
Seketika semua karyawan dan asisten Jackson yang ada di sana menjadi sangat terkejut. Bagaimana bisa sifat Jackson berubah 180 derajat dari biasanya. Bukan seperti Jackson yang mereka kenal. Jackson yang biasanya bersifat arogan dan dingin, tiba-tiba berubah. Benar-benar mengejutkan!
`Ini mimpi atau nyata?`
`Dimana tuan muda Jackson yang arogan dan dingin itu?`
`Kenapa bisa berubah begini sifat tuan muda Jackson?`
Semua pertanyaan itu timbul di pikiran mereka semua. Jackson benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya, saat berkenalan dengan Richela.
Hal itu karena mereka semua tidak tahu fakta tentang Richela dan Jackson yang saling mengenal. Mereka berdua memang sudah saling mengenal selama 2 tahun. Perkenalan itu terjadi tanpa sengaja 2 tahun yang lalu. Pada saat itu Jackson sedang syuting di desanya Richela. Tidak di duga terjadi penculikan pada Jackson dan Richela lah yang menyelamatkannya. Sejak saat itulah Jackson sangat mengagumi soal Richela yang menurutnya keren.
“Saya juga senang tuan muda Jackson,” balas Richela tersenyum manis. Ia menyudahi berjabatan tangan dengan Jackson.
“Bisakah kita mulai syuting nya sekarang?”lanjutnya bertanya.
“Tentu nona! Kita bisa memulainya sekarang,” jawab Jackson cepat.
Mendengar jawaban Jackson, Richela segera memerintahkan para karyawan yang bertugas dalam syuting iklan ini untuk segera memulainya. Para karyawan langsung melakukan tugas masing-masing. Meski mereka masih sangat terkejut akan perubahan sifat Jackson.
Sebaliknya, Jackson tampak bersemangat untuk syuting. Ia mengikuti arahan para karyawan yang bertugas dalam syuting iklan hari ini. Syuting iklan berjalan dengan lancar tapi juga ada beberapa kali Jackson tidak bekerja sama dengan baik. Contohnya seperti yang sekarang terjadi.
“Tidak—warna baju ini terlalu cerah!”
“Pose ini tidak cocok untukku,”
“Tidak bisakah kalian menata rambutku dengan baik?”
“Apa AC di sini mati? Aku sampai merasa gerah,”
“Ck lama sekali kalian mengambil fotoku!”
__ADS_1
Seperti itulah ribetnya Jackson yang tidak bisa bekerja sama dengan baik. Selalu saja ada yang di protesnya. Hingga membuat Richela sendiri yang harus menangani Jackson.
“Kalau tuan muda Jackson tidak bisa bekerja sama dengan baik, silahkan pergi dari sini!” cetus Richela bersedekap dada menatap Jackson.
“Apa yang nona—” karyawan lain ingin memberitahukan pada Richela, bahwa tidak seharusnya ia berucap seperti itu. Mendapatkan Jackson sebagai Brand Ambassador sangatlah sulit.
“Diamlah!” tegur Richela memotong ucapan karyawan itu sebelum selesai. Tangannya pun juga ikut memberikan isyarat untuk diam tapi matanya tetap menatap ke arah Jackson.
“Kalau tuan muda Jackson tetap ingin menjadi Brand Ambassador di sini, bekerja sama lah dengan baik. Kalau tidak mau, silahkan pergi dari sini! Perusahaan Vilhelm Group tidak kekurangan uang untuk mencari Brand Ambassador yang bisa di ajak kerja sama. Saya rasa juga tidak rugi kehilangan tuan muda Jackson sebagai Brand Ambassador,” lanjutnya santai, seraya duduk bersandar di kursi.
Semua karyawan yang ada di sana sudah merasa takut mendengar ucapan Richela. Lebih tepatnya mereka takut kalau Jackson akan pergi dari sana. Kemudian membatalkan kerja sama sebagai Brand Ambassador. Ternyata oh ternyata—ketakutan mereka tidak berbuah nyata.
“Aku akan bekerja sama dengan baik,” sahutan Jackson sontak membuat ketakutan para karyawan hilang. Berganti dengan perasaan yang semakin terkejut. Jackson benar-benar berubah 180 derajat. Sungguh!
“Nice!” singkat Richela tersenyum puas.
Syuting iklan pun berlanjut dengan Jackson yang tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Ia menepati ucapannya tadi untuk bekerja sama dengan baik, sampai syuting iklan berakhir.
