Kamu Dan Aku

Kamu Dan Aku
Sisi Lain Kamu


__ADS_3

" duduklah... kamu sekretaris baru bukan ? "


Ujarnya menyuruhku duduk. Aku sedikit bingung apakah mas Fahmi berpura-pura tidak mengenaliku atau karena penampilanku yang berbeda dari biasanya ? Karena tak ingin mwmbuat keributan di kantornya aku mencoba menuruti kata-katanya


" ohh iya mas... "


" Mas ? " tanyanga kebingungan karena aku memanggilnya tak sopan sepertinya


" maaf Pak... "


" saya Fahmi.. sekarang meja kerjamu disana, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik "


" saya Dinda Lestari.. baik pak.. terimakasih... "


" baiklah.. kau bisa kemeja kerjamu "


" .... "


Benarkah ini mas Fahmi ? Atau dia memang punya kembaran ? Mas Fahmi benar-benar seperti orang yang berbeda. Seharusnya ia mengenalku.. karena aku masih Dinda yang lama.


#TukTuk!! ( seseorang memasuki ruangan )


" Mas...Apa kau sudah makan siang ? Ini sudah hampir jam 12 " Bu Yuri datang dan menghampiri mas Fahmi dengan santainya


" belum... "


" ohh Dinda.. aku harap kau bisa suka bekerja disini, Mas Fahmi akan banyak membimbingmu " ucapnya santai sambil merapikan dasi mas Fahmi


" hahaha apa kau yang memilih Dinda ? Isteriku memang bisa di andalkan "


" isteri ? Kau bilang... kau dan isterimu tidak begitu dekat sejak menikah " benakku terus bertanya-tanya apa yang terjadi saat ini. Mengapa yang kau katakan dulu sangat berbeda dengan sekarang ? Apa kau memang menipuku mas ?


" Aku akan makan siang dengan isteriku dulu.. apa kau mau ikut ? " ajak mas Fahmi santai


" Ahh tidak terimakasih pak.. saya sepertinya akan mengenal staff yang lain "


" Baiklah... "


Mereka akhirnya pergi. Meski sulut untuk bersandiwara yapi rasanya begitu sesak. Apakah Mas fahmi hanya berpura-pura tidak mengenaliku ? Memikirkannya saja sudah sangat pusing ditambah lagi aku harus mengerjakan tugas yang belum selesai


" Heii anak baru... " sapa salah seorang staff saat aku baru saja keluar dari ruangan


" halo.. selamat siang pak... "

__ADS_1


" santai saja.. panggil aku David dan ini Mira, kita hanya staff "


" aku dinda.. "


" Dinda.. apa benar kau langsung diterima jadi sekretaris direktur ? " tanya mira penasaran dan aku hanya mengangguk


" wahhh... kudengar kamu hanya lulusan SMA ? "


" .... " aku menhangguk lagi karena mereka terus bertanya dan terheran-heran


" kau tau.. biasanya Bu Yuri akan selalu mencari sekretaris profesional untuk suaminya.. tapi kenapa skarang asal memilih sekretaris " ucap David blak-blakan


" aku juga merasa aneh.. padahal tadi saat interview semua yang datang orang-orang cerdas dan cantik semua " kataku jujur karena akupun merasa aneh


" huft... kalian memang tidak tahu.. sekarang hubungan mereka terlihat sangat dekat, dulu pasangan suami isteri itu sangat jauh bahkan tak pernah saling sapa.. mungkin Bu Yuri takut suamnya di goda oleh sekretaris cantik " sahut seorang wanita paruh baya yang membawa alat kebersihan


" Ahhh kau benar bu Farida... mungkin bu Yuri takut cemburu... " ujar mira mulai mengerti


" .... " sementara itu aku masih tidak mwngerti dengan apa yang terjadi


" Tapi kenapa hubungan mereka jadi baik.. apa semenjak pak Fahmi lupa ingatan ? " tanya david lagi


" Lupa ingatan ?! " aku terkejut karena aku tak tahu sama sekali kalau mas Fahmi lupa ingatan.


" iya... semenjak kecelakaan itu.. " Mira mengangguk mengiyakan pertanyaanku


######


Dalam sekejap aku langsung mendapatkan teman. Mira dan David langsung mengundangku ke grub obrolan gosip mereka berdua. Karena kehadiranku akhirnya kita bertiga saling mengobrol lewat ponsel.


GRUP OBROLAN


MIRA " apa kau tidak gugup jadi sekretaris pak Fahmi ? "


DAVID " hari ini sepertinya moodnya sedang bagus "


AKU " ada apa ? Memangnya ada apa dengan pak Fahmi ? "


MIRA " seluruh sekretaris rata-rata mengundurkan diri karena tempramentalnya "


DAVID " dia memang terlihat baik.. tapi kata-katanya terkadang lebih pedas dari cabai "


MIRA " kau harus hati-hati.. jangan sampai harinya kau biat berantakan "

__ADS_1


DAVID " marii bertaruh..? Aku pikir kau hanya bertahan 2 minggu "


MIRA " hm... aku pikir hanya 10 hari "


AKU " ohh temen-temen.. kalian jangan buat aku takut.. "


MIRA " hahaha tapi kau harus semangat.. aku harap kau bisa betahan "


DAVID " Semangat !!!! "


MIRA " semangat !!!!


AKU " makasih temen- temen... "


######


Setelah istirahat aku kembali keruanganku dan mas Fahmi sudah ada disana dengan setumpuk kerjaan. Meski masih canggung dengan tugas yang hatus ku kerjakan tapi aku berusaha agar melakukan tugas dengan baik.


" Dinda.. bisakah kau ambilkan berkas ini dan berikan pada bu Yuri "


" Baik pak.. " aku menuju mejanya dan mengambil berkas-berkas yang ada ditangannya


" apa jadwal aku selanjutnya ? Apa hari ini ada meeting ? "


" jadwal ? " tanyaku kebingungan karena belum mencatat yang tadi Bu Ratih kasih tahu padaku


" astaga... apa kau ini tidak tahu tugasmu sendiri ?! Huft.. cepat cari tahu jadwalku sekarang juga !! " bentaknya tegas lalu aku berlari menuju ruangan bu Ratih sekaligus mengantarkan berkas pada bu yuri


Setelah mengetahui semua jadwalnya selama seminggu kedepan, aku masih terus melakukan kesalahan karena pikiranku kacau karena mas Fahmi yang cukup tegas dalam pekerjaannya.


" heii apa kau tuli ?!!! "


" cepat !!! "


" Kau ini lelet sekali !! "


" apah ?!! Kau lupa cara mengimput data ?!!! "


" kau ini sangat bodoh !!


" ahh siall !! "


Semua omelannya masih terbayang ditelinga dan pikiranku. Meskipun ini sudah jam pulang kerja tapi aku masih berada di toilet menangis seorang diri. Aku merasa aku selalu membuat kesalahan dalam hidupku. Bahkan.. sifat mas Fahmi yang tak aku tahupun kini terlihat jelas

__ADS_1


" apakah jika mas Fahmi masih mengingatku dia akan melakukan hal yang sama padaku ? " benakku terus memikirkan kenangan indah dulu yang sangat berbeda dengan hari ini. Kenangan buruk sepanjang masa.


Bersambung.......


__ADS_2