan darah.
"Ma..maaf pak. akan saya bereskan segera pak", ucap lirih sang staff.
"Keluar lah cepat, aku tidak ingin melihat wajahmu sebelum kau selesai membereskan semua hal ini".
__ADS_1
Dibalik kehangatan Zavi dalam keluarganya, ia adalah sosok yang terkenal pintar, dingin, dan kejam dalam perusahaan. Sehingga para staff segan ketika bertemu dengannya. Sifatnya dalam pekerjaan juga sudah terkenal hingga kantor cabang di Indonesia. Sehingga Reza yang sudah mengetahui sifat Zavi, ketar ketir mendapatkan kabar bahwa kantor di Indonesia akan menjadi kantor pusat.
------------
Setelah semua persiapan sudah selesai di Kanada, Zavi, Ragan, Pak Salman, Pak Felix, dan Tiar sudah berada di bandara untuk kembali ke Indonesia.
"Bang, jangan lupa untuk menelpon ku tiap hari ya... Ayah juga, jangan sampai melupakan putri kecilmu yang imut dan cantik ini", ucap Tiar kepada kedua lelaki penerang hidupnya itu seraya memeluk keduanya.
"Iyaaaaa Tiar... Abang akan sering menelpon kamu untuk menanyakan keadaan perusahan ya", ledek Zavi.
"Ihhh abanggg.... kenapa malah nanyain perusahaan sih. Bukannya perhatian sama adiknya yang ditinggal di sini?", raut kesal muncul di wajah Tiar.
"Ayah percaya kamu Tiar. Perusahaan. Perusahaan ini akan tetap berjalan dan terus meningkat di tanganmu nak."
"Ahhh ayah, bisa aja kalau ada maunya. haahaha".
"Regan.... awas kamu ga jagain abangku yaaaa.....", ujar Tiar sambil mencubit lengan regan.
__ADS_1
"Iya nonaku yang cantik, saya akan selalu menjaga abangmu dengan sangat baik, atau perlu ku rekam semua kegiatannya. hahhaa," ledek Regan.
Melihat pemandangan itu, mata Zavi berubah menjadi mata yang siap menerkam mangsanya.
Mereka yang sadar akan suasanya itu, lansung diam seketika.
Di sore itu Tiar dan pacarnya mengantar mereka menuju bandara internasional.
Tak lupa, Pak Salman kembali memberi wejangan kepada Tiar sebelum ia memasuki bandara, "nak, ingat ya. Ayah memberikan kepercayaan untukmu di sini sendiri untuk mengurus perusahaan dan dirimu sendiri, jadi jangan rusak kepercayaan ayah ya nak", "iya yah, aku di sini akan menjaga semua kepercayaan yang sudah ayah berikan pada ku. Ayah juga di sana tolong jaga diri baik-baik. jangan lupa minum vitamin setiap hari dan jangan lupa untuk mengabariku setiap hari", jawab Tiar dengan tangis haru dan pelukan hangat.
Perjalanan kembali ke Indonesia memakan waktu kurang lebih 20 jam. saat mereka kembali ke rumah di kota xxx, Zavi dan Pak Salman diingatkan kembali kenangan mereka saat berada di Indonesia, saat semua keluarga utuh masih ada sang istri dan juga sang adik paling kecil.
Empat tahun setelah mereka tinggal di Kanada, ibu dan adik paling kecil mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat saat ingin berangkat ke sekolah. Tahun itu adalah tahun terberat bagi mereka dan sempat membuat performa perusahaan sedikit menurun. Tetapi mereka berhasil bangkit dari hari-hari buruk mereka dan kembali menjadi top 10 perusahaan terbesar di Kanada.
Sesaat mereka sampai di rumah, tak lupa 2 maid, 1 supir, dan 1 tukang kebun menyambut dan menyapa mereka dengan hangat. Setelah sedikit berbincang di ruang tengah, karena perjalanan melelahkan ini, membuat mereka bergegas kembali ke kamar masing-masing, tidak lupa juga Regan dan ayah angkatnya di berikan kamar yang layak untuk mereka selama di Indonesia. Rumah Pak Salman di Indonesia masih sangat tertata rapih dan terawat baik karena Pak Salman masih memperkejakan karyawan yang setia dengannya.
Saat malam tiba, para maid sudah mempersiapkan makan malam untuk seluruh keluarga dan karyawan kepercayaan ayah dan anak tersebut di rumah itu. Lalu maid mengetuk satu persatu pintu kamar para penghuni rumah tersebut untuk menikmati makan malam yang telah disediakan. Pak salman memperlakukan seluruh karyawannya sederajat sehingga mereka diperbolehkan untuk makan dan duduk satu meja dengan keluarga Pak Salman. Terjadi perbincangan hangat dalam makan malam tersebut seperti Pak salman menanyakan perihal kabar dari keluarga masing-masing karyawannya, hal apa saja yang terjadi saat mereka tidak di Indonesia, dan lainnya.
__ADS_1
Malam itu ditutup dengan canda dan tawa seluruh penghuni rumah Pak Salman, hingga waktu menunjukkan pukul 22.00 mereka kembali ke kamarnya masing-masing.