
Di negara lain, tepatnya ujung teras lantai 2 sebuah paviliun, ada seukir senyuman ceria dari seorang pria berumur 30 tahun. Ia adalah seorang CEO yang menggantikan posisi orangtuanya di perusahaan yang ayahnya rintis hingga sukses dan melebarkan sayapnyadi negeri orang. Pria ini adalah Zavier.
Zavier sendiri memang sudah memiliki rasa ketertarikan terhadap anak dari teman ayahnya yaitu Violena. Zavier atau yang akrab dipanggil Zavi ini, merasa sangat senang setelah diberi kabar oleh ayahnya bahwa putri Pak Heri menyetujui perjodohan mereka, ya tentu saja karena hal tersebut sangat dinantikan oleh Zavi mengingat persaannya pada gadis tomboy 17 tahun yang lalu.
"Zavi...", ucap sang ayah yang membuyarkan Zavi dari lamunan indahnya."Iya yah, what happen?", "Nak, kamu ini sebegitu senangnya sampai melamun di teras yang sedingin ini?", ya memang suasana di Canada sedang mengalami cuaca yang dingin dan bersalju tipis.
"Yaaaa seneng lah yah... hahaha. aku sebenarnya cukup malu mengakuinya. ayahpun tau kalau aku memang menunggu Vi agar bisa menerima perjodohan ini. Sekarang hal yang aku tunggu sudah ada di depan mata," sahut Zavi dengan wajah yang ceria.
"Anak ini... memang sebegitu senangnya kamu dengan Vi? jadi ga salahkan, ayah dan Om Heri menjodohkan kalian? kamu harus berterima kasih dengan ayah ya Zavi. Uruslah perusahan ayah dengan benar, sehingga kamu bisa membahagiakan kami dan calon istri serta keluarganya nanti", ucap Pak Salman.
__ADS_1
"Pasti yah. Aku akan terus mempertahankan apa yang ayah bangun selama ini. Tapi yah, nantinya aku sudah menikah dengan Vi, bagaimana kantor pusat dipindahkan ke Jakarta saja yah? Rasanya akan sangat baik. Biar di Kanada Tiar yang akan mengurusnya", ucap Zavi.
"Baiklah, mulai besok kamu persiapkan dokumen pemindahannya dan infokan ke adik mu bahwa ia akan menyandang mandat tinggi untuk mengurus perusahaan di negara ini. Kalau begitu, ayah masuk duluan ya. Sudah umur segini, ayah sudah tidak kuat lagi dengan cuaca yang begitu dingin dan sepertinya ayah akan ikut dengan mu kembali ke Indonesia", "ah... tentu saja malam ini akan langsung ku sampaikan titah mu kepada Tiar yah dan kau bisa ikut dengan ku agar kita dapat tinggal bersama di Indonesia".
Ayah Salman pergi meninggalkan Zavi yang terus melanjutkan lamunannya di teras. tentu saja dengan senyuman yang lebar serta wajah yang sangat ceria.
Di teras paviliun tersebut, Zavi merekahkan senyumannya sambil mendengarkan airpod nya yang memainkan lagu The Temper Trap - Sweet Disposition.
Setelah puas dengan khayalannya, Zavi kembali masuk ke dalam paviliun besarnya. Ia bergegas menuju kamar Tiar yang bukan lain adalah adiknya. "Tiar......", teriak Zavi sambil menerobos kamar adiknya. Tiar pun terkejut mendapati kakaknya sudah berada di dalam kamarnya yang datang sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Apaan sih bang? bikin kaget aja. kalau jantung Tiar copot gimana??", omel Tiar.
"Lebay amat sih Ti..... Tiar, abang mau ngomong nih sama kamu. Kamu harus nurut apa kata abang ya!", "Lah kok abang maksa, kalau Tiar ga mau gimana ???", "ya terserah sih, kalau kamu mau putus dengan pacar bule mu itu...", ujar Zavi sambil berlalu meninggalkan Tiar.
"Ihh... punya abang nyebelin bener sih. Apa apa... kamu mandatin aku apa bang?", "nah gitu dong, kalau nurutkan adik abang yang 1 ini jadi cantik banget hahaha", ujar Zavi disambut dengan lemparan bantal dari Tiar. "Jadi gini ti, abang sudah membuat keputusan untuk memindahkan kantor pusat perusahaan kita balik ke Jakarta. Ayahpun udah setuju. Jadi, apa kamu mau mengurus perusahaan cabang Kanada ?", "Hah????? Seriusan bang ? jangan ngada-ngada deh. It's not funny bro", sahut Tiar tidak percaya.