“Apa nona bersedia untuk makan bersamaku?” ajak Jackson pada Richela, ketika Syuting iklan sudah berakhir.
Ajakan itu di dengar semua karyawan yang masih berada di ruangan syuting. Mereka semua tidak menyangka kalau di hari pertama Richela bekerja, sudah mendapat ajakan makan bersama dari Jackson. Sangat beruntung mendapatkan ajakan itu.
“Maaf lain kali saja, tuan muda Jackson! Saya masih dalam jam kerja,” tolak Richela halus karena memang itulah kenyataannya.
“Saya harus kembali bekerja sekarang. Sekali lagi maaf karena tidak bisa menerima ajakan tuan muda. Senang bisa bertemu tuan muda Jackson hari ini!” lanjutnya mengembangkan senyuman tipis.
Richela pun langsung pergi dari ruang syuting iklan tanpa menunggu balasan dari Jackson. Ia kembali ke ruangan Departemen Sekretaris untuk melanjutkan pekerjaan yang lain.
Seperginya Richela, para karyawan yang ada di ruang syuting iklan berpikir bahwa Jackson akan pergi dengan marah karena ajakannya di tolak. Namun pikiran mereka langsung di tepis oleh ucapan Jackson.
“Aku akan menunggu nona Richela, sampai selesai jam kerja!” seketika para karyawan kembali di buat sangat terkejut.
__ADS_1
Jackson—Aktor yang di kenal paling benci menunggu orang, justru sekarang bersedia menunggu Richela. Kemudian para karyawan berpikir lagi, mungkin Jackson hanya bercanda saja. Ternyata Jackson benar-benar menunggu Richela sampai jam kerja berakhir. Para karyawan tidak henti-hentinya di buat terkejut akan perubahan Jackson. Mereka tidak mengerti kenapa Jackson bisa berubah seperti itu.
“Tuan muda Jackson masih di sini?” Richela terkejut melihat Jackson duduk di sofa yang ada di lobi. Ia menghampirinya bersama Richard.
“Ya aku di sini untuk kembali mengajak nona makan bersama,” Jackson tersenyum melihat Richela. Ia beranjak berdiri dari duduknya.
`Jackson tetap keras kepala seperti dulu!` batin Richela
“Halo Presider Richard!” lanjutnya menyapa Richard yang berdiri di samping Richela.
Meski ia terkejut sekaligus merasa penasaran tentang ada hubungan apa di antara Richela dan Richard. Sehingga Richela bisa bersama Richard seperti itu.
`Mereka ada hubungan apa?` batin Jackson
“Tidak menyangka tuan muda Jackson masih berada di sini,” balas Richard datar. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.
“Tuan muda Jackson ingin mengajakku makan bersama tadi tapi aku tolak. Siapa sangka tuan muda Jackson menungguku di sini,” jawab Richela lebih dulu daripada Jackson.
“Bagaimana kalau tuan muda Jackson ikut saja dengan kami untuk makan bersama!?” lanjutnya.
Richela dan Richard memang akan makan bersama. Mereka berdua akan makan di restoran yang telah di pesankan oleh tuan Geoffry. Tujuan tuan Geoffry adalah semakin mendekatkan Richela dan Richard.
“Kalau Presider Richard tidak keberatan?”Jackson menatap Richard.
“Tidak masalah. Lebih banyak orang, lebih menyenangkan!” jawab Richard datar.
“Baiklah, Presider Richard. Terima kasih,” ungkap Jackson
Setelah itu pembicaraan mereka bertiga berakhir. Richela, Richard dan Jackson langsung pergi dari perusahaan Vilhelm Group. Mereka bertiga pergi dengan satu mobil menuju restoran yang sudah di pesan tuan Geoffry. Jangan heran kenapa mereka bertiga satu mobil, sebab mobil Jackson sudah lebih dulu di bawa asistennya pergi untuk mengurus pekerjaannya.
Dan selama perjalanan, Jackson terus mengajak Richela berbicara. Tidak seperti saat di perusahaan tadi, Richela bisa berbicara tidak formal dengan Jackson. Mereka berdua berbicara layaknya seorang teman yang saling mengenal. Membicarakan banyak hal yang terjadi selama 2 tahun ini. Berbanding balik dengan mereka berdua, Richard hanya diam mendengarkan. Richard dapat mengetahui bahwa Richela dan Jackson sudah saling mengenal dari pembicaraan tersebut.
__ADS_1