"Im really serious Ti. Kamu inget dengan anaknya Om Heri, yang mau dijodohkan sama abang?", "oh.... yang abang selalu puja-puja dalam tidurmu itu ya bang? yang suka kamu mata-matain kan?", "kamu tau dari mana Ti???", "Abang pikir, sekertaris yang kamu anggap adik itu tidak buka mulut jika sedikit ku ancam? hahahah", "Dasar Regan. I cant believing in him anymore", "ahahaha, udah lah bang. tapi apa ada kabar dari Pak Heri bang? Vi mau menerima perjodohan ini?", "Itu dia Ti. Tadi ayah cerita kalau ternyata Vi sudah mau menerima perjodohan ini. Bayangkan... betapa senangnya abang. Abang akan beliin kamu tas keluaran Herm*s terbaru untuk mu", "Ga usah, aku udah bisa beli sendiri hahahaha. Apa kamu lupa berapa gaji yang aku dapatkan dengan membantumu di perusahaan ? Jadi simpan lah buat menyenangkan calon istrimu nanti bang dan ya.... aku akan mengurus perusahaan di Kanada, jadi kamu bisa pulang ke Jakarta bersama ayah. Biarkan ayah menikmati masa tuanya dengan sahabatnya itu. Sepeninggal ibu dan Rena, ayah jadi tidak terlalu ceria seperti biasanya", "benar, makanya akupun mengajak ayah kembali ke Jakarta agar bisa tinggal bersamaku di sana. Jadi, bantu abang besok untuk mulai mempersiapkan dokumen untuk kelengkapan legalitas perpindahan kantor pusat ke Jakarta ya Ti", "Iya bang.... udah sana keluar dari kamarku. Aku mau video call dengan Andrew", ujar Tiar sambil kembali melemparkan bantal ke Zavi pertanda mengusirnya dari kamar.
Zavipun keluar dari kamar Tias dan kembali menuju kamarnya. Zavi juga tidak lupa untuk menghubungi sekertaris utamanya yaitu Regan. Regan adalah seorang yatim piatu yang mengemban pendidikan perguruan tinggi di Kanada dengan beasiswa yang ia dapatkan. Regan berhasil meraih S2 nya dalam waktu kurun dari 2 tahun di sana. Setelah lulus, ia melamar di Bio Lab King Corp, yaitu perusahaan yang dijalankan oleh Zavi. Sebelumnya, ayah angkat Regan sudah terlebih dahulu mengabdi kepada perusahaan tersebut saat masih dijalankan oleh ayahnya Zavi. Lalu setelah ayah Zavi menyerahkan kedudukan kepada anaknya, ayah angkat Regan pun tetap menjalankan tugasnya sebagai sekertaris Pak Salman di paviliun mewah mereka. Melihat potensi Regan, Zavi sudah berniat untuk mengangkat Regan menjadi sekertaris utamanya, selain dari negara yang sama, memang kemampuan Regan di atas rata-rata dan memiliki pribadi yang amat baik ditambah Regan adalah juara Bela Diri di Kanada.
__ADS_1
"Halo Regan... where are you now?", tanya Zavi di balik telponnya. Regan yang selalu stand by 24 jam untuk Zavi, langsung mengangkat telponnya dengan sigap ketika mengetahui siapa manusia yang menelponnya malam-malam seperti ini. "Ah iya halo Sir. Saya sedang di rumah. Apa ada masalah yang urgent sir?", tanya Regan. "Regan, besok kita berangkat lebih awal ya. Saya mau mempersiapkan beberapa dokumen untuk memindahkan perusahaan pusat ke Indonesia", "Baiklah sir, besok saya akan menjemput anda lebih awal. Sepertinya ada kabar gembira dari Indonesia ya sir?", ledek Regan. "Ahaha. kamu sudah mengetahui kabar tersebut rupanya. Ya baiklah.... sampai jumpa besok", "Baik sir, selamat malam", ucap Regan sambil menutup telponnya.
Pagi itu, Zavi berangkat dengan senyum yang lebar dan hati yang berdetak kencang mengingat ia akan segera pulang ke Indonesia. Regan dan Tiar yang melihat hal tersebut, hanya memperhatikan dengan senyum mereka, karena sang kakak akan segera pulang menemui wanita pujaannya.